Mengenal Politik

Hari ini tepatnya malam minggu aku mendapatkan pelajaran dan pengalaman berharga lagi. Dengan takdir Allah yang begitu indah dan surprise ini aku dipertemukan dengan seorang tukang ojek yang tidak sembarangan. Namanya Pak Deden asal dari Tasik, beliau kelahiran 65 yang mempunyai usaha penggilingan beras dan pabrik kerupuk dengan nama dagangnya yaitu Eka Sari. Beliau mulai bercerita dari bisnisnya, tentang rumah tangganya sampai cerita unek-uneknya terhadap pemerintah setempat.

Rumahnya digusur oleh proyek Toll Cisumdawu dan kini uang ganti belum juga turun akibat ada kelainan harga jual. Pak Deden menginginkan total ganti rugi semuanya sebesar 24 miliyar dari total keseluruha, sedangkan pemerintah menawarkan hanya sejumlah 17 miliyar. Menurutku itu dikatakan lumayan karena ya memang pemerintah sudah membagi dengan sebaik mungkin dan menghitung se-rata mungkin, tetapi masyarakat menolak selain harga yang tidak sesuai faktor utama adalah kebudayaan alias sejarah desa itu sendiri, penuh dengan sejarah dan kenangan. Akibatnya mereka belum melaksanakan pembayaran yang ‘deal‘ untuk membereskan masalah tersebut.

Saya kaget ketika beliau mengatakan bahwa anaknya baru punya satu dan itupun baru sekolah di PAUD karena Istri beliau umurnya jauh lebih muda perbedaannya hampir 20 tahunan karena kelahiran tahun 92. Akhirnya mereka baru di karuniai seorang anak perempuan dan yang bernama Aesha Putri Nugraha. Istrinya alumni IKOPIN dan sekarang sedang bekerja di Bank BJB Sumedang lalu setelah pulang kerja Istrinya itu ketika siang dilanjutkan dengan bantu-bantu di pabrik kerupuk.

 

Terimakasih, Pak Deden.
Sudah mengantarkan ku sampai ke rumah dengan selamat :)))

 

Iklan
Andalan

Bukit Pamoyanan – Subang

Nice to meet you all…

IMG-20170716-WA0011

Kali ini saya akan memberikan sedikit pengalaman ketika camping di Bukit Pamoyanan. Sejak beberapa bulan yang lalu tempat tersebut menjadi gencar dan terkenal di banyak media sosial, salah satunya yaitu Instagram. Saya waktu itu melihat sekilas di instagram yang di unggah oleh teman-teman saya. Ketika itu postingan-postingan mereka tentang Bukit Pamoyanan semakin ramai dan pastinya semakin menunjukan bahwa tempat itu indah sekali, asli. Disitulah rasa penasaran saya muncul dan semakin menjadi ingin segera kesana. Pasti kalian juga akan pensaran deh jika belum melihat sebelumnya, dijamin, asyik.

Seminggu setelah saya mengetahui bahwa Bukit Pamoyanan merupakan tempat wisata baru dan saya harus kesana untuk mengobati rasa penasaran, karena lokasi tempat wisata Bukit Pamoyanan tersebut tidak jauh dari rumah. Ada sahabat saya yang mengajak dan dia ingin sekali camp disana, alhasil rencana jadwal pun dibuat. Mempersiapkannya selama satu minggu itu waktu yang cukup lama menurutku karena kami ingin segera kesana tetapi kami masih ada jadwal kesibukan satu sama lain seperti sekolah, kuliah, kerja dan yang lainnya. Kami sepakat untuk berangkat waktu weekend tiba, yaitu hari Sabtu dan Minggu.

Sesampainya hari Sabtu, kami saling menanyakan perbekalan apa saja yang akan dibawa. Karena, kami akan menginap alias camp disana walau cuma satu malam. Pukul 15:00 dimana jadwal pemberangkatan menuju Bukit Pamoyanan akan segera meluncur. Kemudian saya mempersiapkan kebutuhan dan meminta izin ke orang tua lalu saya berangkat bersama sahabat saya. Ketika itu teman-teman yang ikut dari rombongan Kota Subang menggunakan mobil, sedangkan saya hanya membawa motor. Lalu kami janjian dulu di salah satu rumah sahabat saya yang dekat dengan lokasi Bukit Pamoyanan tersebut yaitu di Cimanggu.

