Kontaminasi (Browning) Pada Teknik Kultur Jaringan

Dalam bidang pertanian saat ini selain budidaya pertanian organik yang sedang digalakkan disamping itu untuk memanfaatkan perkembangan teknologi terbaru yang ada dalam bidang pertanian saat ini dan masa depan yaitu dengan teknik kultur jaringan. Kultur jaringan atau kultur in vitro atau tissue culture adalah suatu teknik untuk mengisolasi sel, jaringan, dan organ kemudian menumbuhkan bagian tersebut pada media buatan yang mengandung kaya nutrisi dan zat pengatur tumbuh pada kondisi aseptik sehingga bagian-bagian tersebut dapat memperbanyak diri dan berenegerasi menjadi tumbuhan sempurna kembali (Kristina et al, 2017). Menurut Erizka Fauzy (2017), kultur jaringan adalah suatu metode untuk mengisolasi bagian tanaman (daun muda, mata tunas, ujung akar, keping biji atau bagian lain yang bersifat meristematik) serta menumbuhkannya dalam media buatan yang kaya nutrisi dengan penambahan zat pengatur tumbuh (ZPT) secara aseptik (steril) dalam wadah in vitro yang tembus cahaya sehingga bagian-bagian tersebut dapat memperbanyak diri dan beregenerasi menjadi tanaman lengkap kembali. Kultur in vitro tidak hanya dapat digunakan untuk konservasi dan perbanyakan tanaman, melainkan dapat juga diterapkan untuk produksi metabolit sekunder (Anis dan Oetami, 2010). Namun, kontaminasi oleh mikroba merupakan salah satu masalah serius dalam kultur in vitro tanaman (Leifert dan Cassells, 2001).

Ciri yang terdapat pada kontaminasi tersebut diantaranya pencoklatan pada eksplan ataupun media. Proses pembuatan kultur jaringan, komponen yang paling rentan terhadap kontaminasi mikroorganisme adalah media tumbuh dan eksplan Gunawan (1988). Berdasarkan hasil penelitian Anis dan Oetami (2010), penyebab dari kontaminasi (browning) akibat gejala yang ditimbulkan dari adanya serangan jamur adalah tumbuhnya hifa-hifa jamur pada permukaan media maupun eksplan setelah inokulasi selama rata-rata 4-10 hari setelah tanam. Di samping itu, mikrooganisme akan menyerang eksplan melalui luka-luka akibat pemotongan dan penanganan waktu sterilisasi sehingga mengakibatkan jaringan eksplan. Eksplan yang terkontaminasi akan menunjukkan gejala berwarna putih, biru, coklat atau krem yang disebabkan jamur dan bakteri. Media tumbuh dan eksplan dapat terkontaminasi oleh mikrooganisme karena keduanya dapat berfungsi sebagai subsrat yang baik bagi pertumbuhan mikroorganisme termasuk bakteri (Doods dan Roberts, 1983) dan jamur (Gunawan, 1987). Pandiangan (2003), mengatakan bahwa kontaminasi dapat terjadi dari eksplan baik eksternal maupun internal, mikroorganisme yang masuk kedalam media, botol kultur atau alat-alat tanam yang kurang steril, ruang kerja dan kultur yang kotor (mengandung spora di udara ruangan laboratorium) dan kecerobohan dalam pelaksanaan.

Selain itu, masalah lingkungan inkubator juga tidak bisa diabaiakan karena ini juga sering menjadi masalah. Suhu ruangan inkubator sangat menentukan optimasi pertumbuhan eksplan, suhu yang terlalu rendah atau tinggi dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan pada eksplan. Kebutuhan antara satu tananaman dengan tanaman yang lain berbeda, namun demikian solusinya sulit dilakukan mengingat umumnya ruangan inkubator suatu ruangan laboratorium kultur jaringan tidak bisa dibuat variasi antara satu ruangan dengan bagian ruangan yang lainnya.

 

 

Referensi :

Anis S dan Oetami Dwi H. 2010. Pengaruh Sterilan Dan Waktu Perendaman Pada Eksplan Daun Kencur (Kaemferia galanga L) Untuk Meningkatkan Keberhasilan Kultur Kalus. AGRITECH, Vol. XII (1) 11 – 29

Erizka F, Mansyur, dan Ali Husni. 2017. The Effect Of Using Murashige And Skoog Medium (Ms) And Vitamin To Callus Regeneration Of Napier Grass (Pennisetum Purpureum) Cv. Hawaii Post On Gamma Radiation Ld50 Doses (In Vitro). Fakultas Pertanian UNPAD, Vol. 1 (1) 1-22

Gunawan, L. W. 1987. Teknik Kultur Jaringan Tumbuhan. Departemen Pendidikan dan  Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Pusat Antar Universitas (PAU) Bioteknologi. Institut Pertanian Bogor. 36-101.

