Andalan

Bukit Pamoyanan – Subang

Nice to meet you all…

IMG-20170716-WA0011

Kali ini saya akan memberikan sedikit pengalaman ketika camping di Bukit Pamoyanan. Sejak beberapa bulan yang lalu tempat tersebut menjadi gencar dan terkenal di banyak media sosial, salah satunya yaitu Instagram. Saya waktu itu melihat sekilas di instagram yang di unggah oleh teman-teman saya. Ketika itu postingan-postingan mereka tentang Bukit Pamoyanan semakin ramai dan pastinya semakin menunjukan bahwa tempat itu indah sekali, asli. Disitulah rasa penasaran saya muncul dan semakin menjadi ingin segera kesana. Pasti kalian juga akan pensaran deh jika belum melihat sebelumnya, dijamin, asyik.

Seminggu setelah saya mengetahui bahwa Bukit Pamoyanan merupakan tempat wisata baru dan saya harus kesana untuk mengobati rasa penasaran, karena lokasi tempat wisata Bukit Pamoyanan tersebut tidak jauh dari rumah. Ada sahabat saya yang mengajak dan dia ingin sekali camp disana, alhasil rencana jadwal pun dibuat. Mempersiapkannya selama satu minggu itu waktu yang cukup lama menurutku karena kami ingin segera kesana tetapi kami masih ada jadwal kesibukan satu sama lain seperti sekolah, kuliah, kerja dan yang lainnya. Kami sepakat untuk berangkat waktu weekend tiba, yaitu hari Sabtu dan Minggu.

Sesampainya hari Sabtu, kami saling menanyakan perbekalan apa saja yang akan dibawa. Karena, kami akan menginap alias camp disana walau cuma satu malam. Pukul 15:00 dimana jadwal pemberangkatan menuju Bukit Pamoyanan akan segera meluncur. Kemudian saya mempersiapkan kebutuhan dan meminta izin ke orang tua lalu saya berangkat bersama sahabat saya. Ketika itu teman-teman yang ikut dari rombongan Kota Subang menggunakan mobil, sedangkan saya hanya membawa motor. Lalu kami janjian dulu di salah satu rumah sahabat saya yang dekat dengan lokasi Bukit Pamoyanan tersebut yaitu di Cimanggu.

Disana kami mempersiapkan kebutuhan makan seperti timbel, sambal dan ikan untuk di bakar. Setelah menunggu, rombongan dari Kota Subang pun akhirnya datang dengan perbekalan yang penuh dalam mobil seperti 3 buah tenda, karpet, senter dan ayam untuk dibakar. Kemudian kami langsung berangkat berbarengan sekitar pukul 19:00 WIB. Sampai di parkiran kami sangat antusias sekali karena sebentar lagi kami akan di tempat orang-orang yang ada di instagram tersebut di posting, ya, Bukit Pamoyanan. Lumayan jauh untuk menuju puncak saya merasa ngos-ngosan nafasnya, maklum sudah faktor usia dan menjadi anak pasca pramuka juga tidak menjamin semangat terus hehehehe.

Ditemukanlah tempat yang cukup luas untuk mendirikan tenda untuk kami istirahat. Disana kami membangun 2 tenda dom dan 1 tenda segitiga yang dibawa dari rombongan Kota Subang. Selesai mendirikan tenda kami akan makan bersama yang sebelumnya harus mencari kayu bakar untuk memanggang ikan dan ayam, yummy! Memakan waktu cukup lama sih untuk memanggang ayam 2 ekor tersebut tapi ikan sudah semua matang. Saat itu saya pergi ke tenda tetangga untuk mencari suasana baru dan tak lama kemudian waktu makan sudah siap dan saya bersama teman-teman yang lainnya menuju ke tenda utama untuk makan malam bersama. Nikmat.