Disana kami mempersiapkan kebutuhan makan seperti timbel, sambal dan ikan untuk di bakar. Setelah menunggu, rombongan dari Kota Subang pun akhirnya datang dengan perbekalan yang penuh dalam mobil seperti 3 buah tenda, karpet, senter dan ayam untuk dibakar. Kemudian kami langsung berangkat berbarengan sekitar pukul 19:00 WIB. Sampai di parkiran kami sangat antusias sekali karena sebentar lagi kami akan di tempat orang-orang yang ada di instagram tersebut di posting, ya, Bukit Pamoyanan. Lumayan jauh untuk menuju puncak saya merasa ngos-ngosan nafasnya, maklum sudah faktor usia dan menjadi anak pasca pramuka juga tidak menjamin semangat terus hehehehe.

Ditemukanlah tempat yang cukup luas untuk mendirikan tenda untuk kami istirahat. Disana kami membangun 2 tenda dom dan 1 tenda segitiga yang dibawa dari rombongan Kota Subang. Selesai mendirikan tenda kami akan makan bersama yang sebelumnya harus mencari kayu bakar untuk memanggang ikan dan ayam, yummy! Memakan waktu cukup lama sih untuk memanggang ayam 2 ekor tersebut tapi ikan sudah semua matang. Saat itu saya pergi ke tenda tetangga untuk mencari suasana baru dan tak lama kemudian waktu makan sudah siap dan saya bersama teman-teman yang lainnya menuju ke tenda utama untuk makan malam bersama. Nikmat.

Waktu malam terus berjalan saya memilih tidur karena kondisi badan yang capek dan ingin beristirahat, sedangkan sahabat-sahabat yang lainnya memilih untuk bermain salah satu permainan di aplikasi handphone. Menjelang shubuh saya sudah bangun dan langsung menuju ke toilet umum, ingin tahu nggak? Pas sampai disana antri banget, guys. Hampir satu jam saya berdiri kuat menunggu giliran masuk toilet. Setelah dari toilet, saya dan sahabat-sahabat lainnya bergegas untuk menuju area utama dimana pemandangan samudra awan akan terlihat. Karena tak ingin membuang kesempatan kami rela mengantri lagi jika ingin naik ke menara untuk berfoto dan melihat pemandangan lebih jelas.

Sesampainya diatas menara saya bersyukur sekali kepada Tuhan, karena telah mengizinkan saya untuk berdiri diatas menara itu. Ternyata do’aku terkabul cepat, alhamdulillah. Puas berfoto-foto diatas menara sebelum turun saya mengabadikan betapa ramainya dibawah sana, orang-orangnya dan banyak juga tenda-tenda yang berdiri dibawah menara. Bukit Pamoyanan itu hanyalah kabut tebal yang membentuk lautan awan putih. Disana terdapat 1 menara dan 1 jembatan sebagai tempat-tempat instagramable. Setelah dari menara kami bergegas menuju jembatan karena kami tak akan menyia-nyiakan kesempatan mumpung ada disini, pikirnya.

Di menara maupun di jembatan sama-sama di waktu, lho. Dan sama-sama di batas orangnya. Karena menara dan jembatan tersebut dibuat dari bambu jadi kita harus berhati-hati jika banyak yang naik. Saya bersama 3 teman naik menara itu sebab batas maximal orang yang boleh naik hanya 4 orang begitupun di jembatan. Tetapi, itu semua nggak bikin saya kecewa saat saya dan teman-teman lain harusnya naik bersama ke menara itu, karena yang terpenting saya bisa naik di menara itu (jahatnya diriku). Disana terdapat antrian yang panjang jadi kami harus cepat-cepat untuk mengambil fotonya dan bagaimanapun hasilnya terimalah ketika difoto diburu-buru dan saat itu saya yang tak punya gaya difoto hanya seadanya, saja. Sedih.

