Sharing #JumatBerkah

Pertama kali aku hobi membaca itu baru kali ini kok, sejak di perguruan tinggi. Ya walaupun di biodata kalo hobi suka dipaksa nulis “hobi = membaca biar aku selalu termotivasi sama niat dan tulisan itu, nanti kan kebayang terus nih “hobi gue itu membaca, jadi harus bener-bener baca apaan ya”, yang lebih tepatnya kita harus dilatih untuk gemar membaca apa saja mau itu buku pelajaran, novel, berita, iklan, slogan, translate film, daftar menu, dsb. Ceritanya begini, waktu itu pas semester 1 aku berprinsip harus lebih rajin belajar dengan cara membeli buku mata kuliah yang bersangkutan dan ada juga dari pihak dosen yang menganjurkan membeli buku sebagai bahan referensi. Berenang sambil minum air, dimana dosen juga ada yang mengajar sambil berdagang yaitu dengan menjual buku-bukunya dan mahasiswa harus bin wajib membelinya sebagai bahan pembelajaran selama satu semester tersebut.

Ternyata membaca itu asik dan pikiran kita akan melayang jauh alias mengkhayal memikirkan apa makna yang ada dalam tulisan tersebut, apalagi buku yang dibaca itu adalah novel. Wah itu sih khayalannya sudah kemana-mana, ditambah latar belakang novel tersebut di luar negeri seperti di Rusia, Korea, Palestina, London, German, ah pokoknya seluruh dunia. Rasanya itu aku pribadi merasakannya seperti di ajak jalan-jalan keliling dunia gratis, asli. Soalnya aku pernah ngalamin kayak begitu sih baca buku dari latar belakang Negara yang berbeda, hehe. Masih inget deh pengalaman itu pas libur semester 4 pokoknya. Nah, aku kepengin jalan-jalan ke luar negeri lagi dengan gratis harus banyak stok buku alias banyak budget buat beli bukunya 😦 sedangkan PKL dan KKM sudah di depan mata, intinya nggak bias lagi beli buku-buku dah uangnya buat ditabungin bekal kuliah 🙂

Bicara tentang mood aku pribadi sih seringnya kalau membaca buku itu pas lagi mood bagus bener, bener-bener bagus banget. Barulah aku bisa baca buku dari pagi nyampe pagi lagi, hehe *gakdengbecanda*. Usually, aku membaca paling lama berturut-turut selama 3 jam-an dan waktu yang PW (poisisi wenak) buat baca menurutku pas malam yaitu beres sholat isya tepatnya pukul 19:00 s/d 21:00. Itu tuh mata kalau waktu menunjukan pukul 21:00 pasti lelah alias suka pengin liat jam dinding, ah dan ternyata sudah pas pukul 21:00. Nggak kerasa sih cuma 2 jam bagi orang yang hobi bacanya master banget. Tapi aku namanya juga baru belajar menyukai hobi baru ini, jadi 2 jam juga sudah lumayan lah menambah wawasan banyak banget! Jadi gimana caranya biar aku bisa mendapatkan mood bagus terus? Jika mood jelek, itu bahaya banget buatku. Boro-boro membaca, liat atau megang bukunya aja, ogah 😦

Aku cuma mau sharing aja tentang hobi membaca aku ini, pertama mengoleksi buku sejak semester 1 itu berarti tahun 2015 dan sekarang buku aku di rak sudah hampir 4 tahap. Selama 3 tahun kurang lah buku-buku itu ternyata sudah aku lahap, ada rasa gembira sih dari niat paksaan hobi membaca jadi suka membaca beneran. Alhamdulillah. Aku suka ngebayangin gimana jadinya kalo aku suka membaca dari SD atau nggak dari SMP lah, mungkin rak buku dirumah sudah penuh semua dan impian punya perpustakaan sendiri terwujud. Tapi, nggak apa-apa telat juga ya teman-teman asalkan kita selalu punya niat untuk kebaikan walaupun itu sekecil biji zarah. Allah Subhana Wa Ta’ala telah berjanji, bahwasannya kita sebagai hamba yang dicintai-Nya akan diberikan balasan kebaikan atau pahala jika kita mempunyai 1 niat kebaikan. Disini baru niat lho guys, itu dapet pahala. Apalagi jika kita melakukan, melaksanakan, mengaplikasikan, menerpakan sampai me-istiqomahkan niat tersebut. Indah sekali, bukan?

