#MenjadiUtuh bersama Indonesia Mengajar

Setiap orang dapat 365 karya setiap tahun, tapi yang membuat beda adalah maknanya. -Edhy Surbakty

Jadilah orang yang orang lain butuhkan, selain apa yang kita punya. -Masitoh

Kamu jadi apa yang kamu mau. Tapi percayalah, cuma satu tepukan doang kamu akan semangat. -Dimas Sandya S

Jadi guys, pada malam sabtu yang bertepatan tanggal 27 Desember 2019 ada seminar IM Talks dari Indonesia Mengajar yang bertajuk “Grow Your Empathy, Set Your Professional Goals” bertempatan di Tujuh Ruang Lucky Square Bandung.

View this post on Instagram

IMTALKS BANDUNG⁣ ⁣ "Menjadi Pengajar Muda membuat saya bisa menyeimbangkan global competence dan grass root understanding. Saya juga bisa merasakan empati seutuhnya dan bisa memahami alasan di balik setiap tindakan masyarakat serta menerima itu sebagai sebuah potensi", Dimas Sandya Sulistio, Pengajar Muda Kabupaten Aceh Utara dan Muara Enim.⁣ ⁣ Itu satu dari sekian banyak pembelajaran baik yang dialami Pengajar Muda. Setahun penuh menjadi teman anak-anak, guru, dan masyarakat di daerah terpencil merupakan perjalanan #MenjadiUtuh bagi setiap #PengajarMuda⁣ ⁣ Mau dengar lebih banyak cerita? Berani ambil kesempatan selanjutnya untuk jadi Pengajar Muda? ⁣ ⁣ Ajak temanmu, siapkan pertanyaanmu, dan datang pada ⁣ 📅 Jum'at, 27 Desember 2019⁣ 🕖 19.00 – 21.00 WIB⁣ 📍 Tujuh Ruang ⁣ Lucky Square, Jl. Terusan Jakarta no 2, Babakan Surabaya, Kecamatan Kiaracondong, Kota Bandung⁣ ⁣ Kuota terbatas! Segera daftarkan dirimu di bit.ly/IMTalksBandung⁣ ⁣ #IMTalks⁣ #JadiPengajarMuda20⁣ #IndonesiaMengajar

A post shared by Indonesia Mengajar (@ind_mengajar) on

 

 

Our graduation~

IMG_5588
September 2019

Thank you so much, my sister has accompanied and guided from the first day of OPAK (PBAK 2015) start 26 August 2015 to my graduation day 22 September 2019 (Graduation 75). ALHAMDULILLAH 4 years exactly I have been Finished S1 study *emot toga* repeating to the first day of OPAK at that time who always prepared all needs by sister Nisa start from breakfast, white shirt, veil, book, shoes, etc. Did not forget the registration consultation, the administrative requirements until finally received through the SPAN-PTKIN line of 2015. Knowledge of what it is credits & KRS, how to get a good GPA, and many more memories story. TY also to the Kosan Oren behind Puskesmas Cibiru who has held us for 4 years

AND ini ada bonus foto ketika Teh Nisa wisuda~

original (4)
Januari 2017

Bukber Asisten

WhatsApp Image 2019-05-21 at 20.35.50

okay, jadi ceritanya. . .

Selamat kepada Ibu Ida yang telah diangkat menjadi Dosen tetap, saya senang dan berterima kasih karena telah diberi kesempatan untuk menjadi asistennya di Praktikum Pengelolaan Hama dan Penyakit Terpadu (PHPT), Pengolahan HPT Pasca Panen dan HPT Pengelolaan Pestisida.

#syukuran #tahundepanbubar #bubarbarisan #crewlab

k

 

Mengejar Bola Untuk Jadi Sang Juara #AGC2018

Oke akhirnya saya bisa mendapatkan lagi kesempatan untuk menulis tentang sebuah acara besar di Himpunan Agroteknologi dan merupakan acara idaman kaum adam yakni apalagi kalau bukan “ f u t s a l ”. Ya, secara rutin satu tahun sekali turnamen ini diselenggarakan oleh Bidang Minat dan Bakat dibawah himpunan jurusan saya also known as HIMAGI yang kepanjangan dari Himpunan Mahasiswa Agroteknologi. HIMAGI telah sukses dalam turnamen futsal ini pada tahun 2017 dengan Tema “Let’s Play Together Fair Play Our Game” dan dibuka langsung oleh Ketua Jurusan yang bertempat di Zone 73 Futsal. Dan pada tahun ini HIMAGI telah membuka kesempatan untuk semua jurusan agroteknologi/agroekoteknologi khususnya dan jurusan yang berkaitan dengan pertanian se-Jawa Barat untuk mengikuti kompetisi Agrochampionship 2018.

