Mengenal Politik

Hari ini tepatnya malam minggu aku mendapatkan pelajaran dan pengalaman berharga lagi. Dengan takdir Allah yang begitu indah dan surprise ini aku dipertemukan dengan seorang tukang ojek yang tidak sembarangan. Namanya Pak Deden asal dari Tasik, beliau kelahiran 65 yang mempunyai usaha penggilingan beras dan pabrik kerupuk dengan nama dagangnya yaitu Eka Sari. Beliau mulai bercerita dari bisnisnya, tentang rumah tangganya sampai cerita unek-uneknya terhadap pemerintah setempat.

Rumahnya digusur oleh proyek Toll Cisumdawu dan kini uang ganti belum juga turun akibat ada kelainan harga jual. Pak Deden menginginkan total ganti rugi semuanya sebesar 24 miliyar dari total keseluruha, sedangkan pemerintah menawarkan hanya sejumlah 17 miliyar. Menurutku itu dikatakan lumayan karena ya memang pemerintah sudah membagi dengan sebaik mungkin dan menghitung se-rata mungkin, tetapi masyarakat menolak selain harga yang tidak sesuai faktor utama adalah kebudayaan alias sejarah desa itu sendiri, penuh dengan sejarah dan kenangan. Akibatnya mereka belum melaksanakan pembayaran yang ‘deal‘ untuk membereskan masalah tersebut.

Saya kaget ketika beliau mengatakan bahwa anaknya baru punya satu dan itupun baru sekolah di PAUD karena Istri beliau umurnya jauh lebih muda perbedaannya hampir 20 tahunan karena kelahiran tahun 92. Akhirnya mereka baru di karuniai seorang anak perempuan dan yang bernama Aesha Putri Nugraha. Istrinya alumni IKOPIN dan sekarang sedang bekerja di Bank BJB Sumedang lalu setelah pulang kerja Istrinya itu ketika siang dilanjutkan dengan bantu-bantu di pabrik kerupuk.

 

Terimakasih, Pak Deden.
Sudah mengantarkan ku sampai ke rumah dengan selamat :)))

 

Bina Desa Agroteknologi 2016

Bina Desa Agroteknologi^^ – at Rancakalong

IMG_20161212_090725

Wellcome my room, i’m come back!

5 hari di Rancakalong Sumedang banyak banget pelajaran dan pastinya juga pengalamannya.

To first, aku jadi lebih bersyukur atas hidupku saat ini. Disana masih banyak orang-orang yang serba kekurangan dan membutuhkan. Salah satunya rumah yang menjadi posko aku disana selama 5 hari. Ibu itu mempunyai 2 orang anak perempuan, pada cantik-cantik banget asli. Anak pertama namanya Wulan dia sedang duduk di bangku SMK Pertanian Tanjungsari kelas 10. Kemudian anak kedua namanya Sinta yang masih di tingkat dasar kelas IV SD.

IMG_20161212_090940

To second, alhamdulillah aku udah bisa belajar untuk jadi seorang guru. Anak-anak SD kelas 4, 5, 6 ternyata masih pada lucu, imut, boloho *eitss. Apalagi yang kelas 1, 2, 3 deh kayanya mereka masih harus didikan setara TK *menurutku*. Pokoknya Bina Desa ini mengajarkan ku untuk lebih lebih mandiri and bekal pelajaran juga buat KKN nanti jadi sudah punya gambaran, deh. Bersyukur banget.

IMG20161210092412

To threeth, yang pasti dunia itu luas, jangankan dunia lah Jawa Barat or Indonesia itu masih luas guys. Jika kalian mengelilinginya, pasti relasi, teman, kenalan, and etc tak akan sedikit it’s mean pasti banyak bangeeet nget nget. Pasti BANYAK. Maka banyak dunia yang mesti dijelajahi.

Murid-muridku di SDN Pasirbiru, Rancakalong, Sumedang

Kelompok 3

Kelas 4

  1. Rifki
  2. Siska
  3. Titin
  4. Aliya

Kelas 5

  1. Raisa
  2. Rena
  3. Yosi

Kelas 6

  1. Raka
  2. Sandika

See on Path