First Time

Thanks for today…

Terima kasih atas rencana-Mu yang selalu indah untukku. Tadi tanggal 26 Februari 2018 adalah hari pertama ngasprak (asisten praktikum), iya awal kerja hari Senin itu adalah jadwal Praktikum Teknologi Benih yang partner-nya sama Hasna dan jadwal kedua itu pada hari Rabu ada Praktikum Kesehatan Tanah dengan partner Hikmaya Ajiningrum. It’s so Alhamdulillah bisa punya pengalaman jadi asisten dosen. I NEVER IMAGINED BEFORE~

Wujudkan impian mamah kalau kamu juga bisa jadi guru/dosen dengan sedikit berbekal dari pekerjaan jadi asisten ini, setidaknya kamu sudah punya pengalaman di bidang mengajar ūüôā

ALBUM#IMG_5324

Regards,

Pinalti Keberuntungan

HAH? Goal?

Itulah pertanyaan yang langsung ada dalam pikiran pada saat itu.

Screenshot_2018-02-17-15-10-36-59
Yeay goaaaaallllllllllllllllllllllll

Hari ini adalah hari pelaksanaan acaranya para alumni yang sering dikenal dengan ‚ÄúDoledocleng Cup‚ÄĚ. Kelasku yakni 2015/A mendapatkan bagian main hari pertama, ya hari Sabtu dan lawan mainnya adalah maba (mahasiswa baru) yakni 2017/B. Sebelum pertandingan tadi, kelas A itu penuh dengan ngadadak yang artinya serba mendadak, baik itu pemainnya, kostum, sepatu, kerudung dan lainnya. Itulah kelasku walaupun begitu kami tetap hebat dan berjalan saling bergandengan alias selalu bersama. *eaaaa*

Babak pertama pun dimulai, aku, Firda, Fuji, Hindun dan Maya masuk sebagai pemain. Ini juga ada yang lebih mendadak lho, kalian harus tahu kalau Maya itu nggak niat jadi kipper awalnya dan memang bukan pekerjaan dia menjadi seorang kipper. Tetapi dengan tekad dan kemauan yang membara itulah Maya memutuskan ingin menjadi kipper di beberapa jam sebelum pertandingan. Pada babak pertama ini aku dan Fuji ditempatkan di depan untuk menyerang. Aslinya, aku nggak bisa jadi penyerang lah ngoper bola aja masih kaku apalagi nge-shoot ke gawang L

Peluit babak pertama sudah berbunyi yang artinya pertandingan sudah selesai dan diharapkan kepada para pemain untuk istirahat dulu sejenak. Setelah beberapa saat dan posisi kami telah bertuakr dengan lawan, itulah babak kedua dimulai. Kata coach Agung entah Fhandan (aku lupa) aku dan Fuji dipindah tempat menjadi di belakang dan yang maju ke depan menjadi penyerang adalah Firda dan Fitra. Huft. Akhirnya lega bisa maen dibelakang lagi jadi back with my partner is Fuji.

Bola masuk ke gawang oleh Fitra! Good Job! Kedudukan 1-0 harus dipertahankan. Tapi saying ketika aku nendang dari lawan untuk diarahkan ke team, bola itu malah salah sasaran dan aku tidak bisa menahannya karena harus lari dari pinggir ke tengah lalu menahan bola itu rasanya capek (hehehe) dan Maya tidak bisa mengendalikan bolanya karena lumayan agak kenceng sih. Akhirnya goal terjadilah goal untuk angakatan 2017 kedudukan imbang menjadi 1-1.

Fifit ‚Äďpanggilan Fitra- sudah berusaha dengan semaksimal mungkin untuk bisa mencetak gola lagi tetapi belum waktunya, hingga bunyi peluit terdengar pertanda pertandingan sudah selesai. Kami pasrah, karena ini adalah babak penentuan siapa yang menang diantara kita. Kemudian coach Fhandan memberikan intruksi bahwa yang maju¬† untuk pinalti yang pertama Firda, kedua Fuji dan ketiga Fitra. Namun, mereka gagal alias tidak bisa memasukan bola satupun ke gawang karena selalu tertangkap oleh kipper.