Waktu malam terus berjalan saya memilih tidur karena kondisi badan yang capek dan ingin beristirahat, sedangkan sahabat-sahabat yang lainnya memilih untuk bermain salah satu permainan di aplikasi handphone. Menjelang shubuh saya sudah bangun dan langsung menuju ke toilet umum, ingin tahu nggak? Pas sampai disana antri banget, guys. Hampir satu jam saya berdiri kuat menunggu giliran masuk toilet. Setelah dari toilet, saya dan sahabat-sahabat lainnya bergegas untuk menuju area utama dimana pemandangan samudra awan akan terlihat. Karena tak ingin membuang kesempatan kami rela mengantri lagi jika ingin naik ke menara untuk berfoto dan melihat pemandangan lebih jelas.

Sesampainya diatas menara saya bersyukur sekali kepada Tuhan, karena telah mengizinkan saya untuk berdiri diatas menara itu. Ternyata do’aku terkabul cepat, alhamdulillah. Puas berfoto-foto diatas menara sebelum turun saya mengabadikan betapa ramainya dibawah sana, orang-orangnya dan banyak juga tenda-tenda yang berdiri dibawah menara. Bukit Pamoyanan itu hanyalah kabut tebal yang membentuk lautan awan putih. Disana terdapat 1 menara dan 1 jembatan sebagai tempat-tempat instagramable. Setelah dari menara kami bergegas menuju jembatan karena kami tak akan menyia-nyiakan kesempatan mumpung ada disini, pikirnya.

Di menara maupun di jembatan sama-sama di waktu, lho. Dan sama-sama di batas orangnya. Karena menara dan jembatan tersebut dibuat dari bambu jadi kita harus berhati-hati jika banyak yang naik. Saya bersama 3 teman naik menara itu sebab batas maximal orang yang boleh naik hanya 4 orang begitupun di jembatan. Tetapi, itu semua nggak bikin saya kecewa saat saya dan teman-teman lain harusnya naik bersama ke menara itu, karena yang terpenting saya bisa naik di menara itu (jahatnya diriku). Disana terdapat antrian yang panjang jadi kami harus cepat-cepat untuk mengambil fotonya dan bagaimanapun hasilnya terimalah ketika difoto diburu-buru dan saat itu saya yang tak punya gaya difoto hanya seadanya, saja. Sedih.

Sudah puas naik menara dan jembatan akhirnya saya menemukan sunrise lalu berfoto sendirian dengan matahari tersebut (kasihan), ketika orang-orang berfoto sama pasangannya hahaha. Tak lama dari sana saya langsung pulang ke tenda dan prepare untuk pulang. Sebelumnya saya mengabadikan suasana tenda kami dan pemandangan gunung-gunungnya untuk kenang-kenangan. Lalu kami membuka tenda masing-masing dan pulang menuju arah area utama untuk sekali lagi berfoto ria. Itu lah pengalaman saya ketika camp di Bukit Pamoyanan demi mendapatkan view samudera awan dan berburu matahari terbit. Semoga tempat wisata ini akan selalu berkembang terus untuk memajukan Kabupaten Subang! Merdeka!

 

IMG20170716055624IMG20170716055627IMG20170716055629

Iklan

My Scout in High School

Assalamu’alaikum warrahmatullahi wabarrakatuh…

Come back again on my simple blog about my story yesterday and today. Yeay, yesterday is have fun! You want to know why ? Kemarin itu adalah acara wajib tahunan di Pramuka MAN 1 Subang yang sering kita ketahui yakni alih golongan atau disingkat PGP (Pengenalan Gerakan Pramuka). Kalau istilah sekarang ditemui dengan MATSAMA (Masa Ta’aruf Siswa Madrasah) yang didalamnya akan dikenalkan Pramuka MAN 1 Subang secara umum. Disini aku mau menceritakan sedikit cerita tentang kemarin sore sampai pagi tadi.