Kristina M, Oratmangun, Dingse P, dan Febby K. 2017. Deskripsi Jenis-Jenis Kontaminan Dari Kultur Kalus Catharanthus roseus (L.) G. Don. Jurnal Mipa Unsrat Online, Vol. 6 (1) 47—52

Litz, R. E. and D. J. Gray. 1995. Somatic Embryogenesis for Agricultural Improvement. World Journal Microbiology and Biotechnology. 11:416-425

Iklan

Darurat Agraria

darurat agraria

Pada pembahasan pendahuluan praktikum Budidaya Tanaman Pangan Utama dan praktikum Pengelolaan Air kali ini diadakan seminar atau sharing dan diskusi terbuka bersama Wanggi Hoed (Seniman dan Pemerhati Isu Lingkungan dan Agraria). Beliau lahir di Cirebon tepatnya tanggal 24 Mei 1988 lalu merupakan Alumni STSI atau sekarang kita kenal dengan ISBI Bandung dan lulus tahun 2012. Aktif berkarya dan berproses kreatif di dunia seni pertujunkan sejak tahun 2004 sebagai alumnus jurusan teater tersebut beliau sekarang produktif berkarya di berbagai ruang publik dan ruang budaya. Wanggi Hoediyatno begitu nama aslinya adalah Seniman Pantomime Indonesia. Selalu menggunakan bahasa perdamaian dalam aksinya. 

darurat wanggi
Wanggi Hoed

Sebelum dimulai ke sesi diskusi dan sharing kami disajikan 2 buah film tentang kasus ke-agraria-an. Film pertama yang berjudul “SAMIN vs SEMEN” dan film kedua adalah “KASUS LANGKAT 3”. Pada intro film pertama ditayangkan luas lahan pertanian daerah Jawa Timur yang selanjutnya luas pabrik semen (Gresik/Indocement) sisa penggerukan. Awal mulanya PT. Indocement akan membangun di wilayah orang Samin, akan tetapi penolakan orang Samin begitu kuat sehingga berhasil pindah ke daerah lain yaitu ke Rembang tepatnya di Kecamatan Gunen. Sejak zaman dahulu juga orang-orang Samin memang selalu menentang apa saja terhadap pemerintah Belanda seperti contohnya enggan membayar pajak. Lalu dengan penolakan orang Samin pabrik semen terhambat. “Sedulur Sikep” itulah motto dari orang-orang Samin.

 

Selain di Rembang, aksi penolakan terhadap pembangunan semen juga terjadi di Pati Kecamatan Tambakromo. Mereka – para petani Jawa – sangat sedih jika tanah nenek moyangnya di alih fungsikan menjadi lahan industri. Karena, lahan pertanian masyarakat Jawa Timur jauh lebih penting untuk menyambung kehidupannya dan akan menjadi harta warisan untuk anak cucu mereka. Disana lebih diutamakan menjadi petani dan pantang untuk menjadi pedagang apalagi untuk menjadi orang yang terpandang. Sebuah kutipan yang saya ambil dari film pertama yaitu dari masyarakat Jawa Timur adalah

 

Lebih baik meperbaiki tindakan dan ucapan, tidak mengejar harta, pangkat serta jabatan” tutur Ketua Desa.

 

        Selanjutnya dari film pertama tersebut kita diberikan rasa kemanusiaan dan kepedulian terhadap perjuangan masyarakat Jawa terhadap perlawanan para aparat keamanan serta oknum yang pro terhadap pembangunan semen. Diantara masyarakat yang kontra terhadap pembangunan semen rela pagi, siang, sore untuk melawan para petugas penjaga gerbang sampai membuat tenda-tenda di pinggir jalan lalu setiap malam harinya selalu mengaji dan bershalawat sambil menangis. Perjuangan mereka sangat hebat sekali dan luar biasa hingga membuat para pekerja seni tersentuh hati nuraninya untuk melihat dan pastinya untuk menyemangati aksi tersebut. Salah satunya yaitu Melanie Subono, beliau banyak mewawancarai termasuk tukang ojek yang mengantarkannya ke tempat peristiwa penolakan pembangunan pabrik semen.