Tema yang telah disepakati oleh para panitia dan juga jajaran Ex-officio (termasuk ada saya didalamnya :D) yaitu “Mengejar Bola Untuk Jadi Sang Juara” lalu pertandingan ini dibuka secara langsung dengan simbolis memasukan bola kedalam gawang oleh Bapak Ir. Ahmad Taofik, MP. selaku Ketua Jurusan Agroteknologi UIN SGD Bandung yang sangat kita banggakan. Secara keseluruhan rangkaian acara semua sama dengan sistem Group yang terdapat 4 group A, B, C dan D. Serta yang tak kalah penting dan point utama dari pertandingan ini adalah perebutan hadiah senilai 5 juta rupiah selain mempererat silaturahim se-antar fakultas pertanian. Pertandingan ini berlangsung selama 2 hari dari tanggal 17 – 18 November 2018 dan telah dipersiapkan dan dipersembahkan dengan terbaik oleh M. Fachryl Hisbullah sebagai Ketua Pelaksana (OC) dan Ketua Bidang sebagai SC dinahkodai oleh Agung Robani atau keluarga agroteknologi akrab menyebutnya dengan Agung Bapak.

Perbedaan Agrochampionship 2017 dengan tahun sekarang hanya di lokasi pertandingan, kalau tahun kemarin di Zone 73 yang beralamat di Jl. A.H. Nasution No.73, Cipadung, Kec. Cibiru, Kota Bandung, Jawa Barat 40614 atau sebrang Borm* Cipadung (kayak promosi deh! he he). Untuk turnamen kali ini kita sepakati di Mayasari Futsal Cibiru atau Mayasari Sport Hall yang beralamat di Cipadung Kidul, Kec. Panyileukan, Kota Bandung, Jawa Barat 40614 dekat bunderan Cibiru, inget bukan Xabiru ya 😀 (maafkan aku Mama Rachel~,~). Selain itu sekelompok wasit yang dipilih baru dari tahun sebelumnya, diantaranya ada wasit yang merupakan teman saya ketika di SMA yaitu M. Lutfhiana Fajri saat ini kuliah semester 5 dijurusan Manajemen FISIP UIN Bandung. Dia aktif bermain futsal sejak SD (mungkin) dan terkenal dengan perannya sebagai keeper atau penjaga gawang ketika dibangku SMA. Semoga ranah perfutsalan khususnya di Jawa Barat dan umumnya futsal nasional semakin sukses. Aamiin!

Tulisan ini saya tidak akan menyebutkan masing-masing urutan juara karena saya lupa dan tidak sempat mencatat dikarenakan pas hari-H pertandingan berlangsung saya harus pergi ke Gedung Sate untuk menghadiri acara undangan dari GenPI Subang dan dilanjutkan dengan pelantikan masing-masing daerah oleh Gubernur Jawa Barat yakni Bpk. H. Ridwan Kamil di ruangan gedung sate lantai 1. Acara ini bersifat wajib sebagai anggota GenPI Subang dan saya harus datang jika tidak saya tidak mendapatkan fasilitas anggota dan belum resmi menjadi anggota GenPI Kabupaten Subang. Jika kalian ingin tahu atau saya hanya memberi tahu bahwa ketika itu hari Sabtu tanggal 17 November 2018 ada 3 agenda yang harus saya lakukan secara bersamaan. Saat itu saya merasa stress harus bisa membagi waktu dan ingin rasanya membelah diri seperti amoeba agar menjadi 3 bagian (CURHAT YA GPP).