Sudah puas naik menara dan jembatan akhirnya saya menemukan sunrise lalu berfoto sendirian dengan matahari tersebut (kasihan), ketika orang-orang berfoto sama pasangannya hahaha. Tak lama dari sana saya langsung pulang ke tenda dan prepare untuk pulang. Sebelumnya saya mengabadikan suasana tenda kami dan pemandangan gunung-gunungnya untuk kenang-kenangan. Lalu kami membuka tenda masing-masing dan pulang menuju arah area utama untuk sekali lagi berfoto ria. Itu lah pengalaman saya ketika camp di Bukit Pamoyanan demi mendapatkan view samudera awan dan berburu matahari terbit. Semoga tempat wisata ini akan selalu berkembang terus untuk memajukan Kabupaten Subang! Merdeka!

 

IMG20170716055624IMG20170716055627IMG20170716055629

Berkunjung ke Loop Station dan Maen di UPI Bandung

Suasana siang kemarin sangat berbeda, rasanya senang sekali. Jujur saja tempat yang aku kunjungi kemarin itu sangatlah membuat mata ini terbelalak dan juga mulut sering berkata ‘wow’. Mungkin, ini biasa untuk orang-orang asli Bandung and apa emang aku yang kudet, banget. Nyatanya emang begitu guys, aku sangat beruntung bisa ke tempat itu yang awalnya aku mau ke gerai Telkomsel biasa di jalan A. H Nasution. Tetapi,  Allah mengurungkan niatku dan menjadi batal karena aku harus ke tempat yang lebih cocok dan tentunya mengagumkan yaitu, Loop Station Bandung. Ini sangat tidak dibayangkan sebelumnya rencana Engkau sungguh indah. Jadi, ceritanya aku beres perkuliahan mempunyai rencana buat ngebenerin id simcard yang udah jelek pokoknya dan pengen di upgrade ke 4G. Yay! Akhirnya aku rencanakan ke gerai Telkomsel biasa di jalan kampus yang tak begitu jauh. Dan sekalian juga pulang arah Lembang karena aku punya rencana lagi mau maen ke perpustakaan UPI dan berakhir di kosan Iqma – kembaran ceritanya – anak FPOK UPI punya. Dimulai hari Rabu aku akan pergi ke gerai pukul 1 siang, nyatanya emang males kalo berpergian jam segituan. Panas. Ngantuk. Sumpek.

Akhirnya aku tegaskan lagi niat untuk besok. Berhubung aku suka banget sama makaroni dan berencana buat bawain Iqeum (panggilan akrab) makaroni tersebut. Dia memesan rasa pedas, pedas banget katanya. So, aku meng-iya-kan karena itu bukan urusanku jika nanti nyatanya pedes itu berujung kenapa-kenapa. Lalu hari esoknya sepulang kuliah tidak seperti biasa nongkrong dulu depan fakultas tetapi aku langsung caw ke kosan untuk prepare. Ketika sampai dikosan aku lihat jam masih menunjukan angka 10 pagi, ya emang kepagian karena aku janji sama Iqeum buat otw pukul 1 siang. Di pikir-pikir daripada berangkat jam segitu pasti macet, mending sekarang biar waktu dijalannya santai dan aku lebih bisa menikmati perjalanan (gaya bet sih, Han). Tepat pukul 11:30 aku berangkat menuju depan kampus karena mau beli makaroni yang special itu. Sesampainya di depan kok nggak buka ya, aku dekatin lagi penglihatan dan ah yaa memang belum buka masih tertutup rapat guys. Rasa kecewa merasuki hatiku dan penyesalan telah menjanjikan untuk aku bawakan apa gantinya? Dengan niat yang tulus aku lanjutkan saja langsung naek angkot daripada memikirkan makanan apa gantinya buat Iqeum, berdoa saja supaya nanti ada makanan yang aneh di jalan. Dengan kelalaianku sendiri akhirnya gerai Telkomsel itu terlewat. Bagaimana ini rencana yang menurutku gagal dan mengecewakan itu sungguh menyedihkan.

