Gumuk Pasir Wediombo

Senja merapat di Wediombo

Gelapnya menjadi penanda waktu

Menutup jiwa diselimuti nafsu

 

Tak ada lagi yang peduli menjaga pantai ini

Merajut lingkungan asri tanpa melukai

Menggores senyum pada bumi

 

Mesti kubisikkan disetiap telinga

Agar mereka peduli

Menjaga dan menata

Dengan rasa cinta

 

Senja merapat di Wediombo

Ada orang menjaja kepedulian

Demi sekarung rupiah dengan dalih penataan

 

Yogyakarta, Januari 2017

 

Iklan

Ocehan Konyol

Ya Allah keadaan kek gini apa coba namanya ๐Ÿ˜ฆ catatan buku amalku 3 hari kebelakang berasa banyak sekali dosanya. Walaupun emang tiap hari ada aja dosanya, tapi ini super dahsyat banyak dosanya. Kalian gak usah tahu apa aja dosa yang terjadi pada 3 hari yang lalu, yang jelas hanya Allah sang Maha Mengetahui ๐Ÿ™‚

Sial lapar ๐Ÿ˜ฆ ketika gua lagi nulis catatan ini, dibilangin kalian jangan pengen tahu kenapa gua bisa lapar. Emangnya gak makan-makan selama 3 hari yang lalu? Bukan itu persoalannya, kapan gua nyampe rumah dan makan masakan mamah ๐Ÿ˜ฆ

Oke mungkin ini agak sedikit gak jelas alias ‘gaje’ karena gua lagi sebel ๐Ÿ˜ฆ emang gua belum balik ke rumah, tapi jangan khawatir mah aku baik-baik saja disini yang sedang duduk manis di mobil Mazda kursi belakang sebelah kiri. Mamah gak usah nanya-nanya ke temen-temen SD aku, terutama sama dia ๐Ÿ˜€ hadeuh ini orang tua gak tahu ceritanya sih maklum, maafin anakmu mah โœŒ

Tempat inilah jadi janji bisu, ya dean RM. Saung Punclut gua berada yang tepatnya di jalan Ciater/Sari Ater – Subang. Ngapain gua disini? Pokoknya kalian semua pada gak usah kepo cukup Allah yang tahu ๐Ÿ™‚

Cukup sekian ngutrukan hari ini, hari Kamis tanggal 14 Juli 2016 dimana 1 tahun yang lalu adalah H-2 lebaran 1436 H ๐Ÿ™‚ kenapa gua bisa tahu karena gua suka liat postingan lampau di #timehope sama sekali bukan promosi karena gua gak dibayar dan gak bakat yang kek gituan.

Oke gua bener-bener akhirin ocehan malam ini, gua Hana Fitriani dari tadi melaporkan ๐Ÿ˜€

see you