 

Dalam wawancaranya Melanie menanyakan berapa luas lahan yang diambil/digunakan PT. Indocement lalu menurut pernyataan tukang ojek tersebut lahan yang terkena penjualan/pembuatan untuk pabrik semen sebesar 180 hektar yang dimiliki dari 156 orang. Sesampainya disana, Melanie dan rombongan disambut dengan para ibu yang semangat menyanyikan lagu kemenangan yang dipimpin oleh Kepala Desa. Namanya tanah air, masa kita punya tanah tapi nggak punya air”, begitu pendapat Melanie setelah melihat semangat nyanyian para ibu di Pati. Selain itu, Melanie berpendapat bahwa semangat yang luar biasa itu telah mengantarkan dia ke tanah Jawa ini.

 

Semangat para wanita yang luar biasa di kampung ini, tidak seperti wanita di kota yang banyak nyeleneh dan mengeluh” jelasnya.

 

Selain di Rembang dan Pati sebelumnya pembuatan pabrik semen juga terjadi di Tuban. Kemudian para petani disana mengeluh akan dampak pengaruh negatif yang tercemar dari pembuangan pabrik semen. Mereka menginginkan segera ditutup pabrik tersebut tetapi sampai sekarang masih beroperasi saja. Menurut penuturan bapak petani di Tuban yang awalnya mereka di iming-imingi lahan pekerjaan setelah lahan budidayanya dijual. Namun, kenyataannya tidak sesuai dengan perjanjian lalu bapak tersebut merasa menyesal serta rekan-rekan yang lainnya pun merasakan hal yang sama.

 

Lebih baik tanah pertanian dapat menghasilkan sampai akhir hayat dari pada uang hanya sesaat dan pasti bakal hilang” tutur bapak tersebut.

 

Contohnya adalah anak bapak petani sendiri yaitu hasil dari penjualan lahan hanya dihargai sebesar Rp. 600.000,- per meter dan langsung dibelikan 2 buah sepeda motor oleh anaknya dan sampai sekarang motor tersebut semuanya rusak.

 

            Wawancara dengan bapak petani tadi menutup dari film pertama dan diakhiri dengan aksi nyata masyarakat Jawa khususnya orang-orang Samin. Walaupun mereka baru mendapatkan tanda pengenal negeri yaitu KTP (Kartu Tanda Penduduk) tetapi semangat berjuang untuk menghadapi perlawanan dari zaman Kolonial Belanda sampai sekarang masih kuat. Dilihat dari atas menggunakan bantuan drone, masyarakat petani Jawa membuat sebuah tulisan pembelaan terhadap penolakan pembuatan pabrik semen “TOLAK PABRIK SEMEN DI JAWA”. Film ini didokumentasikan oleh Tim Ekspedisi Indonesia Biru karya Dandhy Laksono dan Ucok. Menurut saya, film ini sangat bagus sekali karena ada unsur humornya dan membuat persuasif seseorang termasuk saya. Cara pengambilan gambar yang keren dan memadukan musiknya dengan tepat.

 

darurat 2
Film SAMIN vs SEMEN

Film kedua ini menceritakan hal yang serupa tentang darurat agraria yaitu pengalihan lahan sawit di Tanjunglangkat Sumatera Utara. Lalu membuat seorang aktor Rio Dewanto tergugah menuju kesana disela-sela proyek shooting film Filosofi Kopi 2 dan disana beliau langsung disambut oleh Tim SPI (Serikat Pertanian Indonesia). Sama seperti orang-orang Samin di Sumatera mereka menolak pengalihannlahan di PTPN II. Disini mereka lebih parah perlawanannya karena sampai ada yang dilempari batu oleh petugas keamanan sampai berdarah. Rio mewawancarai banyak termasuk Sekretaris Umum SPI. Jumlah areal luas lahan yang dialih fungsikan yaitu seluas 554 hektar menurut anggota SPI yang telah diwawancarai oleh Rio.

