Kuliah itu susah, TAPI…

ilustrasi-kuliah
Sudah banyak motivasi yang saya baca mengenai perkuliahan. Namun, di salah satu momen aplikasi ternama terdapat akun seseorang yang membuat saya sangat kagum, dia adalah anak Fakultas Kedokteran UGM. Didalam ceritanya dia menuliskan sebuah motivasi untuk kita renungkan apa saja ruginya kalau kita bolos kuliah, telat kuliah dan tidur saat kuliah. Berikut ini akan saya bagikan ceritanya.

***

Misalnya saja, uang kuliahku sebesar 10 juta per semester. Anggap 5 juta pertama dibayarkan murni untuk kegiatan kuliah. Sedangkan, 5 juta kedua dibayarkan untuk kegiatan lab, fasilitas kampus, administrasi dan semacamnya. Yah, 5 juta untuk kuliah satu semester. Satu semester di Fakultasku terdiri dari 4 blok. Satu nlok terdiri dari sekitar 10 kuliah oleh dosen. Berarti satu semester kira-kira terdapat 40 kali kuliah oleh dosen. 5 juta. Bagi 5 juta itu ke 40 kuliah. 125ribu. Wah, berarti satu kali kuliah, kira-kira seharga 125ribu. Sekali saja aku bolos kuliah, berarti aku memubadzirkan 125ribu. YaAllah, mungkin bisa kupakai untuk makan selama seminggu.

Belum selesai kawan!

Sekali  kuliah itu sekitar 100 menit. Bagi 125ribu dengan 100 menit. 1.250 rupiah. Berarti, satu menit aku telat kuliah, aku membuang 1.250 rupiah secara Cuma-Cuma. Berarti, satu menit aku tertidur saat kuliah, aku hamburkan 1.250 rupiah tanpa makna. Waw. Bayangin, kuliah 5 menit = Indomie goreng telur + Es teh. Wih, mending dibuat sarapan gak toh?

***

        Begitu kira-kira gambaran umumnya. Bagaimana bisa dibayangkan kalau kita bolos uang tersebut melayang sia-sia dari hasil usaha orang tua kita yang telah mencarinya. Sungguh ngeri. Nah dari sana saya berjanji untuk tidak telat kuliah dan tertidur saat jam perkuliahan berlangsung. Apalagi sampai bolos, ih. Kemudian saya coba perhitungan dia dengan uang kuliahku per-semesternya. Jadi, spp dikampusku atau sering dibilang ukt (uang kuliah tunggal) adalah sebesar Rp. 1.700.000,- lalu setiap mata kuliah terdiri dari 16 pertemuan. 1.700.000. Bagi 16 kuliah. 106ribu. Uh, berarti satu kali kuliah, kira-kira seharga 106ribu. Maka, sekali saya bolos uang seharga 106ribu itu akan mubadzir. Lumayan buat beli 2 novel, tuh. Iya kagak?

         Selanjutnya saya coba hitung lagi seperti diatas degan membagi waktu perkuliahan. Yaitu 100 menit setiap satu kali pertemuan. Bagi 106ribu dengan 100 menit, guys. 1.060 rupiah. Sorabi aja udah 2ribuan. Nah, kalo saya telat  5 menit saja itu uang akan terbuang sia-sia, jadi mendingan dibeliin sorabi dapet 2 setengah potong lah buat sarapan, yegak? Berarti, setiap menit saat perkuliahan kalo tertidur dikelas maka kita akan hamburkan 1.060 rupiah per menit. Dan uang itu melayang tanpa makna. Sekali lagi. Mubadzir. Mulai saat ini saya dan teman-teman semua berikan yang terbaik untuk kedua orang tua kita bahwa kita sungguh-sungguh kuliah untuk menjemput cita-cita yang mulia.

Yakin masih mau bolos kuliah?

Yakin masih mau telat kuliah?

Yakin masih mau tidur saat kuliah?

Yakinkah itu hal tepat yang kita lakukan untuk membalas kebaikan serta kasih sayang orang tua kita yang sudah ikhlas mengerahkan seluruh jiwa raganya untuk membiayai kita kuliah?