Pramuka sejak dulu sudah menjadi bagian hidup dan menjadi ekstrakurikuler yang sangat diminati selain Drum Band or Marching Band. So, kalau ada acara tentang Pramuka di almamater tercinta aku selalu ikut berpatisipasi seperti alih golongan tersebut karena di dalam acara tersebut aku dan rekan yang lainnya tidak ikut campur dalam hal acara atau tidak akan merusak acara dengan mengambil alih komando. Kami (read: Dewan Kehormatan) hanya memantau atau sekedar ikut merasakan bernostalgia dan selain itu menambah silaturahim juga dikarenakan kami bertemu dengan Pembina Pramuka yaitu Bapak Uus dan Ibu Fifit, anak-anak DA (Dewan Ambalan), Ateu (penjaga kantin), Mang Ujang (pedagang minuman), Kang Opik (penjaga sekolah) dan masih banyak lagi. Oh iya soulmate Mang Ujang kebetulan nggak ada yaitu Mang Wahyu (pedagang mie ayam) mereka adalah pedagang yang sangat setia di sekolah kami sudah lama kami mengenalnya selain disana ada kantin yang diurus oleh Ateu.

Next, kami disana mengadakan suatu rapat yang dimana Pak Uus selaku Pembina menjadi ketua rapat. Dalam ruangan tersebut diisi oleh semua alumni yang tentunya juga sudah menjadi Dewan Kehormatan atau Purna DA mulai dari angkatan tertua seperti tahun 2010 sampai angkatan tahun kemarin yakni 2016. Rapat tersebut membahas tentang program rencana perlombaan yang akan diadakan tahun depan awal semester 2 tepatnya bulan Januari 2018. Lomba ini sebelumnya sudah dilaksanakan dalam MASCOUT I se-Kabupaten pada bulan Januari 2017 di kampus kami tercinta MAN 1 Subang. Untuk adik-adik atau kawan-kawan yang mempunyai adik mari persiapkan segera lomba tingkat Penggalang tersebut tahun depan. Setelah semuanya berjalan sampai akhir sesi rapat, kami berharap akan lebih baik dari perlombaan sebelumnya seperti jenis lomba sebelumnya ada 5 ada Tari Komando, Screet code, Menghias tong sampah, Pionering Mini dan Senam Semaphore tersebut akan ditambah kategori perlombaan menjadi 8 dan menjadi tingkat Provinsi se-Jawa Barat, DKI, Banten. InsyaAllah…

Rapat yang dimulai pukul 22:00 WIB tersebut telah selesai sampai pukul 23:30 WIB dengan lancar dan dilanjut dengan sesi makan-makan ada yang membawa nasi goreng, martabak, ice cream, kue ringan dan ciki-cikian. Kami sangat bersyukur mempunyai keluarga yang kompak di DA Dewi Sri Kandi Sakti dan Satria Dharma Buana Sakti tersebut yang berada didalam Gugus Depan 01.242-01.243 Pangkalan MAN 1 Subang. Yes! Akhirnya waktu kami untuk bernostalgia siap pukul 01:00 dini hari dengan menginap di mushola sekolah sampai waktu subuh untuk sholat berjam’ah. Selanjutnya kami melaksanakan persiapan pulang lalu berpamitan dengan seluruh komite sekolah yang ada dan para Pembina. Lalu kami pulang pukul 06:00 WIB dan sampai di kediaman satu jam setelahnya yang dilanjutkan dengan makan sorabi di dekat Situ Cigayonggong di Kasomalang. Berhubung hari Minggu dan tempatnya kurang luas untuk di makan disana sambil melihat pemandangan situ menjadi kami meniatkan untuk dibungkus lalu dimakan dirumah salah satu dari kami.

pgp 7pgp 6

             Mungkin cukup sekian cerita ini. Kemaren bertepatan dengan pertandingan bola yaitu Persib vs Persija. Namun kami tidak bisa menonton karena fasilitas televisi yang kurang mendukung alias di sensor. Oke guys, happy weekend and dont forget to study hard!

SALAM PRAMUKA!

Wassalamu’alaikum… 

 

 

Senja Kemarin di Kota Tercinta

Udara senja kemarin menjadi sangat berbeda karena ada pertemuan special anak-anak manusia cerdas kelahiran 90-an yang dinamakan “bukber”. Kalian pasti sudah tak asing dengan kosakata seperti itu, ya. Inilah dimana rasa kangen bercampur dengan rasa sedih disebabkan kemarin adalah hari kedua terakhir di bulan Ramadhan tahun sekarang, pendek kata kemaren adalah terawih terakhir juga di bulan Ramadhan 1438 H. Tempatnya tak jauh dari belahan bagian barat di Negara Indonesia yaitu, Jl. Otto Iskandardinata No. 191, Karanganyar, Kec. Subang, Kabupaten Subang, Jawa Barat 41211, Indonesia. Guys, ini bukan promosi or endorse but this is the full address where we bukber.