Setelah itu, dilahan yang dipermasalahkan mereka mendirikan tenda untuk mengaji bersama sekaligus untuk penyambutan kedatangan aktor terpandang – Rio Dewanto – atas partisipasinya untuk menyempatkan hadir di Tanjunglangkat tepatnya di Desa Mekar Jaya. Pertemuan diawali dengan sambutan bapak Kepala Desa dilanjutkan pidato dan aksi perlawanan yang terkait. Masyarakat disana menginginkan ucapan dari Presiden Joko Widodo tahun lalu tersebut sesuai yaitu akan membagikan kepada setiap petani lahan seluas 2 hektar untuk pertanian dan 0,25 hektar untuk pemukiman setiap satu rumah. Semoga ter-realisasi dengan baik. Menurut saya di film kedua ini memfokuskan wawancara masyarakat dan wawancara khusus bersama anggota SPI. Tetapi melalui video karya Rio Dewanto tersebut dapat menjadi video dokumenter yang persuasif dimana bisa mengubah serta menghasut kita sebagai mahasiswa untuk mampu seperti beliau yaitu peduli dan peka tehadap kedaruratan agraria.

darurat wanggi najwa
Wanggi Hoed di acara Mata Najwa

Setelah film kedua selesai selanjutnya dimulai sesi diskusi setiap kelompok. Berdasarkan pemaparan narasumber bahwa kia sebagai Agent of Change harus bisa menuntaskan masalah darurat agraria seperti 2 film yang telah ditayangkan. Bisa lebih peka terhadap problem seputar pertanian khususnya dan umumnya untuk semuanya. Kita sebagai mahasiswa harus mempunyai inovasi dan memperbanyak ilmu-ilmu seperti kesenian, hukum yang ada UU dan sebagainya. Contohnya seperti di Tuban ada pabrik semen yang sudah beroperasi sudah lama dan akan ditutup lalu bagaimana caranya agar segera ditutup/dihilangkanpabrik tersebut. Maka, kita sebagai mahasiswa harus mempunyai inovasi, ide dan gagasan se-efektif mungkin. Intinya kita harus bisa dan ahli dalam semua bidang keilmuan dan menjaga harta warisan Ibu Pertiwi yaitu lahan pertanian tanah air Indonesia. 

darurat

Rio-Dewanto-Film-Dokumenter

Maen ke Begonia Lembang

Next story… datang di hari Minggu.

Aku, Atay, Chacha, Diki, Auf, Agung bapak, Anita, Maya, Hasna, Ifeh, Intan and Dedew pergi ke Cibodas – Taman Bunga Begonia – . Oiya aku nggak masuk kesana sih cuma nganter kelompoknya Anita, nah walaupun nggak masuk tapi kami bisa foto-foto di taman luarnya juga bagus lho. Dan satu lagi, yang penting pengalamannya. Jika kalian berminat mau maen atau sekedar foto-foto bisa datang ke lokasinya, nih aku share alamatnya di Jalan Raya Maribaya No.120 A, Langensari, Lembang, Langensari, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat 40391

 

 

IMG20170219160803
this is Hasna

 

 

IMG20170219160835
this is Hikmaya

 

Pembukaan Lifuma-AJ 2016

Assalamu’alaikum selamat siang dari kosan Oren kamar 1 melaporkan dan hujan yang mengguyur kawasan Manisi dan sekitarnya.

            Hari ini hari Senin ya semua orang juga pasti mengetahuinya. Kali ini saya akan memberikan informasi mengenai acara Lifuma-AJ atau sering kita ketahui dengan kepanjangan Liga Futsal Mahasiswa – Antar Jurusan. Nah disini saya sebagai salah satu dari pesertanya, ya bisa dibilang atlet sih hehe. Tapi jangan heran kenapa kok ada perlombaan seperti itu di UIN? Namanya juga olahraga apa salahnya karena, UIN bukan hanya soal mengaji dan dakwah. Acara ini juga disetujui oleh Wakil Rektor III yakni bapak Muhtar Solihin dan sekaligus membuka acara tersebut. Oh iya kalau dalam bahasa perlombaan seperti ini disebutnya turnamen ya guys!

           Turnamen Lifuma-AJ resmi di buka oleh bapak Wakil Rektor III pada pukul 09:30 WIB yang bertempat di Mayasari Sport Hall dan didampingi oleh para atlet-atlet jajaran rektor seperti Ketua Umum UKM Liga. Turnamen ini akan berlangsung selama seminggu yang dimulai hari ini  tanggal 28 November dan berakhir pada tanggal 03 November 2016.

lifuma
2 dari kanan adalah wakil rektor 3 dan panitia sebelah kiri adalah Ketua Pelaksana.