Alhamdulillahnya angkatan 2017 juga tidak ada yang bisa memasukan satupun ke gawang kelas kami. Akhirnya penentuan ada dipemain terkahir, yakni adalah aku. Aku hanya berdoa dan berprinsip tidak akan memasukan ke tengah gawang dan akan memasukan ke sudut gawang. Dengan keberanian dan percaya diri, setelah peluit ditiup oleh wasit, akupun tidak lama beberapa detik kemudian menendang bolanya sampai di sudut gawang dan bola itu tidak tertahan oleh kipper lalu akhirnya bola itu lolos masuk ke gawang yang artinya GOAL.

Sempat tidak percaya tetapi kejadian barusan adalah kenyataan, iya maksudnya nggak percaya aja gitu bisa masukin bola ke gawang dan lebih kerennya lagi (menurutku) itu tuh lagi pinalti, penentuan antara pemenangnya siapa apakah angkatan 2015 atau 2017. Dan sejarah tadi menciptakan goal untuk saya. Banyak yang bilang itu keliatan bohongan, keliatan nggak nendang dan emang bukan tendangan yang baik. Tetapi percayalah aku hanya senang bisa mencetak goal yang tidak terduga dan mungkin apakah itu hanya sebuah keberuntungan?

Tuliskan Impianmu!

Hai~ mumpung lagi santai nih HEHE

me ;)

Tadi siang habis nganter Mama belanja bulanan, akhir bulan sih tapi kita tidak mengenal tanggal tua ūüėÄ

Alhamdulillah…alhamdulillah…alhamdulillah seminggu lagi masuk guys, semester 6! Oh my God aku masih senaaang bangeeeeet liat IP semester lalu nembus target 3,5 ya Allah. Ternyata benar, apa yang kita tulis dan ditarget maka kita akan berusaha dengan sungguh-sungguh untuk mencapai semua tulisan itu. Aku tak pernah pantang menyerah untuk menuliskan semua impian-impianku! Dan, aku akan berjuang semaksimal mungkin, bekerja keras, sampai titik penghabisan demi impianku itu. Aamiin. Semangat.

Aku ingin mewujudkan impianku dan mengejar cita-cita! Wujudkan Impian dan Cita-citaku yang akan ku persembahkan untuk Mamaku tercinta…

-Allahuma sholli ala sayyidina Muhammad-

Kenangan MAPAH di Kalijati

Kalijati is here…

Sekarang jam 00:42 WIB

____________________________________________________________________________________________

Cerita dimulai pada hari Jum’at sore pulang nganter Ami dari Jatos aku langsung mandi dan buru-buru packing terus keburu disamper Puja, deh. Udah gitu kita on the way-nya ba’da Magrib mau adzan Isya pokoknya. Nah, kita bareng sama rombongan yang lain juga pada bawa motor ada 12 motor #mantap #boaedan #pawaimotor.

Aku sama Puja bawa motornya gantian, di Bandung sampai Cijambe itu dibawa sama Puja dan di akhiran aku bawa dari Sindangpalay sampai lokasi tujuannya yaitu di Ponpes YAFATA Kalijati. Kalian harus tahu kalau kita itu dari Rumah Makan Pengkolan kehujanan lalu neduh dulu di warung yang depan RM Pengkolan dan kita nunggu lumayan lama sampai aku tidur nyenyak lah -________________-

Sudah sampai lokasi aku langsung tidur dah. Sabtu Subuh berjama’ah dan langsung kultum (kuliah tujuh menit) dengan materi 1 yang dibawakan oleh Asep Supriatna alias “Asep Dollar” (?) entahlah kenapa Dollar -_-“). Lanjut, materi ke-2 ada dari Ketua Umum HIMKAS yaitu¬† A Ibad. Yap, lanjut materi ke-3 ada “Group Discussion” yang dimana aku masuk ke kelompok 1 dan anggotanya ada Alawi, Iwan, Wulan, Linda, Sofi, Nurhayati dan pastinya ada aku jadi kita bertujuh orang. Materi ke-4 ada “Sejarah Subang”. Cihuy! Subang sejarahnya ternyata gitu toh yaks~