Aku berangkat bersama Burid, ya panggilannya seperti itu. Nama lengkapnya adalah Ridha Srirahayu Silvionie, nama yang cantik bukan sama halnya seperti oragnya yang anggun itu. Burid entah sejak kapan kami dipertemukan dengan dirinya, yang jelas kami kenalan di salah satu ekstrakurikuler di sekolah kami tercinta yaitu Pramuka. Dengan begitu sampai sekarang kita tak pernah lepas kontek karena kami terikat dalam Dewan Kehormatan Wiracakti~

Subang, ia adalah kota yang selalu kurindukan terutama di Jl. Sukamelang Perumahan Perum Subang Asri. Sungguh bersejarah. Sedih jadinya.

Subang, janganlah engkau berubah. Karena, disetiap panjang jalan, banyaknya bangunan, deretan pohon telah menyimpan sejuta kenangan tentang diri ini.

Subang, aku berjanji akan menjadikan kau kota dan kabupaten yang lebih baik dan terkenal melebihi nanas simadu dan jaipongnya. Tekadku besar untuk merubah mu, Subangku!

 

IMG20170623173041IMG20170623173051IMG20170623173054

Cisalak, 24 Juni 2017

Bukan Dirinya

Semua umat pasti menilai seseorang hanya dari luar saja atau istilahnya fisik. Mungkinkah bahwa orang itu memiliki segudang rahasia didalamnya, terlihat manja namun anak ini pernah menjadi anggota Saka Bhayangkara, atlet dan juga yang pastinya Pramuka sejati. Ya anak itu adalah saya, merasa tersinggung dengan apa yang telah diucapkan oleh sahabat saya sendiri. Sebenarnya ini hanya hal sepele dan tidak begitu penting namun, saya sebagai remaja perempuan merasa tersentuh dan sempat amarah meluap. Cerita kita dimulai…

Ketika saya menjelajahi dunia maya yang pasti kalangan umat tentu memilikinya yaitu Facebook. Saya melihat teman saya ya bisa di bilang sahabat karena kamu sudah berteman sejak masa putih biru hingga sekarang. Masalahnya kalau libur sekolah atau semester saya selalu menawarkan ke tempat rekreasi atau dibilangnya bisa jalan-jalan dan kami suka itu. Tidak hanya saya yang begitu, dia pun selalu mengajak saya dan hanya sekedar jalan-jalan cuma-cuma. Tapi, waktunya suka tidak tepat karena mungkin jadwal saya lebih padat daripadanya sehingga kalau saya yang mengajak pasti dia selalu bisa namun giliran dia mengajak pasti tidak akan terwujud semua sebab saya jadwal lain yang lebih penting.

Dan pada saat kejadian itu, status yang melewati beranda saya baca dan saya juga kadang memilah dan memilih status yang bermutu. Melewatlah status teman saya itu dan isinya tentang dia dan temannya berenang ke tempat yang cukup terkenal, saya tidak akan menyebutkannya karena saya disini bukan untuk ajang promosi atau istilahnya iklan. Sempat ingin mengomentari statusnya namun anggap saja pura-pura acuh dan tidak melihatnya seakan tidak peduli. Tidak lama kemudian statusnya pun muncul lagi dihalaman beranda saya, niat untuk mengacuhkannnya lagi tapi saya ingin tahu kenapa dia tumben tidak mengajak saya.

Di komentarlah status tersebut, dan sudah saya translate dari bahasa Sunda ke dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar yah, karena kami kesehariannya menggunakan bahasa Sunda.

Hana    : “gak ajak-ajak nih”

Teman : “hee maaf na, emangnya mau jalan?”

Hana    : “jalan kaki?”