Saya selaku peserta memohon doa untuk bisa menjadi juara dalam turnamen tahun ini. Kamu team putri Agroteknologi Putri mengirimkan 14 para atltet putri terbaik dari semua semester, 3 orang semester 1, 6 orang semester 3 dan 5 orang semester 5. Kami masuk dalam grup D lebih tepatnya D1 dan dalam grup tersebut ada dari jurusan MKS, Matematika Sains dan Sastra Arab atau PBA saya lupa deh. Nah untuk lebih jelasnya akan saya informasikan grup-grupnya dna jadwal pertandingannya.

Gema Tekno 8

          Ketika kampus berasa ada di pusat kota seperti jalan Braga, Gebyar Mahasisa Teknik Elektro (Gema Tekno) yang menyulap itu semua dimana acara tersebut berlangsung selama 3 hari, dimulai pada hari Jum’at 25 November sampai dengan Minggu 27 November 2016. Himanitro atau sering dikenal dengan Himpunan Mahasiswa Teknik Elektro merayakan agenda ulang tahunnya yang ke-8 dengan sangat mewah. Acara meriah ini mengusung tema “Inovasi Untuk Membangun Negeri” menurut Afit Nugraha selaku SC (Steering Commite) menyatakan tentang maksud dan tujuan dari acara tersebut yang mengandung beberapa aspek dalam berbagai rangakaian acara seperti Seminar, Musik, Bazar, Ekomers dan Donor darah. Pada zaman sekarang ini sudah selayaknya menjadi era digital oleh karena itu para mahasiswa teknik elektro ingin mengubah negeri dengan mengubah dari analog ke era digital dan dari manual menjadi otomatis, itu semua dicocokan dengan adanya seminar nasional yang di isi langsung oleh pengusaha yang sukses dan merupakan public figure yaitu bapak Sandiaga Uno dan bapak Khoirul Anwar yang terkenal dengan bapak teknologi yaitu pemilik 4G. Sehingga pemateri yang disajikan tersebut akan memotivasi audien dan khayalak umum.

           Berhubungan dengan konsep yang telah dilihat di halaman luas depan aula anwar musadad itu sebenarnya tidak ada tujuan dan ciri khas simbol tersendiri hanya hal yang bisa disampaikan supaya menarik perhatian dan lebih rame sehingga pengunjung tidak hanya mengunjungi setiap stand saja tetapi bisa foto-foto dan lain sebagainya. Bazar atau stand yang ada hanya untuk menarik masa yang besar dan jumlahnya pun terbatas hanya mencakup maksimal 20 stand “sejujurnya konsep ini tuh hanya terbesit saja, dimana per payung itu harganya dua puluh lima ribu rupiah dan disini itu ada seratus payung, dikalikan saja 100 x 25000 totalnya menjadi dua juta lima ratus ribu rupiah” jelas Afit (26/11). Dan lokasi yang dipakai yakni tempat parkir depan aula anwar musadad berhubung ada seminar nasional yang diadakan di aula anwar musadad sendiri sehingga para audien ketika istirahat tidak terlalu jauh untuk mencari makan dan mudah mencarinya.

tekno 2
Gema Tekno 8

          Gema Tekno ini pasti tidak mudah untuk mewujudkannya, oleh karena itu terdapat suka dan dukanya, “diantaranya duka yang baru aja dialami barusan, bapak Sandiaga Uno secara mendadak tidak bisa hadir dan seperti lainnya dimana para panitia selalu bentrok dengan kuliahnya” ungkap Afit mahasiswa semester VII itu. Disamping itu balasan dari kekecewaan atas tidak dapat hadirnya bapak Sandiaga Uno yaitu dengan dimudahkan ketika mencari sponsor namun ada juga perusahaan yang harus didekati dahulu sebelum benar-benar akan join dengan acara besar ini. Pesertanya pun sangat dipermudah dengan kuota peserta seminar menargetkan hanya 1500 dan realita yang terjadi hampir mencapai 2000 orang. Tidak hanya dimudahkan untuk peserta seminar, Gema Tekno ini pun sangat mudah untuk menarik penonton dalam acara Tekno Musik dengan kuota menyediakan maksimal 3000 orang dan realitanya tiket habis terjual mencapai 2700. Selain itu rahasia dalam pelaksanaan ulang tahun teknik elektro yang ke-8 ini mempunyai sponsor yang ada relasi foundation.

              Untuk tahun depan berharap Gema  Tekno ini akan terus berlanjut dan acaranya harus bisa lebih besar lagi. Untuk itu Afit Nugraha meminta do’anya agar bisa ikut andil dalam setiap kegiatan dan supaya lebih meriah lagi karena, teknik elektro mempunyai prinsip pioneer yaitu harus menjadi penggagas atau pencetus dan tidak mau menjadi ekor dengan istilah lain mengikuti kegiatan acara yang telah dilakukan himpunan lain.