Aku menerima saat makaroni masih tutup, gerai Telkomsel terlewat dan apakah aku harus gagal juga buat maen ke UPI dan kosan Iqeum. Karena tidak ada yang sia-sia di dunia ini setelah itu aku berusaha kembali, ikhlas. Mungkin belum saatnya aku memperbaiki id simcard tersebut. Belajar dari kesalahan aku tak boleh lalai kembali dan ya ketika ada penumpang turun di daerah Ujung Berung bahagia aku membaca dari dalam angkot tulisan “makaroni”. Tanpa pikir panjang lagi aku juga ikut turun walaupun sebenarnya tujuanku bukan disana, ah siapa yang tahu aku akan punya rencana aneh itu buat turun ditempat yang bukan tujuan awal. Tempatnya hampir sama seperti tempat  makaroni dilangganan aku dekat kampus, ada makaroni yang basah dan kering, tempat pencampuran bumbu dan daftar hargnya. Perbedaannya di tempat makaroni ini lebih luas dan hmm harganya pun berbeda, guys. Bedanya Cuma 1k kok nggak banyak-banyak hahaha kalo harganya lebih mahal 2 kali lipat dari makaroni langganan disana mungkin aku akan pura-pura salah tempat dan kelihatan bingung (biasa akting). Oh iya aku nggak sempet foto tempatnya karena malu bet, karyawannya juga pada fresh and ketjeh gitu. Disini mereka memakai seragam berwarna hitam berikut topi pelengkapnya dan juga tempat pembayarannya khusus alias ada kasirnya. It’s so good!

ngehe
Twitter : @Ngehe_Id
Instagram : @ngehe_id
Fb : makaroningeheofficial
Web : ngehe.com

Aku sebagai anti pedes memesan rasa balado dan untuk Iqeum aku pesankan pedaaaaaaas level akhir yaitu 5. Aku gak tahu sih seberapa pedes-pedesnya karena yang aku tahu hanya Iqeum memesan rasa pedes, banget. Daripada aku malu kok tumben yang rasa balado gak pake pedes kaya anak bocah aja hahaha mungkin ini cobaan dan akhirnya aku bilang tambah pedesnya level 1 (seperti biasa level  1). Seperti gambar diatas nama makaroni itu adalah “Mahe” kepanjangan dari makaroni ngehe. Entah apa maksudnya ngehe disana mungkin rasa yang enak dan membuat pembeli ketagihan untuk membeli lagi dan si pembeli ngehehehe deh karena bulak balik buat beli. It’s my opinion guys, jangan anggap bener apalagi serius, deal?

Selesai beli makaroni dan hatiku sangat L E G A karena janjiku ke Iqma telah ditepati. Selanjutnya aku melanjutkan perjalanan dengan naek angkot (lagi). Sampai di Terminal Caheum aku bingung akan kemana selanjutnya antara ke gerai Telkomsel yang baru direncanakan atau mampir dulu di Toko Buku setiap hari diskon yaitu “Toga Mas”. Hmm dipikir ulang kalo mau berhenti dulu di disana berarti aku harus membeli 1 atau 2 buku dan sayang ongkos kalo nggak beli. Well, aku putuskan untuk lain kali ke Toga Mas karena baru-baru ini aku udah memborong buku di toko buku online. Walaupun aku harus beli walaupun 1 buku saja, uang dari mana deh ini juga pas-pasan banget dah buat pulang (jujur amat si gua).

Setelah aku nyari-nyari di mbah segala tahu (Google), aku mendapatkan macam-macam gerai Telkomsel di Bandung dan dipilih lah gerai id simcard yang sesuai dengan jenis kartu yaitu Loop Station di jalan Dipenogoro No. 41 Bandung. Gembira banget gak bohong karena tempat itu sebelumnya aku idamkan-idamkan karena sesuai sama id simcard aku, Simpati Loop. Setelah turun dari angkot lalu aku masuk ke gerbang stationnya, rasanya disitu dag dig dug antara senang, terharu dan deg-degan baru pertama kali. Ketika melihat sekeliling termasuk ada pos satpam aku tersenyum kaku karena baru pertama kali dan takut ditanya hahaha. Setelah itu aku masuk dan WOW suasananya sangat berbeda dari apa yang aku pikirkan sebelumnya, guys.

