Kontaminasi (Browning) Pada Teknik Kultur Jaringan

Dalam bidang pertanian saat ini selain budidaya pertanian organik yang sedang digalakkan disamping itu untuk memanfaatkan perkembangan teknologi terbaru yang ada dalam bidang pertanian saat ini dan masa depan yaitu dengan teknik kultur jaringan. Kultur jaringan atau kultur in vitro atau tissue culture adalah suatu teknik untuk mengisolasi sel, jaringan, dan organ kemudian menumbuhkan bagian tersebut pada media buatan yang mengandung kaya nutrisi dan zat pengatur tumbuh pada kondisi aseptik sehingga bagian-bagian tersebut dapat memperbanyak diri dan berenegerasi menjadi tumbuhan sempurna kembali (Kristina et al, 2017). Menurut Erizka Fauzy (2017), kultur jaringan adalah suatu metode untuk mengisolasi bagian tanaman (daun muda, mata tunas, ujung akar, keping biji atau bagian lain yang bersifat meristematik) serta menumbuhkannya dalam media buatan yang kaya nutrisi dengan penambahan zat pengatur tumbuh (ZPT) secara aseptik (steril) dalam wadah in vitro yang tembus cahaya sehingga bagian-bagian tersebut dapat memperbanyak diri dan beregenerasi menjadi tanaman lengkap kembali. Kultur in vitro tidak hanya dapat digunakan untuk konservasi dan perbanyakan tanaman, melainkan dapat juga diterapkan untuk produksi metabolit sekunder (Anis dan Oetami, 2010). Namun, kontaminasi oleh mikroba merupakan salah satu masalah serius dalam kultur in vitro tanaman (Leifert dan Cassells, 2001).

Ciri yang terdapat pada kontaminasi tersebut diantaranya pencoklatan pada eksplan ataupun media. Proses pembuatan kultur jaringan, komponen yang paling rentan terhadap kontaminasi mikroorganisme adalah media tumbuh dan eksplan Gunawan (1988). Berdasarkan hasil penelitian Anis dan Oetami (2010), penyebab dari kontaminasi (browning) akibat gejala yang ditimbulkan dari adanya serangan jamur adalah tumbuhnya hifa-hifa jamur pada permukaan media maupun eksplan setelah inokulasi selama rata-rata 4-10 hari setelah tanam. Di samping itu, mikrooganisme akan menyerang eksplan melalui luka-luka akibat pemotongan dan penanganan waktu sterilisasi sehingga mengakibatkan jaringan eksplan. Eksplan yang terkontaminasi akan menunjukkan gejala berwarna putih, biru, coklat atau krem yang disebabkan jamur dan bakteri. Media tumbuh dan eksplan dapat terkontaminasi oleh mikrooganisme karena keduanya dapat berfungsi sebagai subsrat yang baik bagi pertumbuhan mikroorganisme termasuk bakteri (Doods dan Roberts, 1983) dan jamur (Gunawan, 1987). Pandiangan (2003), mengatakan bahwa kontaminasi dapat terjadi dari eksplan baik eksternal maupun internal, mikroorganisme yang masuk kedalam media, botol kultur atau alat-alat tanam yang kurang steril, ruang kerja dan kultur yang kotor (mengandung spora di udara ruangan laboratorium) dan kecerobohan dalam pelaksanaan.

Selain itu, masalah lingkungan inkubator juga tidak bisa diabaiakan karena ini juga sering menjadi masalah. Suhu ruangan inkubator sangat menentukan optimasi pertumbuhan eksplan, suhu yang terlalu rendah atau tinggi dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan pada eksplan. Kebutuhan antara satu tananaman dengan tanaman yang lain berbeda, namun demikian solusinya sulit dilakukan mengingat umumnya ruangan inkubator suatu ruangan laboratorium kultur jaringan tidak bisa dibuat variasi antara satu ruangan dengan bagian ruangan yang lainnya.

 

 

Referensi :

Anis S dan Oetami Dwi H. 2010. Pengaruh Sterilan Dan Waktu Perendaman Pada Eksplan Daun Kencur (Kaemferia galanga L) Untuk Meningkatkan Keberhasilan Kultur Kalus. AGRITECH, Vol. XII (1) 11 – 29

Erizka F, Mansyur, dan Ali Husni. 2017. The Effect Of Using Murashige And Skoog Medium (Ms) And Vitamin To Callus Regeneration Of Napier Grass (Pennisetum Purpureum) Cv. Hawaii Post On Gamma Radiation Ld50 Doses (In Vitro). Fakultas Pertanian UNPAD, Vol. 1 (1) 1-22

Gunawan, L. W. 1987. Teknik Kultur Jaringan Tumbuhan. Departemen Pendidikan dan  Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Pusat Antar Universitas (PAU) Bioteknologi. Institut Pertanian Bogor. 36-101.