                                                                                                                       (Red: Hana/III)

tekno 7
Suasana stand 12 ramai pengunjung

Naskah Drama “Kegelisahan dan Penyebabnya”

Alex adalah seorang anak yang sangat taat dalam menganut agamanya yaitu Kristen. Hari-harinya sibuk dengan ibadah, hingga membuat dirinya fanatik dan benci dengan agama lain. Namun di suatu hari terjadi peristiwa yang mengubah hidup dan kepercayaannya.

Hana    : “Alex, kok kamu sibuk terus sih? Kok jarang bareng sama kita?”.

Alex    : “Ah nggak apa-apa, aku hanya sibuk mendekatkan diri kepada Tuhanku”.

Gina    : “Emang harus sampai segitunya, ya ? Sadar nggak sih, kamu itu udah terperangkap dalam  dunia kamu sendiri.”

Alex    : “(Marah) denger ya Gina! Kamu itu nggak tahu apa-apa tentang agamaku. Persetan dengan agamamu yang kamu anut, kamu juga Han camkan itu !!”

Kemudian Alex meninggalkan Hana dan Gina, lalu tiba-tiba…

Hana   : “Eh Gin, liat Alex jatuh…”

Gina    : “Ah bodo, emang gua pikirin”.

Hana    : “Gin, ini dia nggak gerak-gerak Giiiiin”.

Gina    : “Ah, palingan dia acting”.

Hana    : “Nggak Gina, ini serius, ini dia berdarah”.

Gina    : “Serius Han ? Yaudah ayo kita bawa dia ke Rumah Sakit”.

***

            Meskipun benturan yang di alami Alex cukup parah, namun jiwanya masih tertolong, berangsur-angsur keadaan Alex mulai membaik, namun…

Mamah Alex   : “Nak, bagaimana kondisi kamu apakah ingatan kamu sudah membaik ?”

Alex                : “Aku belum bisa ingat semuanya, mah”.

Mamah Alex   : “Ya sudah ayo nak kita ke Gereja, barang kali akan memulihkan ingatan kamu”.

Alex                  : “Oh iya mah ayo”.

Sesampainya di gereja merekapun beribadah. Namun Alex tampak kebingungan, ketika ibunya menyebut nama Tuhan. Sesampainya dirumah…

Alex                : “Mah kalau nggak salah denger, tadi mamah menyebutkan tiga nama Tuhan ya, Mah ?”.

Mamah Alex    : “Iya nak, itu Tuhan kita, Tuhan yang selama ini kamu sembah”.

***

            Pernyataan itupun membuat Alex bingung dan gelisah, sehingga ia mencari tahu apa yang menjadi kegelisahannya itu. Di depan kelas…

Hana   : “Udah baikan, Lex ?”.

Alex    : “Iya sudah kok 🙂 ”.

Gina    : “(dari kejauhan berjalan menghampiri Alex) Eh Alex, inget aku nggak, Lex ? Hehe”.

Alex    : “(sambil tersenyum) ingat kok Gin”.

Gina    : “(ketawa puas) bagus…bagus…bagus”.

Hana   : “Eh aku duluan ya, ada keperluan”.

Alex    : “Mau kemana Han ?”.

Hana   : “Mau ke Wihara untuk ibadah, emangnya kenapa Lex ?”.

Alex    : “(berfikir sejenak) aku boleh ikut nggak ?”.

Hana   : “Yakin Lex kamu mau ikut ?”.

Alex    : “Iya Han”.

Hana   : “(agak sedikit ragu) yaudah yuk”.

***

            Sesampainya di Wihara Alex pun memperhatikan dengan penuh rasa penasaran. Setelah itu mereka pun pulang…

Hana   : “Yuk Lex aku udah selesai kita pulang”.

Alex    : “Oh iya ayo”.

Karena rasa kegelisahan yang belum terjawab, Alex pun berinisiatif untuk ikut Gina beribadah.  Pada pagi harinya Alex pun menemui Gina.

Alex    : “Eh Gin, lagi ngapain ?”.

Gina    : “Kamu nggak liat, di kantin kaya gini, ya lagi makan lah”.

Alex    : “Santailah Gin, aku cuma nanya”.