Lihat lantainya kaya rumah yang jarang ditempati semacam jalanan diluar atau lebih tepatnya jalan raya soalnya nggak pakai keramik, lucu kan. Kemudian yang bikin aku WOW lagi itu tempat layanan service-nya ada diatas, guys. Dibawah itu tempat komunitas dan juga ada banyak permainan beberapa yang aku tahu ada ruangan pees, permainan bola dimeja, skateboard, billliard, catur, tempat foto, tempat nongkrong, tempat pentas dan masih banyak lagi. Speechles banget semuanya lengkap ada mushola nya juga didalem walaupun kecil pun tapi penataannya bagus beud. Ruangan dan bangunannya zaman dulu banget tapi isinya serba modern. Kalian harus coba kesana gengs! Oh iya aku kebagian antrian no 09 lho, lumayan dah nggak terlalu lama nunggu u,u

nomor antrian

Cuma beberapa menit menunggu akhirnya id simcard ku sudah beres, yeay! Jadi bisa dipakai nano dan juga mikro. Next trip go to campus UPI guys, dan lagi-lagi aku menunggu angkot (lagi) untuk menuju sana. Sesampainya di UPI aku bingung mau kemana aku ini, wkwk. Melihat sekeliling sepi banget deh jarang dijumpai orang berjalan, kebanyakannya pakai mobil. Untung ada se-geng mahasiswi yang sedang menuju atas melewati gedung isola. Tak menunggu waktu lama aku langsung mengikuti jejak mereka kemana jalan untuk bisa keatas dan menuju gedung museum. Tujuan awal sih perpustakaan tapi berhubung aku nggak tahu dimana letaknya aku putuskan untuk jalan-jalan saja. Sampai lah di gedung museum UPI dan ragu-ragu untuk masuk akhirnya aku duduk saja di keong-keongan dan membuka sebuah buku novel.

Tepat pukul 16:00 Iqeum ada menghubungi untuk menanyakan keberadaan aku. So, aku langsung menutup buku dan makaroni yang sedang aku makan dipegang saja karena tinggal sedikit lagi. Perasaan senang mengahmpiri lagi ketika aku bertemu dengan Iqeum – my kembaran – tak lama dari itu kita menuju kosannya dibelakang kampus. Ternyata letak perpustakaan itu ada didalam sebelah kiri, hmm. Di ujung kampus ada fakultas Iqeum yaitu FPOK (Fakultas Penjas Olahraga dan Kesehatan) dengan banyak fasilitasnya seperti gelanggang kolam renang, stadion, lapangan, gymnasium dan yang lainnya. Setelah melewati jalan gang yang berbelok belok lebih bingung dari jalan gang menuju kosan aku, bre. Sampai dirumah tingkat dan kosan Iqeum itu terletak diatasnya. Hari kemarin menjadi sangat istimewa bagiku. Alhamdulillah. Berjalan sesuai dengan rencana.

Pertama, buat ngebenerin id simcard di gerai yang sangat unik, wonderfull, kreatif dan semacamnya sulit aku katakan karena saking bagus sekali, asli. Kedua, keajaiban tempat makaroni yang ada gantinya lebih kece dan pokoknya sesuai tujuan deh buat beli makaroni. Ketiga, bisa jalan-jalan di kampus UPI walaupun nggak jadi masuk ke perpustakaannya, ya setidaknya jadi tahu posisi dan letak perpustakaan UPI. The last, keempat jadi tahu kosan Iqeum dan bisa menginap disana sekaligus nambah-nambah silaturahim yegak. Aku menginap dikosan Iqeum dari sore sampai pagi, malam harinya kita maen ke jalan geger kalong buat beli makan malam. Kita beli sepakat membeli kwietaw. Tepat pukul 07:00 aku pulang sambil menikmati suasana pagi dikampus UPI menuju terminal Ledeng, karena Mama sudah menunggu dirumah 🙂

My Scout in High School

Assalamu’alaikum warrahmatullahi wabarrakatuh…

Come back again on my simple blog about my story yesterday and today. Yeay, yesterday is have fun! You want to know why ? Kemarin itu adalah acara wajib tahunan di Pramuka MAN 1 Subang yang sering kita ketahui yakni alih golongan atau disingkat PGP (Pengenalan Gerakan Pramuka). Kalau istilah sekarang ditemui dengan MATSAMA (Masa Ta’aruf Siswa Madrasah) yang didalamnya akan dikenalkan Pramuka MAN 1 Subang secara umum. Disini aku mau menceritakan sedikit cerita tentang kemarin sore sampai pagi tadi.