Kristina M, Oratmangun, Dingse P, dan Febby K. 2017. Deskripsi Jenis-Jenis Kontaminan Dari Kultur Kalus Catharanthus roseus (L.) G. Don. Jurnal Mipa Unsrat Online, Vol. 6 (1) 47—52

Litz, R. E. and D. J. Gray. 1995. Somatic Embryogenesis for Agricultural Improvement. World Journal Microbiology and Biotechnology. 11:416-425

Iklan

Maafkan Adikmu

1470289_383054905163060_1283545985_n
Ilustrasi untuk Wisuda S1 dan ini ketika Wisuda D3

     Bandung, 21 Mei 2016

 

Maafkan adikmu.

Jika adikmu sampai saat ini hanya menjadi sosok yang masih ingusan dan polos untuk mengenal soal gaya hidup dan percintaan.

Hanya bisa bercerita hal yang tidak penting kepadamu.

Hanya menjadi beban karena selalu meminta uang tambahan kepadamu.

Hanya menjadi pengganggu waktu istirahatmu.

 

Mafkaan adikmu.

Jika adikmu yang menganggap dirimu telah berbeda.

Yang menganggap dirimu semakin sibuk.

Yang menganggap duniamu sudah tak menjadi duniaku

Yang menganggap hidupmu hanya untuk pekerjaanmu

Yang menganggap hidupmu hanya untuk teman-temanmu ataukah kekasihmu.

Yang menganggap hari istimewamu tak menjadi urusanku lagi.

Yang menganggap masalah hatimu tak berhak ku ketahui lagi.

Yang menganggap dirimu akan selalu membawakan ice cream untukku.

Tapi adikmu suatu saat nanti akan kehilangan dirimu. Kehilangan karena esok hari nanti engkau ataukah diriku yang akan memilih hidup bersama dengan seseorang yang akan melengkapi separuh agama dan kehilangan karena waktu kita semakin terbatas kesibukan ataukah dunia kita masing-masing.

Kini kita semakin beranjak dewasa, semakin menuju tua, semakin dekat dengan kematian. Bahkan kita tak akan tahu apakah dirimu ataukah diriku yang dahulu akan dipanggil oleh-Nya. Namun, usia memberi kita jarak. Membatasai kita untuk saling berbagi walau hanya sekedar menanyakan keadaan “bagaimana kabarku atau kabarmu hari ini?”

Kakak, adikmu hanya meminta. Bagilah waktumu walau hanya sekedar “makan malam bersama” dimeja setengah bundar yang biasa kita tempati tuk bercengkrama dan tertawa. Entah kita bercerita tentang dunia kita masing-masing ataukah masa depan kita seperti apa? Bisakah kita mengulang kembali masa kecil yang telah direnggut oleh waktu dan usia?

Maafkan adikmu tak menghadiri hari bersejarahmu yang kedua, semoga dalam hari bersejarhmu yang lainnya aku harus dan pasti akan mengahdirinya.

 

 

Congratulations on second graduation

for my brother get a S1

 

Tertanda,

Adikmu

Senang Sekali

Assalamu’alaikum Warrahmmatullahi  Wabarrakatuh.

Hello! just call me Noe 😉 I am a prospective minister of international agriculture and journalist is my hobby. Let’s share my experience by reading my blog. Maybe useful 🙂

Wassalamu’alaikum Warrahmmatullahi  Wabarrakatuh.

IMG20160301112017
First post

Menjadi Pembawa Berita or Reporter

 

Naskah Berita
Naskah Berita

          Nah, naskah diatas merupakan salah satu tugas akhir di SMA, ya pelajaran Bahasa Indonesia. Guru yang sangat baik, ramah, sabar dan juga kocak mengasyikan ini membuat sebuah tugas untuk siswa-siswinya menjadi pembawa berita atau berita sekilas info yang sering kita ketahui dengan reporter. Dari dulu memang salut banget dan penasaran sama si pembawa berita gimana bawainnya dan katanya kalau lagi shooting naskah beritanya itu disimpan di bawah atau diatas kamera. Hmm setelah aku coba WAH ternyata susah banget apalagi kalau naskah asli berita di tv itu otomatis alias jalan terus ganti kata-katanya ke arah atas atau bawah.

         Berhubung ini adalah pelajaran yang sangat aku sukai maka, penampilannya harus se-maksimal mungkin. Dengan begitu aku search deh di Mbah Google tentang pakaian atau model yang umum digunakan pembawa berita perempuan. Dan hasilnya banyak banget karena sebagian besar nggak berkerudung lalu kata kuncinya ku rubah menjadi ‘model pakaian pembawa berita perempuan berjilbab’ akhirnya muncul seorang kakak atau teteh atau ibu yang memakai kerudung warna hijau toska lalu jas berwarna hijau tua dan daleman jasnya berwarna hijau muda. CANTIK SEKALI. Tapi, berhubung itu foto jadul jadi aku nggak bisa menampilkannya karena lupa nyimpen. Sempat di edit sama hasil foto aku tapi folder editannya sudah dihapus atau hilang disimpen di flashdisk.