Yakin, guys?

 

KULIAH itu SUSAH

TAPI

Masih susah perjuangan Orang Tua nguliahin anaknya

 

Iklan

Ayo biasakan jalan kaki!

Hallo…

Kembali lagi di opini saya sekarang yang sedang ramai-ramainya berita di situs aplikasi ternama tentang ‘malasnya orang Indonesia berjalan’ or ‘orang Indonesia peringkat terakhir dalam berjalan’ dan mungkin masih banyak lagi artikel tersebut yang belum saya baca. Secara garis besar negara kita ini kurang sekali melangkah di setiap harinya dibandingkan dengan China, Japan, Hongkong dan yang lainnya ada juga negara Amerika berada diurutan tengah dan setelah itu barisan bawah yakni ada negara kita dan peringkat sebelumnya diduduki oleh Malaysia. So, saya perhatikan kenapa itu bisa terjadi mungkin dilihat dari hal yang terkecil dulu untuk fasilitas berjalan alias trotoar tersebut sangat minim keberadaannya. Selain itu, ada juga fasilitas trotoar namun tidak terpakai sama sekali dikarenakan trotoar tersebut malah digunakan untuk berjualan seperti pedagang kaki lima, gerobak, emepran dan semacamnya.

Melihat permasalahan diatas kita ketahui selain itu juga banyak orang-orang lebih menggunakan motor untuk menempuh jarak dekat tersebut guna meminimalisir telat. Namun, lihat di kota-kota besar halnya ibu kota kita yang setiap harinya panas dipenuhi oleh asap kendaraan yang menandakan jalanan penuh sesak alias macet. Hal tersebut tidak lah bagus karena semakin kita telat karena terjebak macet dan juga polusi tidak baik untuk pernafasan. Baik, contoh lainnya adalah ibu saya sendiri jika pergi bekerja beliau lebih menggunakan motor daripada jalan, padahal jaraknya pun tidak lebih dari 1 KM. Hal tersebut terjadi akibat tidak adanya jalan khusus untuk pejalan kaki alias trotoar yang layak dan aman. Seperti yang kita ketahui dampak dari berjalan banyak setiap harinya akan menyehatkan seperti membuat otot-otot kaki semakin kuat, mengurangi gejala stroke dan otot-otot kaki tidak mudah mengecil akibat jarang dipakai untuk berjalan.

Maka, permasalahan yang sekarang dihadapi yakni menurut saya perbanyaklah jalan-jalan khusus untuk pengguna jalan kaki karena itu bisa membuat kita terasa nyaman dan aman ketika sedang berjalan lalu kurangilah kebiasaan menggunakan roda 2 seperti motor, disini saya belum mengetahui lebih banyak tentang penggunaan sepeda. Lebih ditingkatkan lagi aktivitas berjalan kita setiap harinya misal jika berangkat ngampus, kerja, sekolah, berkunjung ke rumah teman dan yang lainnya selama itu masih bisa ditempuh oleh kita. Gambar dibawah memberitahukan kepada kita semua bahwa jalan raya padat diisi oleh kendaraan sedangkan orang yang berjalan kaki tidak ditemukan sama sekali seperti gambar ketiga orang-orang lebih menggunakan mobil coltbak alias mobil buntung daripada jalan bersama-sama lebih afdhal dan menyenangkan.

Nangis di Angkot, lagi.

Kenapa ya kok berasa ragu dan sedih gini. Hari ini gue tidur di kost-an lagi. Karena, mau persiapan SP ( Semester Pendek) ^_^9

Guys, gue sedih banget beneran. Tadi pas di angkot ada maba (mahasiswa baru) sama emaknya dianter, mau verifikasi kayanya. Guys, kalian tahu enggak disitu gue sedih banget jadi inget dulu! Dari awal sampai akhirnya resmi jadi mahasiswi UIN SGD Bandung tahun 2015, gue selalu sendiri enggak kenal istilah dianter orang tua. Guys, asli gue sedih ngeluarin air mata dihadapan Eka – temen Pramuka – ini temen gue dulu kenalan pas verifikasi. Kata dia “kalau sama orang tua enggak bisa ngerasain bebasnya kenalan sama temen-temen lainnya” (Eka, 2017).