 

 

Bandung, 09 Februari 2018

Iklan
Andalan

Bukit Pamoyanan – Subang

Nice to meet you all…

IMG-20170716-WA0011

Kali ini saya akan memberikan sedikit pengalaman ketika camping di Bukit Pamoyanan. Sejak beberapa bulan yang lalu tempat tersebut menjadi gencar dan terkenal di banyak media sosial, salah satunya yaitu Instagram. Saya waktu itu melihat sekilas di instagram yang di unggah oleh teman-teman saya. Ketika itu postingan-postingan mereka tentang Bukit Pamoyanan semakin ramai dan pastinya semakin menunjukan bahwa tempat itu indah sekali, asli. Disitulah rasa penasaran saya muncul dan semakin menjadi ingin segera kesana. Pasti kalian juga akan pensaran deh jika belum melihat sebelumnya, dijamin, asyik.

Seminggu setelah saya mengetahui bahwa Bukit Pamoyanan merupakan tempat wisata baru dan saya harus kesana untuk mengobati rasa penasaran, karena lokasi tempat wisata Bukit Pamoyanan tersebut tidak jauh dari rumah. Ada sahabat saya yang mengajak dan dia ingin sekali camp disana, alhasil rencana jadwal pun dibuat. Mempersiapkannya selama satu minggu itu waktu yang cukup lama menurutku karena kami ingin segera kesana tetapi kami masih ada jadwal kesibukan satu sama lain seperti sekolah, kuliah, kerja dan yang lainnya. Kami sepakat untuk berangkat waktu weekend tiba, yaitu hari Sabtu dan Minggu.

Sesampainya hari Sabtu, kami saling menanyakan perbekalan apa saja yang akan dibawa. Karena, kami akan menginap alias camp disana walau cuma satu malam. Pukul 15:00 dimana jadwal pemberangkatan menuju Bukit Pamoyanan akan segera meluncur. Kemudian saya mempersiapkan kebutuhan dan meminta izin ke orang tua lalu saya berangkat bersama sahabat saya. Ketika itu teman-teman yang ikut dari rombongan Kota Subang menggunakan mobil, sedangkan saya hanya membawa motor. Lalu kami janjian dulu di salah satu rumah sahabat saya yang dekat dengan lokasi Bukit Pamoyanan tersebut yaitu di Cimanggu.

Disana kami mempersiapkan kebutuhan makan seperti timbel, sambal dan ikan untuk di bakar. Setelah menunggu, rombongan dari Kota Subang pun akhirnya datang dengan perbekalan yang penuh dalam mobil seperti 3 buah tenda, karpet, senter dan ayam untuk dibakar. Kemudian kami langsung berangkat berbarengan sekitar pukul 19:00 WIB. Sampai di parkiran kami sangat antusias sekali karena sebentar lagi kami akan di tempat orang-orang yang ada di instagram tersebut di posting, ya, Bukit Pamoyanan. Lumayan jauh untuk menuju puncak saya merasa ngos-ngosan nafasnya, maklum sudah faktor usia dan menjadi anak pasca pramuka juga tidak menjamin semangat terus hehehehe.

Ditemukanlah tempat yang cukup luas untuk mendirikan tenda untuk kami istirahat. Disana kami membangun 2 tenda dom dan 1 tenda segitiga yang dibawa dari rombongan Kota Subang. Selesai mendirikan tenda kami akan makan bersama yang sebelumnya harus mencari kayu bakar untuk memanggang ikan dan ayam, yummy! Memakan waktu cukup lama sih untuk memanggang ayam 2 ekor tersebut tapi ikan sudah semua matang. Saat itu saya pergi ke tenda tetangga untuk mencari suasana baru dan tak lama kemudian waktu makan sudah siap dan saya bersama teman-teman yang lainnya menuju ke tenda utama untuk makan malam bersama. Nikmat.

Waktu malam terus berjalan saya memilih tidur karena kondisi badan yang capek dan ingin beristirahat, sedangkan sahabat-sahabat yang lainnya memilih untuk bermain salah satu permainan di aplikasi handphone. Menjelang shubuh saya sudah bangun dan langsung menuju ke toilet umum, ingin tahu nggak? Pas sampai disana antri banget, guys. Hampir satu jam saya berdiri kuat menunggu giliran masuk toilet. Setelah dari toilet, saya dan sahabat-sahabat lainnya bergegas untuk menuju area utama dimana pemandangan samudra awan akan terlihat. Karena tak ingin membuang kesempatan kami rela mengantri lagi jika ingin naik ke menara untuk berfoto dan melihat pemandangan lebih jelas.

