Mengejar Bola Untuk Jadi Sang Juara #AGC2018

Oke akhirnya saya bisa mendapatkan lagi kesempatan untuk menulis tentang sebuah acara besar di Himpunan Agroteknologi dan merupakan acara idaman kaum adam yakni apalagi kalau bukan “ f u t s a l ”. Ya, secara rutin satu tahun sekali turnamen ini diselenggarakan oleh Bidang Minat dan Bakat dibawah himpunan jurusan saya also known as HIMAGI yang kepanjangan dari Himpunan Mahasiswa Agroteknologi. HIMAGI telah sukses dalam turnamen futsal ini pada tahun 2017 dengan Tema “Let’s Play Together Fair Play Our Game” dan dibuka langsung oleh Ketua Jurusan yang bertempat di Zone 73 Futsal. Dan pada tahun ini HIMAGI telah membuka kesempatan untuk semua jurusan agroteknologi/agroekoteknologi khususnya dan jurusan yang berkaitan dengan pertanian se-Jawa Barat untuk mengikuti kompetisi Agrochampionship 2018.

Tema yang telah disepakati oleh para panitia dan juga jajaran Ex-officio (termasuk ada saya didalamnya :D) yaitu “Mengejar Bola Untuk Jadi Sang Juara” lalu pertandingan ini dibuka secara langsung dengan simbolis memasukan bola kedalam gawang oleh Bapak Ir. Ahmad Taofik, MP. selaku Ketua Jurusan Agroteknologi UIN SGD Bandung yang sangat kita banggakan. Secara keseluruhan rangkaian acara semua sama dengan sistem Group yang terdapat 4 group A, B, C dan D. Serta yang tak kalah penting dan point utama dari pertandingan ini adalah perebutan hadiah senilai 5 juta rupiah selain mempererat silaturahim se-antar fakultas pertanian. Pertandingan ini berlangsung selama 2 hari dari tanggal 17 – 18 November 2018 dan telah dipersiapkan dan dipersembahkan dengan terbaik oleh M. Fachryl Hisbullah sebagai Ketua Pelaksana (OC) dan Ketua Bidang sebagai SC dinahkodai oleh Agung Robani atau keluarga agroteknologi akrab menyebutnya dengan Agung Bapak.

Perbedaan Agrochampionship 2017 dengan tahun sekarang hanya di lokasi pertandingan, kalau tahun kemarin di Zone 73 yang beralamat di Jl. A.H. Nasution No.73, Cipadung, Kec. Cibiru, Kota Bandung, Jawa Barat 40614 atau sebrang Borm* Cipadung (kayak promosi deh! he he). Untuk turnamen kali ini kita sepakati di Mayasari Futsal Cibiru atau Mayasari Sport Hall yang beralamat di Cipadung Kidul, Kec. Panyileukan, Kota Bandung, Jawa Barat 40614 dekat bunderan Cibiru, inget bukan Xabiru ya 😀 (maafkan aku Mama Rachel~,~). Selain itu sekelompok wasit yang dipilih baru dari tahun sebelumnya, diantaranya ada wasit yang merupakan teman saya ketika di SMA yaitu M. Lutfhiana Fajri saat ini kuliah semester 5 dijurusan Manajemen FISIP UIN Bandung. Dia aktif bermain futsal sejak SD (mungkin) dan terkenal dengan perannya sebagai keeper atau penjaga gawang ketika dibangku SMA. Semoga ranah perfutsalan khususnya di Jawa Barat dan umumnya futsal nasional semakin sukses. Aamiin!

Tulisan ini saya tidak akan menyebutkan masing-masing urutan juara karena saya lupa dan tidak sempat mencatat dikarenakan pas hari-H pertandingan berlangsung saya harus pergi ke Gedung Sate untuk menghadiri acara undangan dari GenPI Subang dan dilanjutkan dengan pelantikan masing-masing daerah oleh Gubernur Jawa Barat yakni Bpk. H. Ridwan Kamil di ruangan gedung sate lantai 1. Acara ini bersifat wajib sebagai anggota GenPI Subang dan saya harus datang jika tidak saya tidak mendapatkan fasilitas anggota dan belum resmi menjadi anggota GenPI Kabupaten Subang. Jika kalian ingin tahu atau saya hanya memberi tahu bahwa ketika itu hari Sabtu tanggal 17 November 2018 ada 3 agenda yang harus saya lakukan secara bersamaan. Saat itu saya merasa stress harus bisa membagi waktu dan ingin rasanya membelah diri seperti amoeba agar menjadi 3 bagian (CURHAT YA GPP).