Guys, setiap orang pasti berbeda-beda, dari sini gue sangat bersyukur menjadi seseorang yang dididik sama emak gue menjadi seorang yang pemberani, hebat dan juga bertanggung jawab. Inget lagi dulu pas di angkot menuju UIN untuk yang pertama kalinya (sendiri) ada sms (maklum belum punya hp android) dari Aul, isinya tentang gue diterima di Jurusan Agroteknologi UIN SGD. Tak kuasa menahan air mata disitu juga, didalem angkot. Tak peduli gue banjir air mata di angkot! 🙂 

Teruntuk yang Terkasih

Ayah ibu,
Maafkan si bungsu yang masih sering mengeluh sakit.
Maafkan si bungsu yang masih meninggikan nada suaraku di hadapan mu, si bungsu yang masih membantah.

Maafkan si bungsu mu ini,
Jika sekiranya kesuksesan dunia tak dapat ku raih.

Tetapi saat dunia tak dapat ku raih, percayalah si bungsu akan berusaha meraih ridho-Nya dan membuat mu bahagia.

Maafkan si bungsu mu ini,
Ketika sering membuat mu malu ketika si bungsu tak bisa bersalaman kepada teman-teman ayah dan ibu.

Si bungsu hanya ingin memberikan kalian kebahagiaan akhirat.
Tapi apalah dayaku ketika ayah ibu kakak belum bisa menerima hijrah ini.

Apalah daya si bungsu ketika kalian masih mencemooh teman-teman ku yang seperti diriku.

Ayah, ibu dan kakak,
Si bungsu memang sudah berubah, tapi perubahan ku hanyalah semata-mata untuk menyelamatkan ayah dari api neraka.

Tak ingin kalian jatuh ke lubang yang panas lalu ku biarkan kalian didalam menangis sedangkan aku bahagia.
Tidak, aku tidak ingin seperti itu.
Bukan juga berarti aku sudah yakin akan bahagia di akhirat tapi setidaknya aku mencoba untuk meraih-Nya.

Si bungsu kini sudah dewasa, sudah mampu memilih yang baik dan salah, sudah jatuh cinta dan sudah mudah galau.

Ayah ibu,
Si bungsu kelak akan menjadi orang tua dan akan merasakan bahagianya punya anak.
Lalu meninggalkan ayah ibu di rumah dan hidupku selanjutnya bergantung pada imam ku, begitupun kakak yang kelak akan berumah tangga.

Ayah ibu,
Sibungsu rindu akan masa kecil itu.
Maafkan si bungsu yang belum bisa membuat kalian tersenyum lebar karena hasilku.

 

 

Dari si bungsu,
`

 

                                                                                                                Bandung, 29 Mei 2016

Awal Ramadhan 1437 H

Assalamu’alaikum!

 

Pada kesempatan kali ini yang bertepatan dengan awal Ramadhan 1437 Hijriyah, aku mau berbagi cerita tentang tadi siang. Seperti kebiasaan para ibu suka ingin berbelanja alias shopping1 ketika bulan yang suci ini telah datang. Hal itu terjadi pada ibuku, iya benar beliau belanja kebutuhan dapurnya yaitu LPG2. Seperti special3 banget untuk beli gas saja sampai di bilang shopping ? Eits selain itu ibuku juga membeli sesuatu barang yang dipakai nanti ketika ada syukuran atau hajatan4, apalagi kalo bukan karpet. Ibu membeli karpet berukuran large5 sebanyak 2 buah.