Teman : “dari *sensor* mulai”

Hana    : “yaelah deket lah segitu mah”

Teman : “ah kamu mah pasti gak bakalan kuat, anak manja. Jadi malu mau ngajaknya juga”

            Disini emosi saya sudah meluap-luap tak tertahankan!

Hana   : “dih menghina terus lah, anak Pramuka nih sama atlet lagi dilawan”

Teman : “subhanallah, jadi intinya berani jalan kaki? Btw atlet apa na?”

Hana    : “duh kamu dasar gak tahu”

Teman : “paling atlet congklak hehehe”

Puas lho ngehina nya yeee dasar sedeketpun kita sama teman kalau saling egois ya begitu, apalagi ini saya anggap sahabat lha. Maklum kalau kemana-mana itu saya suka bawa motor terus dia dibonceng sama saya, alasan kenapa saya dianggap gak bakalan berani buat jalan kaki, ya begitu kalau ngelihat dari sisi fisik orang gak bakalan percaya.

     Dari dulu saya memang cinta banget sama Pramuka, di SMP pun saya melanjutkannya dan suatu ketika ada gema disitulah saya mulai tak enak hati berasa tak dihargai kenapa semua anggota diikutsertakan dalam gema tersebut tetapi saya tidak? Mungkin orang mengganggap saya masih layaknya anak kecil manja yang kalau diajak kemah tidak akan betah. Tapi beranjak SMA saya tidak ambil diam, saya berusaha semaksimal mungkin karena kalau tingkat menengah atas yang akan mengikuti gema haruslah di seleksi terlebih dahulu dan tidak sembarang anggota yang bisa mengikutinya.

           Akhirnya, bulan September 2012 saya berhasil mewujudkannya untuk meletakkan kaki di Bumi Perkemahan Cadika setelah mengikuti beberapa tahap seleksi. Saya sempat heran kenapa yang ada seleksinya saya bisa ikut berkemah dan kenapa yang tidak ada seleksinya di SMP justru saya dianggap tidak ada, miris memang kenyataan hidup!

Intinya curhatan kali ini sangat bermakna bagi saya, karena apa? Karena saya masih mempunyai hak sebagai manusia yang ingin diajak dan bermusyawarah, hak sebagai anak berbakti kepada orang tua dan hak sebagai anggota yang berbakti kepada Pangkalannya.

1
Raimuna Cabang 2012
2
Raimuna Ranting 2013
3
Raimuna Madrasah 2014

 

 

Scout History of MTsN Cisalak

   mts

      MTsN Cisalak berasal dari sekolah PGA (Pendidikan Guru Agama) selama empat tahun berdiri pada tahun 1968 yang pastinya di Cisalak. Lokasinya sekarang terdapat bangunan MA Al-Husna. Itu lah sebagian dari tanahnya hasil infak dari keluarga Alm. H. Akbar dan sebagian lagi hasil kerja guru agama sekecamatan Cisalak. Kalau dulu kecamatan Cisalak tersebut mencakup 3 kecamatan seperti sekarang; Kec. Cisalak, Kec. Tanjung Siang dan Kec. Kasomalang. 

Apa hubungannya Pramuka MTsN Cisalak dengan semua itu…???

      Di PGA itu ada Pasukan Pandu yang lambangnya adalah kitri berbingkai Ka’bah. Nama pasukannya “Khalid bin Walid” dan lambing pasukannya dua buah pedang yang ditengahnya terdapat kitab suci Al-qur’an.

        Kisaran tahun 1975 kelas I di PGA hanya ada 18 orang, 10 orang laki-laki dan 8 orang perempuan. Pada tahun tersebut, Pasukan Pandu merubah menjadi “Pramuka” dengan gudep 16.32. Sementara itu ada pangkalan lain namanya SMP PGRI Cisalak nah kami sering bersaing lho dalam segala hal. Sekedar mengingat SMP PGRI itu dulunya berlokasi yang sekarang dipakai oleh di SDN Cisalak 3, jadi bukan SMP yang ada di Kapuknahun ya guys.