Pertama, saya sebagai Fasilitator Praktikum atau tak asing dikenal sebagai “asdos” ini hari Sabtu ada jadwal praktikum Dasar-dasar Perlindungan Tanaman. Mata kuliah ini diampu oleh Pak Efrin dan beliau memberikan pesan kepada saya bahwa minggu ini harus masuk praktikum, sehingga saya tidak bisa menolaknya dan memang jadwal praktikum ini hari Sabtu pemirsa. Pagi-pagi sekali saya pergi ke laboratorium dan teman-teman mahasiswa sudah berkumpul disana, langsung diberikan responsi tentang perangkap hama (yellow trap kalau ga salah) dan pukul 8/9 gitu ya (i’m forget) saya harus sudah pergi ke Gedung Sate. Setelah materi selesai praktikan saya tinggalkan untuk bisa praktikum sendiri di belakang laboratorium dan saya titipkan kepada kosma masing-masing kelas. Setelah itu saya langsung cus Bersama teman saya yang sudah menunggu didepan gerbang kampus.

Kedua, pukul 10 saya telah sampai di Gedung Sate dan disana banyak sekali berdiri stand-stand tentang pariwisata masing-masing daerah se-Jawa Barat. Tak lama kemudian kami -GenPI Subang- berkumpul dengan para GenPI lainnya untuk melaksanakan pengukuhan Bersama bapak gubernur. Sebelum diresmikan kami diberikan dulu amanat dari pak gubernur untuk menjadi anggota yang aktif mempromosikan tempat pariwisata atau wisata yang ada di daerahnya masing-masing. Selesai pengukuhan pukul 1 kami semua berfoto bersama anggota GenPI se-Jabar dan tak lupa kami foto dengan masing-masing wilayah. Sejak disana perasaan saya galau karena meninggalkan tugas sebagai panitia Agrochampionship, sebelumnya kenapa saya tidak meminta izin saja atau memberi tahu akan telat datangnya? Saya tidak bilang karena jika saya bilang pasti tidak akan diberikan izin oleh sang ketua (Khairul Razaq) karena saya bagian dari tim inti yang harus hadir di pertandingan besar itu (my opinion). Intinya saya tidak bilang waktu itu he he he

Ketiga, merupakan kegiatan terakhir di hari Sabtu tanggal 17 November 2018 ini yaitu kembali ke Cibiru untuk melaksanakan tugas saya sebagai tuan rumah acara Agrochampionship. Saya pulang pakai angkot waktu itu karena teman-teman saya ada yang langsung pulang ke Subang kebanyakan dan tidak kembali ke Cibiru, sehingga saya harus pulang sendirian. Zaman 2018 saya belum mengenal yang Namanya “GoJ*k” atau “Gr*b” untuk transportasi yang cepat dan tidak macet. Kenal sih aplikasinya hanya saja tidak menggunakannya waktu itu entahlah saya lupa kenapa. Pulang pukul 2/3 dari Gedung Sate (i’m forget) dan karena saya menggunakan angkot otomatis sampai di Cibiru pukul 4/5 sore. Otomatis acara hampir telah selesai, ya begitulah penyesalan wakti itu saya tidak sempat ketemu Tim Futsal dari Subang yaitu jurusan Agroteknologi Univeristas Subang (UNSUB).