Pramuka sejak dulu sudah menjadi bagian hidup dan menjadi ekstrakurikuler yang sangat diminati selain Drum Band or Marching Band. So, kalau ada acara tentang Pramuka di almamater tercinta aku selalu ikut berpatisipasi seperti alih golongan tersebut karena di dalam acara tersebut aku dan rekan yang lainnya tidak ikut campur dalam hal acara atau tidak akan merusak acara dengan mengambil alih komando. Kami (read: Dewan Kehormatan) hanya memantau atau sekedar ikut merasakan bernostalgia dan selain itu menambah silaturahim juga dikarenakan kami bertemu dengan Pembina Pramuka yaitu Bapak Uus dan Ibu Fifit, anak-anak DA (Dewan Ambalan), Ateu (penjaga kantin), Mang Ujang (pedagang minuman), Kang Opik (penjaga sekolah) dan masih banyak lagi. Oh iya soulmate Mang Ujang kebetulan nggak ada yaitu Mang Wahyu (pedagang mie ayam) mereka adalah pedagang yang sangat setia di sekolah kami sudah lama kami mengenalnya selain disana ada kantin yang diurus oleh Ateu.

Next, kami disana mengadakan suatu rapat yang dimana Pak Uus selaku Pembina menjadi ketua rapat. Dalam ruangan tersebut diisi oleh semua alumni yang tentunya juga sudah menjadi Dewan Kehormatan atau Purna DA mulai dari angkatan tertua seperti tahun 2010 sampai angkatan tahun kemarin yakni 2016. Rapat tersebut membahas tentang program rencana perlombaan yang akan diadakan tahun depan awal semester 2 tepatnya bulan Januari 2018. Lomba ini sebelumnya sudah dilaksanakan dalam MASCOUT I se-Kabupaten pada bulan Januari 2017 di kampus kami tercinta MAN 1 Subang. Untuk adik-adik atau kawan-kawan yang mempunyai adik mari persiapkan segera lomba tingkat Penggalang tersebut tahun depan. Setelah semuanya berjalan sampai akhir sesi rapat, kami berharap akan lebih baik dari perlombaan sebelumnya seperti jenis lomba sebelumnya ada 5 ada Tari Komando, Screet code, Menghias tong sampah, Pionering Mini dan Senam Semaphore tersebut akan ditambah kategori perlombaan menjadi 8 dan menjadi tingkat Provinsi se-Jawa Barat, DKI, Banten. InsyaAllah…

Rapat yang dimulai pukul 22:00 WIB tersebut telah selesai sampai pukul 23:30 WIB dengan lancar dan dilanjut dengan sesi makan-makan ada yang membawa nasi goreng, martabak, ice cream, kue ringan dan ciki-cikian. Kami sangat bersyukur mempunyai keluarga yang kompak di DA Dewi Sri Kandi Sakti dan Satria Dharma Buana Sakti tersebut yang berada didalam Gugus Depan 01.242-01.243 Pangkalan MAN 1 Subang. Yes! Akhirnya waktu kami untuk bernostalgia siap pukul 01:00 dini hari dengan menginap di mushola sekolah sampai waktu subuh untuk sholat berjam’ah. Selanjutnya kami melaksanakan persiapan pulang lalu berpamitan dengan seluruh komite sekolah yang ada dan para Pembina. Lalu kami pulang pukul 06:00 WIB dan sampai di kediaman satu jam setelahnya yang dilanjutkan dengan makan sorabi di dekat Situ Cigayonggong di Kasomalang. Berhubung hari Minggu dan tempatnya kurang luas untuk di makan disana sambil melihat pemandangan situ menjadi kami meniatkan untuk dibungkus lalu dimakan dirumah salah satu dari kami.

pgp 7pgp 6

             Mungkin cukup sekian cerita ini. Kemaren bertepatan dengan pertandingan bola yaitu Persib vs Persija. Namun kami tidak bisa menonton karena fasilitas televisi yang kurang mendukung alias di sensor. Oke guys, happy weekend and dont forget to study hard!

SALAM PRAMUKA!

Wassalamu’alaikum… 

 

 

Akhir Mei? So, interesting

Selamat siang menuju sore kawan – kawan. Gimana kabar puasa kalian semoga berjalan dengan lancar dan tidak ada gangguan yang terkutuk.