           Oke, kalian nggak sabar kan mau lihat model pakaian pembawa berita yang saya kenakan. Santai saja dulu karena ini akan membuat kalian shock, lho kenapa karena menurut aku itu kelihatan d-e-w-a-s-a banget. Mungkin memang gitu modelnya pembawaan berita harus kelihatan rapih dan sopan. Apalagi pembawa berita di tv ternama, wuih itu idaman banget, pokoknya. Baiklah, akan aku pajang nih hasil setelah berulang kali shoot-cut shoot-cut shoot-cut hampir 10 kali lebih deh kayanya untuk pembuatan menjadi seorang pembawa berita. Dan di akhir momen lumayan menantang itu aku berfoto ria HEHE

Fire Brigade

Fire Rescue (Pemadam Kebakaran) was first established in Indonesia in 1918 about 90 years ago in Batavia and Surabaya. While firefighters in Subang was founded in 2008. The motivation of workers to support a fire department family and the most important is humanity. Firefighters are also ready to help the fallen trees, flooding, drowning, suicide, landslides and people falling into the well.

Firefighters Subang under the leadership department. Name of agency heads Mr. Sumasta , S. Ti , MUM. While the fire chief  Mr. Augustinus Martono Sriwahyudi. All employees of the fire department Subang insured. It poses a voluntary 60 % energy and 40 % of civil servants. In the language of the fire department and the civil servants who are not called organic / non-organic.

Firefighters Subang there are 48 staff members. It turns out that not all employees of the fire department there are also men 4 women only as a staff whose job it is in the room. Firefighters Subang not have female staff who were involved as a team. However, in other areas there.

There are 8 car inventory in Subang fire department. However, the rest of the damaged 2 to 5 cars. And 1 car for the command. In every car there are at least 6 people. 1 operator, 1 driver, 2 solmen and 2 more helpers. Hose length of 120 meters. In the tank car is already available water and chemical substances such as SOP. Water supplies are ready in toren, river and sea.

Average in a month there are 9 or more cases that occurred in the town of Subang. Its kind of like a fire house, shop, electrical short-circuit. If no cases are usually employees of the fire department Subang as enjoy, coffee, watch television and anything else that could be entertaining. In the existing firehouse mess but technically wrong.

The average fire department employees Subang had served for 11 years. And firefighters Subang it had occurred at a higher risk when helping the case. Such as broken bones, fractured bones and a few years ago a fire engine overturned Subang / fall in Wera.

Subang, 16th  of October 2014

fire 19

fire 18

Acara Perpisahan Zombie (XI IPA 3)

Zombie

Wahhhh Seru Banget lah lumayan 🙂

Terimakasih Ya Allah Engkau telah menyelamatkan kami semua!

Tadi acara main XI IPA 3 alias perpisahan kelas ceritanya wkwk, acaranya hampir saja gagal karena hujan besar. Tapi, alhamdulillah terlaksana juga dan nggak jadi pakai angkot katanya mahal…

Jadinya kami bawa motor deh, semuanya ada 8 motor nah sebutin yaaa ada motor Denawan, Iqma, Hana, Deni S, Deni H, Roro, Lutfi, Etik. Oh iyaaa ada 9 harusnya, karena Onda pulang duluan (ah gak seru deh jadinya) tapi yang ikut juga lumayan banyak lho. Kita absen yuk ada me, Barkah, Iqma, Chyntia, Yuyun, Roro, Ridha, Ayu, Mira, Etik, Ipinge (Tri Silvia), Meyda, Laena, Deni H, Deni S, Denawan, Lutfi, Hadi, Onda and a Aprin~

Semuanya ada 20 orang (horeeeeeeeee *tepuk tangan*) seru kan luamyan 😀 tempat yang dituju yaitu (apa ya aku lupa, guys) kalau gak salah Curug Sadim deh awalnya bukan disana tapi berhubung banyak yang tidak sesuai rencana maka dipilih lah alternative terakhir yaitu Curug Sadim yang berada di Panaruban Ciater atau bisa juga lewat Sagalaherang. Kami disana bakar-bakar ikan dulu terus yang terkahir bakar jagung deh! Pulangnya aku sama bu Ridha (panggilannya pake ‘bu’ jadi burid) mampir dulu ke “TOKMA” toserba baru yang di buka pada tanggal 24 Juni 2014 di Jalancagak – Subang.

Terimakasih semuanya, sudah mau mendengarkan curhatannya 🙂

 

 

 

Brsma guru fav
XI IPA 3 with favorite teacher Mrs. Fifit 🙂