         Kisaran tahun 1976 diadakan gema Pramuka saat itu pasukan Khalid bin Walid juga ikut serta. Tapi, saat itu sama sekali belum memakai tenda seperti sekarang, apalagi kompor gas wkwk Tahu gak? Tendanya pakai apa? Huhuy… Prikitiwww tendanya terbuat dari ilalang di rangkai sendiri lagi, karenanya mudah terbakar hingga banyak tenda yang nyatanya terbakar. Kalian patut bersyukur menjadi Pramuka masa kini yang se-modern sekali. Apalagi saat itu masaknya memakai kayu bakar dan lokasinya juga bukan di Ranggawulung sebelah utara seperti sekarang, melainkan di sebelah selatan yang jelas lebih ekstrim dan menantang. Ditambah pada saat itu belum ada jalan dua seperti sekarang.

      Pada tahun 1977 diadakan Jambore tingkat Nasional untuk yang pertama kalinya. Letaknya di Sibolangit, Provinsi Sumatera Utara. Kecamatan Cisalak di pinta mengirikan pasukannya untuk diseleksi sejumlah 10 orang, begitupun dengan kecamatan-kecamatan yang lainnya. Tapi yang dibawa untuk mengikuti kegiatan Jambore itu hanya 30 orang. Hitung saja ya waktu itu Kabupaten Subang terbagi menjadi 23 Kecamatan, khusus SMP 1 Cisalak 10 orang.

         Mengapa ya SMP 1 Cisalak perwakilannya lebih banyak? Karena pada saat itu anu gaduhna / juragan SMP 1 Cisalak adalah Kak Kwarcab Subang namanya bapak H. Acu Samsudin, yaitu bapak Bupati Subang. Dikenal sebagai Bapak Pramuka Subang, salah satu jasa beliau adalah mendirikan CADIKA, di Indonesia Cuma ada 4 lho! Subang hebatkan?

         Sepuluh orang peserta Jambore dari 240 orang salah satunya adalah dari pasukan Khalid bin Walid, yaitu bapak Agus Gunawan, dan dari Kecamatan Cisalak itu hanya ada dua orang saja, yang satunya lagi dari SMP 1 Tanjungsiang namanya Dadang ‘saja’. Tahu gak kenapa beliau dipanggil Dadang saja? Karena, waktu beliau ditanya namanya siapa, beliau menjawab “Dadang” kemudian bapak Kwarcab kembali bertanya “Dadang apa?” dan beliau hanya menjawab “Dadang saja”.

        Sebagai salah satu cara mendapatkan nomer gudep sekaligus mengabdikan jasa anak-anak Pramuka Kabupaten Subang di setiap pangkalannya diadakan kegiatan jeritan malam yang ditempuh melalui jalan kaki dari CADIKA ke Ranggawulung jam 12 malam sendiri-sendiri lagi ukh…serem…! Mereka harus mendapatkan nomer gudep dan Lambang bagi Pangkalan regu masing-masing, dan pasukan Khalid bin Walid mendapatkan nomer gudep 11.081-11.082 dan sebagai lambangnya ialah burung Rajawali serta bunga Melati yang dapat ditemui di makam Santiong Subang.

       Sejak saat itu Pasukan Khalid bin Walid mengikuti peraturan Pramuka yang ditetapkan oleh Kwarcab. Diantaranya harus bercelana dan ber-rok pendek, untuk perempuan tidak boleh berkerudung, memakai kacu dan menggunakan Lambang yang sesuai dengan gerakan Pramuka. Akhirnya, Pramuka MTsN Cisalak dimulai pada tahun 1977 bisa kalian tepuk tangan.

          Pada tahun 1977 juga ada edaran dari Menteri Agama menyatakan siswa kelas 3 PGA boleh mengikuti ujian yang yang dinamakan ujian Tsanawiyah, dan kelas 4 PGA boleh mengikuti ujian Negara PGA 4 tahun. Maka sejak saat itu berdirilah :

Madrasah Tsanawiyah Negeri Cisalak (MTsN) dan hilanglah sekolah PGA 4 tahun.

Tahukah anda semua siswa pertama MTsN Cisalak pertama kali ada berapa? Siswa kels VII ada 9 orang, kelas VIII ada 13 orang, dab kelas IX ada 17 orang.