Materi Sejarah ini dibawakan oleh A Ulul Fahmi Fauzi dan pokoknya dia kerja di OPPO Smartphone lalu diakhir materi kita dibagi-bagi pamflet handphone OPPO. Jadinya, aku kepengin beli hape baru deh, OPPO A39 hehehe terus jadinya mau OPPO lagi Han apa Sams*ng nich? *mikir keras*. Materi ke-5 adalah materi tentang “Fungsi Mahasiswa Terhadap Subang” yang dibawakan oleh Pak Subhan (staff ahli DPR), yang ditemani dengan Pak ALdo/Didin (sekwan). Next, kita belajar nyanyi dums, ya kita harus bisa nyanyi Mars HIMKAS and than ada materi 5 “Simulasi Sidang” oleh Kang Deden Fahruji. Nah pas malemnya baru lah keadaan sudah tidak kondusif lagi, asli. Banyak alumni pada datang dan judulnya itu katanya tentang “Rempug Alumni” sampai jam 10 malam deh (kalau tak salah).

Next,¬† ada penampilan inagurasi dari setiap kelompok (Y). Aku asli kangen koyol-konyolan pas inagurasi ini, because kita tuh pakai sarung semua anggota kelompok 1 lalu nyanyi “Manuk Dadali” it’s so funtastic aku tak peduli lagi penampilannya kayak gimana dan pokoknya aku enggak liat audience sama sekali. Asli suka lupa, ngebleng, parah deh malu-maluin kelakuan itu dan semua ide berasal dari Wulan Tupis (tukang pipis).

Selanjutnya kita sidang deh baru sampai jam 1 udah diganggu dan baru sampai BAB 1 padahaal (-_-“). Jam 3 kita dibangunin buat di uji mental (ceritanya) semuanya ada 4 pos. Pada pos 1 aku aman dan teman-teman yang lainnya juga. Eh, by the way di kelompok pos-posan ini kita beda lagi lah kelompoknya, jadi aku sama Saoqi, Yanti, Nurhayati, Sifa. Parah lah di pos selanjutnya tuh makin extrem apalagi pos 4 (zerem).

Pos 2 ini yaitu tentang Sejarah Subang yang dimarahin terus gara-gara enggak bener neranginnya katanya kaya anak SD? Lah terus kita nyeritainnya harus begimane kakak-kakak ku, harus pake bahasa isarat? Lucu nget nget. And than di pos 3 me and all diam tanpa kata (sepertinya kenal kaya judul lagu), sampai-sampai kita disamain seperti pohon karena enggak beda jauh diem mele wkwkwk (diem-diem bae, ngopi napa ngopi).

Tuh rasain aja dah nyampe capek, lagian pasti deh kalau dijawab juga serba salah ujungnya. Daripada nguras energi kakak-kakak semua dan kita juga, jadi mendingan aku diem saja until the end. Next, di pos 4 lebih parah lagi bahasanya itu, lho! But, be grateful enggak sampai dibanjur *tepuk tangan*. Selesai adzan subuh langsung pada mandi bersih-bersih and etc.

Pas mau lanjut sidang itu kita dipindah alias disuruh hijrah dari asalnya di Gor & KBIH jadi harusnya pindah ke ruangan kelas MTs. Jam 8-an kita selesaikan sidang sampai adzan Dzuhur+pemilihan ketua angkatan (ketung). Kemudian makan siang dan acara penutupan, deh. -The End-

Next, for go to Bandung jam 2-an and arrived in here jam 7 malam. Mantap, cyin 5 jam? Aku langsung tidur lagi aja dah soalnya enggak kuat pusing banget, niat mau ngeblog juga eh malah teler duluan. ASELI. 