Tapiiiiiiiii, setidaknya saya telah menunaikan tugas saya untuk menyempatkan hadir di waktu pertandingan turnamen futsal tersebut. Saya juga jadi tidak punya banyak waktu lebih untuk bisa menonton karena sudah hampir selesai, dan dilanjutkan keesokan harinya saya harus maksimal dengan mempersiapkan piala dan papan juara dan top skor, bekerja sama dengan partner terbaik saya sepanjang masa yakni “Lucky Fitriyanie” a.k.a Dede 😊. Hari Minggu tanggal 18 November 2018 adalah hari kedua pertandingan dan sebagai penentuan juara 1, 2, 3 dan Top Skor. Perolehan juara 1 Agrochampionship 2018 jatuh kepada pendatang baru yaitu dimenangkan oleh Agribisnis UIN Jakarta dan memborong lagi piala Top Skor oleh saudara Awalun Davy si master of futsal yang sudah tidak diragukan lagi dan sangat berkelas! Diakhir cerita ini saya mau menyampaikan satu kalimat “Thank You Dav!”

IMG_1276

Naskah Drama “Kegelisahan dan Penyebabnya”

Alex adalah seorang anak yang sangat taat dalam menganut agamanya yaitu Kristen. Hari-harinya sibuk dengan ibadah, hingga membuat dirinya fanatik dan benci dengan agama lain. Namun di suatu hari terjadi peristiwa yang mengubah hidup dan kepercayaannya.

Hana    : “Alex, kok kamu sibuk terus sih? Kok jarang bareng sama kita?”.

Alex    : “Ah nggak apa-apa, aku hanya sibuk mendekatkan diri kepada Tuhanku”.

Gina    : “Emang harus sampai segitunya, ya ? Sadar nggak sih, kamu itu udah terperangkap dalam  dunia kamu sendiri.”

Alex    : “(Marah) denger ya Gina! Kamu itu nggak tahu apa-apa tentang agamaku. Persetan dengan agamamu yang kamu anut, kamu juga Han camkan itu !!”

Kemudian Alex meninggalkan Hana dan Gina, lalu tiba-tiba…

Hana   : “Eh Gin, liat Alex jatuh…”

Gina    : “Ah bodo, emang gua pikirin”.

Hana    : “Gin, ini dia nggak gerak-gerak Giiiiin”.

Gina    : “Ah, palingan dia acting”.

Hana    : “Nggak Gina, ini serius, ini dia berdarah”.

Gina    : “Serius Han ? Yaudah ayo kita bawa dia ke Rumah Sakit”.

***

            Meskipun benturan yang di alami Alex cukup parah, namun jiwanya masih tertolong, berangsur-angsur keadaan Alex mulai membaik, namun…

Mamah Alex   : “Nak, bagaimana kondisi kamu apakah ingatan kamu sudah membaik ?”

Alex                : “Aku belum bisa ingat semuanya, mah”.

Mamah Alex   : “Ya sudah ayo nak kita ke Gereja, barang kali akan memulihkan ingatan kamu”.

Alex                  : “Oh iya mah ayo”.

Sesampainya di gereja merekapun beribadah. Namun Alex tampak kebingungan, ketika ibunya menyebut nama Tuhan. Sesampainya dirumah…

Alex                : “Mah kalau nggak salah denger, tadi mamah menyebutkan tiga nama Tuhan ya, Mah ?”.

Mamah Alex    : “Iya nak, itu Tuhan kita, Tuhan yang selama ini kamu sembah”.

***

            Pernyataan itupun membuat Alex bingung dan gelisah, sehingga ia mencari tahu apa yang menjadi kegelisahannya itu. Di depan kelas…

Hana   : “Udah baikan, Lex ?”.

Alex    : “Iya sudah kok 🙂 ”.

Gina    : “(dari kejauhan berjalan menghampiri Alex) Eh Alex, inget aku nggak, Lex ? Hehe”.

Alex    : “(sambil tersenyum) ingat kok Gin”.

Gina    : “(ketawa puas) bagus…bagus…bagus”.

Hana   : “Eh aku duluan ya, ada keperluan”.

Alex    : “Mau kemana Han ?”.

Hana   : “Mau ke Wihara untuk ibadah, emangnya kenapa Lex ?”.

Alex    : “(berfikir sejenak) aku boleh ikut nggak ?”.