Cerita kita awali dari sini. Pada pukul yang lagi terang benderangnya matahari yaitu sekitar jam 11 dimana cahaya matahari sudah tidak ada vitaminnya lagi kalau mau berjemur (Ibuku, 2006). Namun itulah waktu yang kita pakai untuk pergi berbelanja. Dimulai dari sesudah sholat Dhuha aku seperti biasa menyalakan laptop untuk sekedar memainkan jari-jariku di atas keyboard6 alias mengetik cerita atau kadang aku membaca buku-buku yang berbau motivasi. Disitu, ibu memberi tahu kalau sekarang antarkan ibu belanja.

Seperti biasa aku sudah siap dengan penampilanku yang super duper sederhana. Namun ibuku tak cukup seperti itu, guys! Aku sudah menunggu di garasi yang berharap ibu akan segera datang dan kita akan pergi. Tapi, 5 menit, 10 menit dan 20 menit berlalu ibuku tak muncul-muncul juga ke garasi. Hingga akhirnya aku menuju kamarnya dan berniat menyusul kalau aku sudah siap. Sesampainya di kamar, ibu masih ber-make updan bergaya di depan kaca riasnya sembari mengatakan,

 

“de, ini cocok gak?”

Tak lama untuk berfikir, lalu aku katakan “cocoooook”.

 

         Mungkin itu ciri khas ibuku, namun anehnya kenapa sifat beliau tersebut tidak mendarah daging dalam kehidupanku. Karena, menurutku itu sangat ribet dan menghabiskan banyak waktu. Seperti halnya kejadian tersebut aku sudah siap sementara ibu masih ber-make up. Tapi aku bersyukur mempunyai ibu yang rajin dan cantik. 

            Tak lama memanaskan motor kemudian pergi. Tujuan yang kami tuju yaitu ke pusatnya toko-toko meubeul, dimana lagi kalo bukan di Limaratus. Disana kami mencari toko yang menjual LPG. Oh iya sebelumnya kenapa ibu belanjanya LPG yang kurang terdengar praktis ditelinga ? Ceritanya pada sore kemarin yang kata orang-orang sering disebut dengan kata munggahantersebut ibu memotong ayam lalu memasaknya hingga si LPG-nya itu habis.

Bingung kemana harus beli karena sore itu warung dan toko-toko tutup sudah pasti tutup karena menyambut datangnya bulan yang suci ini. Dengan begitu ibu tak kehabisan akal sampai beliau meminjamnya ke tetangga yang dibilang sukses dalam usaha bengkel mobilnya. Itulah ceritanya kenapa harus belanja LPG lalu cepat-cepat untuk mengembalikannya, ya namanya juga meminjam barang orang jadi harus sadar diri apalagi di hak milik. Na’udzubillah, jangan sampai begitu teman-teman.

Sampai di toko yang kami pilih, akhirnya ibu langsung mengambil gas LPG dan langsung juga melihat-lihat karpet yang ingin dibeli. Ketika ibu sedang memilih dan melakukan transaksi tawar menawar aku menunggu didepan toko lalu melihat ada yang sedang melakukan transaksi tawar menawar juga yaitu sebuah coolcase9. Tidak bermaksud untuk mendengarkan, namun mereka tepat berada di depanku yang sedang menunggu ibu.

Dalam hati aku harusnya bersyukur dengan keadaan ini, disana masih banyak keluarga yang belum mempunyai kulkas walaupun berukuran minimize10. Dirumahku kulkas ukuran itu sudah menjadi rongsokan dan sudah ibu jual ke tetangga yang membutuhkan kemudian kami membelinya lagi kulkas yang berukuran jumbo11 serta berpintu dua yang saat ini sedang ramai. Sungguh, maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan ?

rmd 3

 

Terdengar jelas percakapan mereka dihadapanku yang berkata seingatku,

“yang ini S****n merk bagus bu, jadi harganya delapan belas lima” ucap penjual.

Pembeli itu bertanya dengan nada yang tercengang “sejuta delapan ratus ?”

            “iya bu” tegas si penjual.

 

Diam dan merenung lalu si ibu itu memberi tahu kepada suami dan anak-anaknya. Lalu si ibu pembeli itu menjawab lagi,

 

            “ah masa sih segitu, lima belas kali” meyakinkan untuk menawar.