    Sekarang aku mau cerita tentang kemarin. Yups! Lebih tepatnya hari kemarin yang jatuh pada hari Rabu tanggal 31 Mei 2017 itu kalian pasti penasaran, kan? Apa sih yang bikin menariknya pada akhir bulan itu. Pertama, aku, ketemu –ngobrol langusung- sama, seseorang, siapa, lagi, kalau bukan dia HEHE. Pokoknya seneng deh! Walaupun itu hanya sebatas ya bukan pertemuan yang biasa tapi didalam keseriusan, benar sekali keadaannya formal bangeeet. Kalian tahu apa? Aku di interview sama dia, dia yang aku kagumkan (lebay parah). Oke gak apa – apa ini hanya suka biasa yang diterpa angin pun akan hilang. Layaknya debu dijalan ketika turun hujan lalu debu itu tertimpa butiran hujan akan menghilang yang entah kemana.

  Next, hal yang menarik lagi ialah acara buka bersama anak kelas yang super mendadak! Kalian mungkin akan mempersiapkan acara seperti itu lebih ‘wah’ atau ditempat yang layak ya, contohnya di rumah makan, restoran atau di cafe – cafe ternama. Mungkin, ini, lah kelas kami, agrtoteknologi 2015 IV/A yang mempunyai kriteria sikap tegas dan selalu mendadak –terkecuali saya- jujur saja. Ada alasan dibalik semua ini sebenarnya, yaitu jika hari Sabtu maka akan bentrok dengan bukber Himagi dan jika diundur minggu depan kami sedang UAS (ulangan akhir semester). Rencananya, sih setelah uas kami akan mengadakan lagi acara bukber^^

Akhirnya setelah obrolan chat grup di pagi hari merencanakan bukber, pada sore hari itu juga rencana itu pun terealisasi baik. Mantap, tidak?

Setelah itu, kami pun membuat cuci mulut berupa ice buah yang dimana buahnya Cuma 3 jenis, apel, limus dan semangka, sisanya kita ganti dengan sekoteng dan agar – agar (lebih hemat).

     Hingga diakhir acara kita membuat rapat sidang pleno awal tentang rencana Class Tour hingga pukul 21:00 WIB. Musyawarah ini dipimpin langsung oleh kosma langsung yaitu Mr. Fhandan yang mirip orang RRC sehingga kami memanggilnya dengan sebutan “koko”, mungkin lebih uniknya sebutan coco fhandan rasa strawberry 😀

IMG20170531192436
Sidang Pleno Tour
IMG20170531192431
Sidang Pleno Tour

   Cukup sekian cerita kali ini, mudah – mudahan dicerita selanjutnya bisa lebih bermanfaat lagi. Do’akan. Juga do’akan ingin bikin buku sendiri baik itu cerpen, novel, biografi maupun memoriam. Untuk buku pelajaran Alhamdulillah sudah dua kali menerbitkan 🙂

Don’t never gie up!

Smile you unforgettabble.

Bandung, 01 Juni 2017

Kunjungan ke Ewindo

18 April aku menginjakan kaki lagi ke PWK alias Purwakarta Istimewa. Sudah berapa tahun yang lalu~

Tidak seperti biasanya hari ini aku bangun sangat pagi dan menyiapkan semua bawaan, karena hari ini ada kelas kunjungan ke Purwakarta, Jawa Barat. Kami –Agroteknologi 2015– akan berkunjung ke dua tempat, yang pertama ke PT. EAST WEST INDONESIA (ewindo) atau kita kenal produknya dengan nama “CAP PANAH MERAH”. Kunjungan ini berlangsung selama satu hari dan lokasi PT. Ewindo ini terletak di Desa Banteng, Kecamatan Campaka – Purwakarta  41181. Ewindo adalah perusahaan benih sayuran terpadu di Indonesia yang menghasilkan benih unggul sayuran melalui kegiatan pemulia tanaman. Hasil penelitian dan pengembangan benih sayuran ini diproduksi, diproses dan dikemas serta di pasarkan untuk  petani Indonesia dengan merk dagang “CAP PANAH MERAH”.