Hana   : “Yakin Lex kamu mau ikut ?”.

Alex    : “Iya Han”.

Hana   : “(agak sedikit ragu) yaudah yuk”.

***

            Sesampainya di Wihara Alex pun memperhatikan dengan penuh rasa penasaran. Setelah itu mereka pun pulang…

Hana   : “Yuk Lex aku udah selesai kita pulang”.

Alex    : “Oh iya ayo”.

Karena rasa kegelisahan yang belum terjawab, Alex pun berinisiatif untuk ikut Gina beribadah.  Pada pagi harinya Alex pun menemui Gina.

Alex    : “Eh Gin, lagi ngapain ?”.

Gina    : “Kamu nggak liat, di kantin kaya gini, ya lagi makan lah”.

Alex    : “Santailah Gin, aku cuma nanya”.

Gina    : “Abis pertanyaan kamu nggak masuk akal sih, to the point aja deh, kamu ada perlu apa ?”.

Alex    : “Gini Gin, aku boleh nggak ikut kamu ibadah (sambil terbata-bata)”.

Gina    : “Hah!! Yakin? Kamu mau ikut aku ibadah ? Bukanya dulu kamu nggak peduli banget sama agama lain”.

Alex    : “Itu kan dulu, dan sekarang aku benar-benar bingung dengan keadaanku seperti ini”.

Gina    : “Oke deh Lex, besok aku jemput”.

***

            Lagi-lagi rasa kegelisahan Alex belum terjawab dan membuatnya semakin ingin tahu. Sehingga ia memutuskan untuk terus menggali rasa keingintahuannya dengan cara membaca berbagai buku keagamaan. Hingga pada suatu saat…

Mamah Alex   : “Nak, ayo kita makan dulu”.

Alex                : “Iya mah, bentar dulu”.

Mamah Alex   : “Kamu baca buku apa ? (sambil menghampiri Alex yang sedang duduk ditempat tidurnya)”.

Alex                : “Cuman baca buku-buku ringan aja kok mah”.

Mamah Alex   : “Coba mamah liat (sambil mengambil buku). Apa-apaan ini Lex, buku apa ini ? (dengan nada sedikit kesal)”.

Alex                : “Maaf mah, semenjak kejadian itu dan setelah mamah ajak aku ke Gereja, perasaan aku jadi aneh mah, aku mulai merasakan kegelisahan dalam diri aku dan setelah itu aku memutuskan untuk mencari tahu penyebab dari  kegelisahan ku ini”.

Mamah Alex   : “Tapi kenapa kamu lakukan dengan cara yang seperti ini, kamu harus tahu Alex, bahwa agama yang paling benar itu adalah agama yang di bawa oleh nenek moyang kita terdahulu. Pokoknya mamah nggak mau tahu, buku-buku ini kamu buang atau mamah sendiri yang akan membuangnya!! (semakin kesal)”.

Alex                : “Tapi mah…”

Mamah Alex : “Nggak ada tapi-tapian pokoknya buku-buku itu harus kamu buang (lalu pergi meninggalkan Alex)”.

***

            Kegelisahan Alex semakin memuncak, apalagi setelah ibunya tahu bahwa selama ini Alex mempelajari agama-agama lain. Namun pada suatu hari di kelasnya ada mahasiswa baru.

Dosen  : “Mohon perhatian semunya hari ini kita kedatangna mahasiswa baru, dia bernama Moslem. Silahkan duduk (Dosen langsung mempersilahkan duduk Moslem)”.

Alex       : “Hey, kenalin nama aku Alex (sambil mengulurkan tangannya)”.

Moslem  : “Moslem (menjawab sambil tersenyum)”.

Alex       : “Asal kamu dari mana ?”.

Moslem  : “Asal saya dari Sukabumi”.

Alex       : “Kok kamu pindah kesini ?”.

Moslem  : “Soalnya ayahku bekerja sebagai pemandu haji di kota ini”.

Alex       : “Haji itu apa lim ?”.

Moslem  : “Masa nggak tahu… Upss, maaf maksudnya haji itu salah satu ibadah dari agamaku yaitu Islam”.