Gina    : “Abis pertanyaan kamu nggak masuk akal sih, to the point aja deh, kamu ada perlu apa ?”.

Alex    : “Gini Gin, aku boleh nggak ikut kamu ibadah (sambil terbata-bata)”.

Gina    : “Hah!! Yakin? Kamu mau ikut aku ibadah ? Bukanya dulu kamu nggak peduli banget sama agama lain”.

Alex    : “Itu kan dulu, dan sekarang aku benar-benar bingung dengan keadaanku seperti ini”.

Gina    : “Oke deh Lex, besok aku jemput”.

***

            Lagi-lagi rasa kegelisahan Alex belum terjawab dan membuatnya semakin ingin tahu. Sehingga ia memutuskan untuk terus menggali rasa keingintahuannya dengan cara membaca berbagai buku keagamaan. Hingga pada suatu saat…

Mamah Alex   : “Nak, ayo kita makan dulu”.

Alex                : “Iya mah, bentar dulu”.

Mamah Alex   : “Kamu baca buku apa ? (sambil menghampiri Alex yang sedang duduk ditempat tidurnya)”.

Alex                : “Cuman baca buku-buku ringan aja kok mah”.

Mamah Alex   : “Coba mamah liat (sambil mengambil buku). Apa-apaan ini Lex, buku apa ini ? (dengan nada sedikit kesal)”.

Alex                : “Maaf mah, semenjak kejadian itu dan setelah mamah ajak aku ke Gereja, perasaan aku jadi aneh mah, aku mulai merasakan kegelisahan dalam diri aku dan setelah itu aku memutuskan untuk mencari tahu penyebab dari  kegelisahan ku ini”.

Mamah Alex   : “Tapi kenapa kamu lakukan dengan cara yang seperti ini, kamu harus tahu Alex, bahwa agama yang paling benar itu adalah agama yang di bawa oleh nenek moyang kita terdahulu. Pokoknya mamah nggak mau tahu, buku-buku ini kamu buang atau mamah sendiri yang akan membuangnya!! (semakin kesal)”.

Alex                : “Tapi mah…”

Mamah Alex : “Nggak ada tapi-tapian pokoknya buku-buku itu harus kamu buang (lalu pergi meninggalkan Alex)”.

***

            Kegelisahan Alex semakin memuncak, apalagi setelah ibunya tahu bahwa selama ini Alex mempelajari agama-agama lain. Namun pada suatu hari di kelasnya ada mahasiswa baru.

Dosen  : “Mohon perhatian semunya hari ini kita kedatangna mahasiswa baru, dia bernama Moslem. Silahkan duduk (Dosen langsung mempersilahkan duduk Moslem)”.

Alex       : “Hey, kenalin nama aku Alex (sambil mengulurkan tangannya)”.

Moslem  : “Moslem (menjawab sambil tersenyum)”.

Alex       : “Asal kamu dari mana ?”.

Moslem  : “Asal saya dari Sukabumi”.

Alex       : “Kok kamu pindah kesini ?”.

Moslem  : “Soalnya ayahku bekerja sebagai pemandu haji di kota ini”.

Alex       : “Haji itu apa lim ?”.

Moslem  : “Masa nggak tahu… Upss, maaf maksudnya haji itu salah satu ibadah dari agamaku yaitu Islam”.

Alex       : “Islam ?????????? (dengan muka yang penuh tanda tanya)”.

Moslem  : “Iya Lex itu agamaku, memangnya agama yang kamu anut apa ?”.

Alex       : “Agamaku Kristen, tapi sekarang ini aku gelisah semenjak…            (Alex menceritakan semuanya)”.

Moslem  : “Ya sudah kalau begitu, kamu mau ikut aku, Lex ?”.

Alex       : “Kemana lim ?”.

Moslem  : “Udah ikut aja nanti oke…”

Alex       : “Oke deh”.

Setelah mata kuliah selesai mereka pergi, saat dijalan Alex bertanya…

Alex       : “Jadi agama Islam yang kamu anut itu gimana Moslem ?”.

Moslem  : “Kami punya keyakinan bahwa Tuhan kami Esa, tunggal dan Dia bernama Allah SWT”.

Alex       : “Terus prinsip dari agama kamu itu bagaimana ?”.

Moslem : “Jadi prinsip Islam itu penuh dengan toleransi, kami menghormati agama lain namun kami juga tetap teguh pendirian akan apa yang kami anut. Pedoman kami adalah Al-Qur’an dan  As-Sunnah, dan kami menyembah Allah SWT yang kami imani”.