Kalian jika ingin tahu trik prestasi dari sekolahku tercinta ini?

  1. Selalu mengikuti kegiatan Jambore Nasional, sampai sekarang kecuali yang ke 9 di Sulawesi  Selatan. Alasannya kenapa bisa tidak berpartisipasi? Sampai saat ini saya belum menemukan jawabnnya.
  2. Selalu memimpin senam, untuk para alumni MTsN Cisalak dan juga alumni MAN Subang sudah tidak aneh dengan bapak yang bernama H. Jijib Mujiburohman. Beliau selalu memimpin senam di Ranggawulung lho, mewakili semua peserta kegiatan Gema Pramuka.

Jadi, mulai dari anak didik sampai guru selalu menjadi prang penting atau menjadi anggota bahkan panitia dalam kegiatan gerakan Pramuka dari tingkat Kwarcab sampai Kwarda. Ini salah satu peraihan 3 medali penghargaan :

  • 2 jasa penghargaan bintang 5 (Jendral Pramuka)
  • 1 jasa penghargaan bintang 2 (Kapten)

Nah, karena itu kita harus aktif dalam Pramuka? Mengapa? Sebab dengan Pramuka kita bisa banyak teman yang paling utama, tahu negeri orang, bermental baja dan dikenang sepanjang masa…

So, siapa disini yang anak Pramuka banget boleh komentar, mengkritik serta saran atau sekedar berbagi pengalaman dibawah kolom ‘comment’ tersebut 🙂

Cisalak, 6 Maret 2013

mts 4

 

 

Raimuna Kanira ke-43

Jadi begini good readers, kita berangkat waktu hari Sabtu yang bertepatan pada tanggal 14 September 2013. Pas sudah sampai ditempat perkemahannya itu rasanya bangga sekali karena, aku terpilih dan bisa mengikutinya lagi 🙂 . Letak tendanya kita ada diurutan ketiga lho deket toren (sumber air). Iyaaa benar sekali jadi dekat sama sumber air deh. Eits tapi jangan senang dulu, banyak hambatannya juga, diantaranya adalah hampir setiap hari bahkan jam, menit hingga detik itu ngantriiiiiiiiiiiiiii yang gak ada hentinya. Posisi di sebelah kanan ada tenda dari SMK Pasundan dan posisi di sebelah kiri ada tenda dari SMK PGRI. Tak lupa walau begitu kami tetap bersyukur wkwk

            Menurutku pada perkemahan kali ini hal yang paling berkesan itu adalah ketika berada di materi Dirgantara *-*. Rasanya ingin setiap hari begitu dan terus berulang-ulang (masaaaa -_____-). Oiyaaa materi di stand Dirgantara ada 2, yang pertama pas waktu malam-malam itu saya dan Puja. Dalam materi itu bapak Komandan menyuruh kita untuk ke depan, entah gak tahu kenapa saya dan Puja langsung ditunjuk saja, terus satu laginya yaitu si Varga (temen di Saka Bhayangkara). Jadi, kita bertiga deh  ada Hana, Puja dan Varga. Kita bertiga disuruh bapak Komandan itu buat ngucapin kata “raket karet karpet”  dalam waktu yang secepat mungkin alias gancang sebanyak 3 kali berturut-turut. Untuk yang pertama dimulai oleh Puja selanjutnya Varga lalu yang terakhir sudah jelas saya. Karena, waktu itu entah kenapa suara saya seperti kodok (serak) ditambah Flu jadinya tidak bisa cepat-cepat.

 

gancang han” ucap Varga.