“itu udah pas bu” si penjual memastikan yang sebenarnya.

 

Dan si ibu pembeli kelihatan sekali ingin membeli kulkas tersebut, namun entah mengapa beliau tak membelinya dan hanya ingin membeli ketika harganya itu satu juta lima ratus ribu rupiah,

 

            “yah kirain bisa lima belas, kalo segitu bisa mau dibeli” sambil meninggalkan kulkas dan keliahatan lah rasa kecewa dan saat itu juga beliau meninggalkan toko dengan tangan kosong

            “maaf bu, itu udah pas gak bisa diturunin lagi” dengan suara lembut dan memastikan sekali lagi bahwa harganya tetap satu juta delapan ratus lima puluh ribu rupiah.

 

           Tidak lama kemudian ibu keluar dari toko sambil membawa barang belanjaannya. Namun, ibu tak langsung mengajakku pulang, ibu melihat-lihat dulu ke arah lemari, katanya buat si aa12. Sudah dari lemari ibu menanyakan kepadaku,

 

            ”gak ada kipas ya, de ?” bertanya ibu dengan agak sedikit kecewa.

            “itu diatas” sambil menunjukan ke atas arah kami ada kardus-kardus yang

membungkus kipas-kipas tersebut.

           “mas ini kipas ada yang nempel di dinding ?” langsung ibu menanyakan ke si                      tukang toko.

          “gak ada bu, kosong” pernyataan si penjual yang memberi tahukan bahwa kipas                  yang ibuku maksud itu tidak ada alias habis.

            “buat apa kipas yang begitu bu ?” dengan nada penasaran aku menanyakannya.

            “itu buat di mesjid” jelas pernyataan ibu.

 

Kebetulan mesjid itu adalah mesjid kepunyaan nenek dari ibu yang beberapa bulan lalu direnovasi. Sehingga ibu ingin menyumbangkan kipas itu untuk digunakan di mesjid nenek. Tak terasa sudah lewat dari satu jam, akhirnya kita pulang dengan barang belanjaan yang lumayan banyak. Ribet pake motor, ibu memutuskan untuk naik mobil umum saja dengan barang belanjaannya. Alhamdulillah tidak lama akhirnya kamipun sampai dirumah tercinta!

Pesan yang saya ingin sampaikan dari cerita ini yaitu ketika kita sudah mempunyai apa yang belum dimiliki oleh orang lain, kita wajib bersyukur dan memberikan sebagian harta kita tersebut untuk mereka. Dan jangan pernah lupa atau lalai untuk melakukan bentuk rasa syukur kita dengan Dzikir pagi dan sore hari. Yuk kita biasakan berdzikir, agar terbiasa sehingga kelak menjadi orang yang pandai bersyukur.

Selamat menjalankan Ibadah Puasa 1437 H good readers! Saya sekeluarga mengucapkan mohon maaf lahir dan batin. Dan selamat berlibur kepada teman-teman kampus UIN Sunan Gunung Djati Bandung terkhusus untuk jurusan Agroteknologi. Serta hati-hati diperjalanan bagi yang mudik di pulau Jawa maupun diluar pulau Jawa, jangan lupa juga oleh-olehnya wkwkwk.

                                                                                   

 

                                                                                                                                  Regards,

 

 

                                                                       

                                                                                               Sarjana Pertanian 2019

rmd 2
Motorku parkir depan toko
rmd
suasana depan toko

 

 

Daftar Istilah :

1.      Shopping = Perbelanjaan

2.      LPG = Liquefied Petroleum Gas

3.      Special = Istimewa

4.      Hajatan = Pesta

5.      Large = Besar

6.      Keyboard = Papan tombol jari

7.      Make up = Dandanan

8.      Munggahan = Tradisi orang Sunda menyambut datangnya bulan Ramadhan

9.      Coolcase = Kotak penyejuk

1       Minimize = Memperkecil

         Jumbo = Luar biasa besarnya

         Aa = Saudara laki-laki