Cukup segitu pengalaman MAPAH-nya. Aku harap bisa mengembangkan HIMKAS supaya lebih maju Kota Subang dan aku bisa punya banyak kenalan di Pemerintahan Subang khususnya dan umumnya se-Indonesia. Amiin Ya Allah.

 

Thank YOU for time~

IMG-20171105-WA0036

 

 

Kapal Pesiarku telah tiba

Kapal pesiar kita akan segera tiba di pulau idaman, kawan! Sudah tiba saatnya untuk kita turun dari kapal besar ini, meninggalkan pondok yang penuh kasih dan perjuangan ini. Ingatlah selalu kawan, sebaik-baik alumni pondok pesantren adalah yang dapat menjaga nama baik almamaternya.

Bercahayalah engkau pesantrenku…

Tetaplah memancarkan cahaya cintamu demi santri-santrimu. Disaat mereka dekat ataupun jauh dari keberadaanmu. Karena para santri yang pernah merasakan cintamu, sampai kapanpun dan dimanapun akan tetap menjaga serta membela keutuhan cahayamu dari tangan siapapun yang ingin meredupkannya.

Novel by Ira Madan “Cahaya Cinta Pesantren”

Desaku yang Kucintai

 

Well, to the point. Kemaren itu hari pawai atau sering kita kenal arak-arakan agustusan di Kecamatan Cisalak ‚Äď Subang. Jujur saya senang sekali ketika masa-masa ini dirasakan kembali. Sebuah pawai atau karnaval dalam memeriahkan hari ulang tahun kemerdekaan NKRI ke 72 tahun. Seneng banget! Jadi inget masa-masa dulu,¬†by the way¬†terakhir saya ikutan pawai ini kapan, ya? Kira-kira kelas 7 atau kelas 9 sih, saya lupa. Soalnya sejak SMA hingga lulus saya jarang ikut lagi berpatisipasi di acara HUT RI. Because, saya sekolah di Kota Kabupaten sedangkan rumah di Cisalak atau lebih tepatnya jauh sekali dari sekolahku.¬†So, my school is far very very far~

Kemarin itu saya berangkat nonton dari pukul 9 pagi sampai waktu dzuhur. Tadinya nunggu Desa saya buat tampil tapi, berhubung Desa Cigadog¬†the last¬†yup, urutan terakhir yaitu ke 5. Jadi, saya hanya menonton Desa Cisalak dan Desa Mayang yang setengah nontonnya karena harus pulang untuk sholat Dzuhur. Oh iya, sebelumnya urutan pertama itu ada Desa Darmaga dan kedua Desa Cisalak. Makanya pawai di mulai jam 08:00 WIB dan saya baru nonton jam 9¬†so i am the late.¬†Sempet liat sih pawai Desa Darmaga pas lewat rumahku di jalan saya sedang membeli kupat tahu. Ada kuda-kudaan bagus banget, lebih tepatnya unik sih. Terus motor hias, dangdong ‚Äď dangdonnya juga lucu.

Saya sangat bersyukur bisa terlahir di bumi pertiwi ini, Cisalak. Ya, itulah nama daerah saya. Dan Kabupaten Subang menjadi Kota yang tak akan pernah saya lupakan sepanjang hayat. Kota Subang didirikian pada tanggal 5 April dan saya selalu ikut andil dalam memeriahkan hari lahirnya Kota kelahiran saya ini. Maka saya lebih aktif ketika HUT Kabupaten Subang ketimbang HUT RI pada saat sekolah puith abu dulu. HUT RI tak akan pernah kalah kemeriahannya juga walaupun saya tidak ikut. Karena, di sekolah itu kalau HUT RI selalu tanggal merah dan saya memilih untuk pulang ke kampung halaman lalu diam dirumah. HEHEHE

Sedangkan HUT Kabupaten Subang dimeriahkan ketika kalender normal dan khusus Kabupaten Subang semuanya menjadi bebas alias libur lalu saya masih berada di Subang dan ada waktu lah saat itu untuk ikut pawai atau karnaval. Lagian kalau HUT RI itu kan semua kalender tanggal merah, ya kan? Jadi ada alasan dah untuk pulang ke rumah wkwk. Ah pokoknya saya sangat merindukan Kota Subang dan sejuta bahkan semilyar kenangannya (agak sedikit lebay sih). But, that’s really really my beautiful memories in the self with so much experience and i never forget all until my life to the end. Seriously.