Perusahaan Benih –> Riset Penelitian –> Teknologi Benih –> Packaging–> Marketing

East West menerapkan sistem DNA molekuler marker dan kini sudah mengeluarkan sebanyak 150 varietas. Pada tahun 2012 Ewindo mempersembahkan Tyto Alba yang dimana Deputi Direktur Seed Operation PT. East West Indonesia yakni Bapak Agung Subroto mengenalkan teknik pengendalian hama tikus dengan burung hantu (Tyto Alba) kepada petani di Desa Bumiharjo, Glenmore, Banyuwangi, Jawa Timur.

East West didirikan pada tahun 1990 dan diresmikan pada tanggal 11 Juni 1991 oleh Mneteri Pertanian RI dan sampai tahun 2017 saat ini Ewindo sudah membina petani sebanyak 7000 dan memiliki 35000 pegawai polinator. Untuk mengembangkan pengawasan terhadap mutu dari hulu sampai hilir proses manajemen agribisnis maka Departemen Quality Assurance adalah ujung tombaknya. Setiap proses produksi benih, Ewindo menghasilkan sebanyak 4 ton per hari.

Sampai disana kami disambut oleh pemandu perusahaan untuk memasuki wisma pertemuan dan ada beberapa sambutan untuk penerimaan rombongan. Setelah itu kami diberikan izin untuk bisa masuk ke ruangan processing dan di pandu oleh Bapak siapa ya, saya lupa lagi 😀 setelah itu adzan dzuhur kami selesai mengelilingi semua area processing tersebut. Selanjutnya kami foto bersama dan melaksanakan sholat Dzuhur lalu dilanjutkan dengan perjalanan ke dua yaitu ke Waduk Jatiluhur.

Bye, East West 🙂 sampai berjumpa kembali~

 

🍀🌸 – at PT East West Seed Indonesia

See on Path

Praktikum di Tahura

Praktikum 😑 – at Taman Hutan Raya goa jepang/goa belanda

1491798440288

Praktikum kali ini tentang stratifikasi tumbuhan yang dilaksanakan di Taman Hutan Raya Ir. H. Juanda – Dago. Hasil yang diperoleh dari pengamatan terdapat 4 termasuk Pohon, 3 Tiang, 3 Pancang dan 10 yang tergolong Semai. Menurut Rahardjanto (2004), untuk mengetahui semai, pancang, tiang dan pohon dapat dilihat berdasarkan tinggi pohon dan DBH. Kegunaan mengetahui DBH ini untuk mempelajari analisa vegetasi.

Analisis vegetasi adalah suatu cara mempelajari susunan dan atau komposisi vegetasi secara bentuk (struktur) dari tumbuhan. Unsur struktur vegetasi adalah bentuk pertumbuhan, stratifikasi dan penutupan tajuk (Surasana, 1990). Di Taman Hutan Raya (Tahura) Juanda ini mempunyai beragam kekayaan alam yang begitu menakjubkan seperti halnya pohon besar Ki Oray. Ki Oray tersebut memiliki DBH (Diameter Breast High) yang paling besar yaitu 114,65 cm dan sudah jelas masuk ke dalam stratifikasi pohon karena lebih dari 35 cm. Tingginya pun lebih dari 50 m yaitu sepanjang 60,5 m. Sedangkan untuk vegetasi kecil seperti semai mempunyai DBH sebesar 0,15 cm yang dimiliki oleh tumbuhan Cyperus kyllingia.

Taman Hutan Raya (Tahura) Juanda atau lebih dikenal dengan nama Dago Pakar adalah tempat wisata alam yang berada diantara kawasan Cicadas dan Lembang. Tempat pelaksanaan praktikum ini tidak terlalu jauh dari pusat Kota Bandung, yaitu berjarak 7 km jika melalui Jalan Ir. H. Djuanda atau dikenal Jalan Dago. Adapun kendala dalam praktikum kali ini yaitu kebanyakan di Tahura untuk stratifikasi pohon itu di dominasi oleh Mahoni Uganda sedangkan kita harus mencari 5 jenis spesies yang berbeda. Tetapi, kalau untuk stratifikasi semai banyak sekali macam spesiesnya.

 

1491797721502
Kang Agung (Dosen Praktikum)

 

 

IMG20170408155614
Me and Dedew

 

 

1491797264500
Masuk Gua

 

See on Path