 

Selanjutnya buat kata yang kedua itu ada “kepala digaruk, kelapa diparut”. Bapak Komandan yang menjadi pembawa acaranya itu bernama Kapten Jatmico. Huh pokoknya bapak itu akan selalu diingat terus dah wkwkw

 

         Pada stand Dirgantara yang kedua itu kegiatannya waktu siang hari, kami berangkat menuju stand bertiga yaitu, Alicia, Barkah dan saya. Karena agak telat akhirnya kami tidak kebagian buat masuk kedalam tenda. Lalu kita memutuskan untuk duduk diluar tenda saja. Tak lama kemudian, Kapten Jatmico berbicara,

 

“itu yang diluar masuk ke dalam aja masih kosong”

 

Yasudah kita menerima ajakannya Kapten tersebut untuk pindah kedalam tenda yang tepatnya di tengah-tengah teman yang lainnya. Sudah sampai didalam dilihat lah orang-orang yang ada di sekelilingnya, mereka adalah teman-teman dari SMKN 2 Subang.

Pertamanya sih biasa saja kita saling acuh tapi, pas ada permainan yang dimana kita jadi dibagi kelompok atau istilah dalam Pramuka yaitu Sangga.  Berhubung kita ini letak duduknya dekat sama anak-anak dari SMKN 2 Subang tersebut jadinya kami satu Sangga bersama mereka. Gabungan kelompok dari MAN Subang dan SMKN 2 Subang itu bernama Sangga Penegas!

Penasaran dalam sangga itu ada siapa aja? Kita sebutin yuk satu-satu. Pertama dari kaum hawa ada teh Nia, teh Sutianah, teh Nina, Mina, Alicia, Barkah dan yang terkahir yaitu saya sendiri. Untuk kaum adam sendiri ada 4 orang yaitu ada a Rudi, a Yanto, a Fuji dan yang terkahir si Diki. Jadi jumlah kami semua ada 11 orang. Dalam kegiatan kelompok disana kami disuruh membuat yel-yel yang berhubungan sama nama sangga masing-masing kelompok. Kemudian ada yang lebih menantang lagi, yaitu disuruh membikin sinopsis tentang Saka Dirgantara.

Dan hal yang sangat berkesan yang terakhir diakhir acara Raimuna tersebut adalah saat saya dan Barkah, dia adalah teman setia dari SMP sampai sekarang kuliah masuk universitas yang sama, dulu dia itu menjabat sebagai Pradani. Yaaa saat kita mencari tanda tangan untuk kartu kuning, yaitu kartu agenda kegiatan yang harus diisi ketika sudah melakukan kegiatan seharusnya, namun karena waktu itu sama-sama lupa jadinya kita minta tanda tangan khusus. Karena sudah sore jadi orang-orangnya pun sudah tidak ada, hanya stand Dirgantara saja yang stand by, langsung lah saya dan Barkah menuju stand tersebut dan langsung meminta tanda tangan.

Setelah selesai aksi kita untuk minta tanda tangan, pas mau pulang ada anak-anak Saka Bhayangkara mengajak foto bareng, so disitu kita berasa artis deh hahaha. Siapa yang gak nolak dong ada yang ngajak foto bareng gitu. Langsung saja kita ambil posisi lalu aku berada disamping pak Hero (ketua Dirgantara). Nah pas sesi foto kedua Cuma saya bersama pak Hero saja, saya juga bingung kenapa pak Hero pengen foto berdua, ya? wkwk

Selesai lah acara berfoto ria lalu kamipun berpamitan dan diantara mereka ada yang menitipkan salam untuk teman-teman di tenda dan ada juga yang mengajak berkenalan seperti menanyakan nama dll. Sungguh hari itu sangatlah berkesan! Mungkin itu sedikit cerita tentang salah satu pengalamanku berkemah dalam kegiatan Raimuna Kanira yang ke 43 kota Subang. Maaf jika ada nama dan intansi yang tidak sopan dalam cerita tersebut dan semoga ikut senang. 

 

Date production : Wednesday, 18th of September 2013

Date edited : Thursday, 18th of August 2016

Oh iya dokumentasinya hilang di laptop yang dulu, saya lupa mindahin sebelum di jual dan dulu juga saya belum punya yang namanya flashdisk si benda kecil tapi isinya banyak wkwk sedih banget cuma kehilangan dokumentasi juga apalagi kehilangan kamu ckckck *malahbaper*

 

Tapi, untungnya ada sebagian dokumentasi dari kakak Humayroch. Terimakasih kak Humay!

 

raimuna

raimuna 2raimuna 3