Pertama, saya sebagai Fasilitator Praktikum atau tak asing dikenal sebagai “asdos” ini hari Sabtu ada jadwal praktikum Dasar-dasar Perlindungan Tanaman. Mata kuliah ini diampu oleh Pak Efrin dan beliau memberikan pesan kepada saya bahwa minggu ini harus masuk praktikum, sehingga saya tidak bisa menolaknya dan memang jadwal praktikum ini hari Sabtu pemirsa. Pagi-pagi sekali saya pergi ke laboratorium dan teman-teman mahasiswa sudah berkumpul disana, langsung diberikan responsi tentang perangkap hama (yellow trap kalau ga salah) dan pukul 8/9 gitu ya (i’m forget) saya harus sudah pergi ke Gedung Sate. Setelah materi selesai praktikan saya tinggalkan untuk bisa praktikum sendiri di belakang laboratorium dan saya titipkan kepada kosma masing-masing kelas. Setelah itu saya langsung cus Bersama teman saya yang sudah menunggu didepan gerbang kampus.

Kedua, pukul 10 saya telah sampai di Gedung Sate dan disana banyak sekali berdiri stand-stand tentang pariwisata masing-masing daerah se-Jawa Barat. Tak lama kemudian kami -GenPI Subang- berkumpul dengan para GenPI lainnya untuk melaksanakan pengukuhan Bersama bapak gubernur. Sebelum diresmikan kami diberikan dulu amanat dari pak gubernur untuk menjadi anggota yang aktif mempromosikan tempat pariwisata atau wisata yang ada di daerahnya masing-masing. Selesai pengukuhan pukul 1 kami semua berfoto bersama anggota GenPI se-Jabar dan tak lupa kami foto dengan masing-masing wilayah. Sejak disana perasaan saya galau karena meninggalkan tugas sebagai panitia Agrochampionship, sebelumnya kenapa saya tidak meminta izin saja atau memberi tahu akan telat datangnya? Saya tidak bilang karena jika saya bilang pasti tidak akan diberikan izin oleh sang ketua (Khairul Razaq) karena saya bagian dari tim inti yang harus hadir di pertandingan besar itu (my opinion). Intinya saya tidak bilang waktu itu he he he

Ketiga, merupakan kegiatan terakhir di hari Sabtu tanggal 17 November 2018 ini yaitu kembali ke Cibiru untuk melaksanakan tugas saya sebagai tuan rumah acara Agrochampionship. Saya pulang pakai angkot waktu itu karena teman-teman saya ada yang langsung pulang ke Subang kebanyakan dan tidak kembali ke Cibiru, sehingga saya harus pulang sendirian. Zaman 2018 saya belum mengenal yang Namanya “GoJ*k” atau “Gr*b” untuk transportasi yang cepat dan tidak macet. Kenal sih aplikasinya hanya saja tidak menggunakannya waktu itu entahlah saya lupa kenapa. Pulang pukul 2/3 dari Gedung Sate (i’m forget) dan karena saya menggunakan angkot otomatis sampai di Cibiru pukul 4/5 sore. Otomatis acara hampir telah selesai, ya begitulah penyesalan wakti itu saya tidak sempat ketemu Tim Futsal dari Subang yaitu jurusan Agroteknologi Univeristas Subang (UNSUB).

Tapiiiiiiiii, setidaknya saya telah menunaikan tugas saya untuk menyempatkan hadir di waktu pertandingan turnamen futsal tersebut. Saya juga jadi tidak punya banyak waktu lebih untuk bisa menonton karena sudah hampir selesai, dan dilanjutkan keesokan harinya saya harus maksimal dengan mempersiapkan piala dan papan juara dan top skor, bekerja sama dengan partner terbaik saya sepanjang masa yakni “Lucky Fitriyanie” a.k.a Dede 😊. Hari Minggu tanggal 18 November 2018 adalah hari kedua pertandingan dan sebagai penentuan juara 1, 2, 3 dan Top Skor. Perolehan juara 1 Agrochampionship 2018 jatuh kepada pendatang baru yaitu dimenangkan oleh Agribisnis UIN Jakarta dan memborong lagi piala Top Skor oleh saudara Awalun Davy si master of futsal yang sudah tidak diragukan lagi dan sangat berkelas! Diakhir cerita ini saya mau menyampaikan satu kalimat “Thank You Dav!”

IMG_1276