Sudah sampai di akhir cerita, saya akan memberikan dan membagikan gambaran-gambaran tentang Perayaan Pawai Pembangunan Kecamatan Cisalak. Semoga kalian mencintai daerahnya, ya. Karena kita tidak akan pernah terlepas dari kampung halaman yang sejuk dan damai. Apalagi tempat itu telah menjadikan tempat kita untuk lahir di dunia ini dan sampai saat ini kita bisa hidup sejahtera dari hasil bumi pertanian di desa-desa kita. Semoga Allah selalu memberikan perlindungan untuk Kabupaten Tercintaku yakni Subang dan khususnya untuk kampungku.

Terima Kasih, Ibu Pertiwi. Desaku yang kucintai. Pujaan hatiku…

 

 

 

 

 

Bukit Pamoyanan – Subang

Nice to meet you all…

IMG-20170716-WA0011

Kali ini saya akan memberikan sedikit pengalaman ketika camping di Bukit Pamoyanan. Sejak beberapa bulan yang lalu tempat tersebut menjadi gencar dan terkenal di banyak media sosial, salah satunya yaitu Instagram. Saya waktu itu melihat sekilas di instagram yang di unggah oleh teman-teman saya. Ketika itu postingan-postingan mereka tentang Bukit Pamoyanan semakin ramai dan pastinya semakin menunjukan bahwa tempat itu indah sekali, asli. Disitulah rasa penasaran saya muncul dan semakin menjadi ingin segera kesana. Pasti kalian juga akan pensaran deh jika belum melihat sebelumnya, dijamin, asyik.

Seminggu setelah saya mengetahui bahwa Bukit Pamoyanan merupakan tempat wisata baru dan saya harus kesana untuk mengobati rasa penasaran, karena lokasi tempat wisata Bukit Pamoyanan tersebut tidak jauh dari rumah. Ada sahabat saya yang mengajak dan dia ingin sekali camp disana, alhasil rencana jadwal pun dibuat. Mempersiapkannya selama satu minggu itu waktu yang cukup lama menurutku karena kami ingin segera kesana tetapi kami masih ada jadwal kesibukan satu sama lain seperti sekolah, kuliah, kerja dan yang lainnya. Kami sepakat untuk berangkat waktu weekend tiba, yaitu hari Sabtu dan Minggu.

Sesampainya hari Sabtu, kami saling menanyakan perbekalan apa saja yang akan dibawa. Karena, kami akan menginap alias camp disana walau cuma satu malam. Pukul 15:00 dimana jadwal pemberangkatan menuju Bukit Pamoyanan akan segera meluncur. Kemudian saya mempersiapkan kebutuhan dan meminta izin ke orang tua lalu saya berangkat bersama sahabat saya. Ketika itu teman-teman yang ikut dari rombongan Kota Subang menggunakan mobil, sedangkan saya hanya membawa motor. Lalu kami janjian dulu di salah satu rumah sahabat saya yang dekat dengan lokasi Bukit Pamoyanan tersebut yaitu di Cimanggu.

Disana kami mempersiapkan kebutuhan makan seperti timbel, sambal dan ikan untuk di bakar. Setelah menunggu, rombongan dari Kota Subang pun akhirnya datang dengan perbekalan yang penuh dalam mobil seperti 3 buah tenda, karpet, senter dan ayam untuk dibakar. Kemudian kami langsung berangkat berbarengan sekitar pukul 19:00 WIB. Sampai di parkiran kami sangat antusias sekali karena sebentar lagi kami akan di tempat orang-orang yang ada di instagram tersebut di posting, ya, Bukit Pamoyanan. Lumayan jauh untuk menuju puncak saya merasa ngos-ngosan nafasnya, maklum sudah faktor usia dan menjadi anak pasca pramuka juga tidak menjamin semangat terus hehehehe.