Alex       : “Oh begitu ya 🙂 (dengan kesenangan yang telah ia dengarkan)”.

            Saat mereka bercakap-cakap terdengar suara adzan dan Moslem pun pergi ke masjid, namun saat di mesjid Alex hanya memandangi Moslem dari kejauhan. Tampak wajah Alex yang semakin penasaran. Setalah Moslem sholat…

Alex      : “Eh yang kamu sembah apa lim, kok beda dengan agama-agama lain ?”

Moslem  : “Itulah cara Islam beribadah, karena kami yakin bahwa Allah itu ada dan beda dengan makhluknya”.

Alex       : “Tapi kan kamu nggak pernah liat Tuhan kamu”.

Moslem  : “Yah begitulah yang kami yakini Lex, kami selalu merasa diawasi dan dilindungi oleh Allah SWT. Tuhan yang Maha Kuasa, Maha Melihat dan Maha Mendengar”.

Alex       : “(terdiam dan merenung)”

Moslem  :”Eh malah bengong ayo kita berangkat ?”.

Alex       : “Oh iya ayo”.

***

           Mereka pun pergi, dan ternyata Moslem mengajak Alex kerumahnya, sesampainya dirumah Moslem pun menunjukan sesuatu kepada Alex.

Moslem : “Kalau kamu masih penasaran dengan apa yang aku jelaskan tadi, inilah kitab kami yang tadi aku bilang (sambil menunjukan Al-Quran). Disinilah segala sesuatu tentang   Tuhan kami, pedoman hidup dan petunjuk bagi kami untuk mencapai hidayah kehidupan yang bermanfaat”.

Alex       : “Boleh aku melihatnya ?”

Moslem  : “Oh boleh boleh…”

Alex        : “Kok tulisannya kaya gini lim, aku nggak bisa membacanya ?”.

Moslem  : “Sini aku beri tahu (sambil mengambil Al-Quran dari tangannya Alex kemudian Moslem membacakannya)”.

 

            Alex yang begitu fokus melihat dan mendengar bacaan Al-Qurannya Moslem, terlihat tetesan air mata di wajahnya yang seakan-akan tak terbendung lagi dan ketenangan pun dirasakan dalam dirinya. Dari situlah Alex mulai berfikir bahwa apa yang selama ini ia cari atas kegelisahannya itu telah terjawabkan, dan dihari selanjutnya Alex pun memutuskan untuk mengucapkan tiga kalimat syahadat…           الحمدلله رب العلمين

Selesai

 

Pemeran       Andi Muhfi Zandi                sebagai Alex

                          Depi Ipadoh                          sebagai Mamah Alex

Fhandan Bhagaskara          sebagai Moslem

Gina Amaliah                       sebagai Gina

Hana Fitriani                        sebagai  Hana

                          Umar (kakak tingkat)           sebagai Dosen

 

 

Benih Hidupku

Aku tersenyum . . .

Memperhatikan betapa menawannya diriku dalam ciptaan-Mu

Oh Tuhan . . . kau ciptakan aku bagai benih yang dengan kehendak-Mu aku tumbuh

Kau tiupkan tetesan hydrogen, hingga aku menjadi bibit

Tetesan dari transpiransi  yang telah kau tuliskan dalam Lauhul Mahfudz-Mu membuatku tumbuh . . . tumbuh . . . tumbuh . . . tumbuh . . .

 

Oh Tuhan . . . jika tidak kehendak-Mu dalam proses hidupku

Aku bagaikan sawah tanpa irigasi

Bagaikan tumbuhan tanpa klorofil

Bagaikan bernafas tanpa oksigen

 

Oh Tuhan . . . dengan kehendak-Mu kau ciptakan masalah

Aku bagaikan sayuran terserang gulma

Bagaikan padi terserang wereng

Bagaikan kultur jaringan terserang kontaminasi

 

Namun, aku ikhlas.

Aku percaya akan Firman-Mu

Lalu aku jadikan doa

Bagai pestisida yang melindungiku

Dan, bagai herbisida yang menjagaku.

 

Oh Tuhan . . . jika tiba saatnya aku bertanspirasi untuk menggugurkan diri

Akan ku tanam benih dalam paradigmaku

Bahwa aku percaya pada anugerah nutrisi dalam hidupku.

 

 

Puisi ini diciptakan dari gabungan beberapa karya dan merupakan salah satu Tugas Bahasa Indonesia.