Alex       : “Islam ?????????? (dengan muka yang penuh tanda tanya)”.

Moslem  : “Iya Lex itu agamaku, memangnya agama yang kamu anut apa ?”.

Alex       : “Agamaku Kristen, tapi sekarang ini aku gelisah semenjak…            (Alex menceritakan semuanya)”.

Moslem  : “Ya sudah kalau begitu, kamu mau ikut aku, Lex ?”.

Alex       : “Kemana lim ?”.

Moslem  : “Udah ikut aja nanti oke…”

Alex       : “Oke deh”.

Setelah mata kuliah selesai mereka pergi, saat dijalan Alex bertanya…

Alex       : “Jadi agama Islam yang kamu anut itu gimana Moslem ?”.

Moslem  : “Kami punya keyakinan bahwa Tuhan kami Esa, tunggal dan Dia bernama Allah SWT”.

Alex       : “Terus prinsip dari agama kamu itu bagaimana ?”.

Moslem : “Jadi prinsip Islam itu penuh dengan toleransi, kami menghormati agama lain namun kami juga tetap teguh pendirian akan apa yang kami anut. Pedoman kami adalah Al-Qur’an dan  As-Sunnah, dan kami menyembah Allah SWT yang kami imani”.

Alex       : “Oh begitu ya 🙂 (dengan kesenangan yang telah ia dengarkan)”.

            Saat mereka bercakap-cakap terdengar suara adzan dan Moslem pun pergi ke masjid, namun saat di mesjid Alex hanya memandangi Moslem dari kejauhan. Tampak wajah Alex yang semakin penasaran. Setalah Moslem sholat…

Alex      : “Eh yang kamu sembah apa lim, kok beda dengan agama-agama lain ?”

Moslem  : “Itulah cara Islam beribadah, karena kami yakin bahwa Allah itu ada dan beda dengan makhluknya”.

Alex       : “Tapi kan kamu nggak pernah liat Tuhan kamu”.

Moslem  : “Yah begitulah yang kami yakini Lex, kami selalu merasa diawasi dan dilindungi oleh Allah SWT. Tuhan yang Maha Kuasa, Maha Melihat dan Maha Mendengar”.

Alex       : “(terdiam dan merenung)”

Moslem  :”Eh malah bengong ayo kita berangkat ?”.

Alex       : “Oh iya ayo”.

***

           Mereka pun pergi, dan ternyata Moslem mengajak Alex kerumahnya, sesampainya dirumah Moslem pun menunjukan sesuatu kepada Alex.

Moslem : “Kalau kamu masih penasaran dengan apa yang aku jelaskan tadi, inilah kitab kami yang tadi aku bilang (sambil menunjukan Al-Quran). Disinilah segala sesuatu tentang   Tuhan kami, pedoman hidup dan petunjuk bagi kami untuk mencapai hidayah kehidupan yang bermanfaat”.

Alex       : “Boleh aku melihatnya ?”

Moslem  : “Oh boleh boleh…”

Alex        : “Kok tulisannya kaya gini lim, aku nggak bisa membacanya ?”.

Moslem  : “Sini aku beri tahu (sambil mengambil Al-Quran dari tangannya Alex kemudian Moslem membacakannya)”.

 

            Alex yang begitu fokus melihat dan mendengar bacaan Al-Qurannya Moslem, terlihat tetesan air mata di wajahnya yang seakan-akan tak terbendung lagi dan ketenangan pun dirasakan dalam dirinya. Dari situlah Alex mulai berfikir bahwa apa yang selama ini ia cari atas kegelisahannya itu telah terjawabkan, dan dihari selanjutnya Alex pun memutuskan untuk mengucapkan tiga kalimat syahadat…           الحمدلله رب العلمين

Selesai

 

Pemeran       Andi Muhfi Zandi                sebagai Alex

                          Depi Ipadoh                          sebagai Mamah Alex

Fhandan Bhagaskara          sebagai Moslem

Gina Amaliah                       sebagai Gina

Hana Fitriani                        sebagai  Hana

                          Umar (kakak tingkat)           sebagai Dosen