Ditemukanlah tempat yang cukup luas untuk mendirikan tenda untuk kami istirahat. Disana kami membangun 2 tenda dom dan 1 tenda segitiga yang dibawa dari rombongan Kota Subang. Selesai mendirikan tenda kami akan makan bersama yang sebelumnya harus mencari kayu bakar untuk memanggang ikan dan ayam, yummy! Memakan waktu cukup lama sih untuk memanggang ayam 2 ekor tersebut tapi ikan sudah semua matang. Saat itu saya pergi ke tenda tetangga untuk mencari suasana baru dan tak lama kemudian waktu makan sudah siap dan saya bersama teman-teman yang lainnya menuju ke tenda utama untuk makan malam bersama. Nikmat.

Waktu malam terus berjalan saya memilih tidur karena kondisi badan yang capek dan ingin beristirahat, sedangkan sahabat-sahabat yang lainnya memilih untuk bermain salah satu permainan di aplikasi handphone. Menjelang shubuh saya sudah bangun dan langsung menuju ke toilet umum, ingin tahu nggak? Pas sampai disana antri banget, guys. Hampir satu jam saya berdiri kuat menunggu giliran masuk toilet. Setelah dari toilet, saya dan sahabat-sahabat lainnya bergegas untuk menuju area utama dimana pemandangan samudra awan akan terlihat. Karena tak ingin membuang kesempatan kami rela mengantri lagi jika ingin naik ke menara untuk berfoto dan melihat pemandangan lebih jelas.

Sesampainya diatas menara saya bersyukur sekali kepada Tuhan, karena telah mengizinkan saya untuk berdiri diatas menara itu. Ternyata do’aku terkabul cepat, alhamdulillah. Puas berfoto-foto diatas menara sebelum turun saya mengabadikan betapa ramainya dibawah sana, orang-orangnya dan banyak juga tenda-tenda yang berdiri dibawah menara. Bukit Pamoyanan itu hanyalah kabut tebal yang membentuk lautan awan putih. Disana terdapat 1 menara dan 1 jembatan sebagai tempat-tempat instagramable. Setelah dari menara kami bergegas menuju jembatan karena kami tak akan menyia-nyiakan kesempatan mumpung ada disini, pikirnya.

Di menara maupun di jembatan sama-sama di waktu, lho. Dan sama-sama di batas orangnya. Karena menara dan jembatan tersebut dibuat dari bambu jadi kita harus berhati-hati jika banyak yang naik. Saya bersama 3 teman naik menara itu sebab batas maximal orang yang boleh naik hanya 4 orang begitupun di jembatan. Tetapi, itu semua nggak bikin saya kecewa saat saya dan teman-teman lain harusnya naik bersama ke menara itu, karena yang terpenting saya bisa naik di menara itu (jahatnya diriku). Disana terdapat antrian yang panjang jadi kami harus cepat-cepat untuk mengambil fotonya dan bagaimanapun hasilnya terimalah ketika difoto diburu-buru dan saat itu saya yang tak punya gaya difoto hanya seadanya, saja. Sedih.

Sudah puas naik menara dan jembatan akhirnya saya menemukan sunrise lalu berfoto sendirian dengan matahari tersebut (kasihan), ketika orang-orang berfoto sama pasangannya hahaha. Tak lama dari sana saya langsung pulang ke tenda dan prepare untuk pulang. Sebelumnya saya mengabadikan suasana tenda kami dan pemandangan gunung-gunungnya untuk kenang-kenangan. Lalu kami membuka tenda masing-masing dan pulang menuju arah area utama untuk sekali lagi berfoto ria. Itu lah pengalaman saya ketika camp di Bukit Pamoyanan demi mendapatkan view samudera awan dan berburu matahari terbit. Semoga tempat wisata ini akan selalu berkembang terus untuk memajukan Kabupaten Subang! Merdeka!

 

 

 

 

 

 

IMG20170716055624IMG20170716055627IMG20170716055629