Sesampainya diatas menara saya bersyukur sekali kepada Tuhan, karena telah mengizinkan saya untuk berdiri diatas menara itu. Ternyata do’aku terkabul cepat, alhamdulillah. Puas berfoto-foto diatas menara sebelum turun saya mengabadikan betapa ramainya dibawah sana, orang-orangnya dan banyak juga tenda-tenda yang berdiri dibawah menara. Bukit Pamoyanan itu hanyalah kabut tebal yang membentuk lautan awan putih. Disana terdapat 1 menara dan 1 jembatan sebagai tempat-tempat instagramable. Setelah dari menara kami bergegas menuju jembatan karena kami tak akan menyia-nyiakan kesempatan mumpung ada disini, pikirnya.

Di menara maupun di jembatan sama-sama di waktu, lho. Dan sama-sama di batas orangnya. Karena menara dan jembatan tersebut dibuat dari bambu jadi kita harus berhati-hati jika banyak yang naik. Saya bersama 3 teman naik menara itu sebab batas maximal orang yang boleh naik hanya 4 orang begitupun di jembatan. Tetapi, itu semua nggak bikin saya kecewa saat saya dan teman-teman lain harusnya naik bersama ke menara itu, karena yang terpenting saya bisa naik di menara itu (jahatnya diriku). Disana terdapat antrian yang panjang jadi kami harus cepat-cepat untuk mengambil fotonya dan bagaimanapun hasilnya terimalah ketika difoto diburu-buru dan saat itu saya yang tak punya gaya difoto hanya seadanya, saja. Sedih.

Sudah puas naik menara dan jembatan akhirnya saya menemukan sunrise lalu berfoto sendirian dengan matahari tersebut (kasihan), ketika orang-orang berfoto sama pasangannya hahaha. Tak lama dari sana saya langsung pulang ke tenda dan prepare untuk pulang. Sebelumnya saya mengabadikan suasana tenda kami dan pemandangan gunung-gunungnya untuk kenang-kenangan. Lalu kami membuka tenda masing-masing dan pulang menuju arah area utama untuk sekali lagi berfoto ria. Itu lah pengalaman saya ketika camp di Bukit Pamoyanan demi mendapatkan view samudera awan dan berburu matahari terbit. Semoga tempat wisata ini akan selalu berkembang terus untuk memajukan Kabupaten Subang! Merdeka!

 

IMG20170716055624IMG20170716055627IMG20170716055629

Senja Kemarin di Kota Tercinta

Udara senja kemarin menjadi sangat berbeda karena ada pertemuan special anak-anak manusia cerdas kelahiran 90-an yang dinamakan “bukber”. Kalian pasti sudah tak asing dengan kosakata seperti itu, ya. Inilah dimana rasa kangen bercampur dengan rasa sedih disebabkan kemarin adalah hari kedua terakhir di bulan Ramadhan tahun sekarang, pendek kata kemaren adalah terawih terakhir juga di bulan Ramadhan 1438 H. Tempatnya tak jauh dari belahan bagian barat di Negara Indonesia yaitu, Jl. Otto Iskandardinata No. 191, Karanganyar, Kec. Subang, Kabupaten Subang, Jawa Barat 41211, Indonesia. Guys, ini bukan promosi or endorse but this is the full address where we bukber.

Aku berangkat bersama Burid, ya panggilannya seperti itu. Nama lengkapnya adalah Ridha Srirahayu Silvionie, nama yang cantik bukan sama halnya seperti oragnya yang anggun itu. Burid entah sejak kapan kami dipertemukan dengan dirinya, yang jelas kami kenalan di salah satu ekstrakurikuler di sekolah kami tercinta yaitu Pramuka. Dengan begitu sampai sekarang kita tak pernah lepas kontek karena kami terikat dalam Dewan Kehormatan Wiracakti~

Subang, ia adalah kota yang selalu kurindukan terutama di Jl. Sukamelang Perumahan Perum Subang Asri. Sungguh bersejarah. Sedih jadinya.

Subang, janganlah engkau berubah. Karena, disetiap panjang jalan, banyaknya bangunan, deretan pohon telah menyimpan sejuta kenangan tentang diri ini.

Subang, aku berjanji akan menjadikan kau kota dan kabupaten yang lebih baik dan terkenal melebihi nanas simadu dan jaipongnya. Tekadku besar untuk merubah mu, Subangku!

 

IMG20170623173041IMG20170623173051IMG20170623173054

Cisalak, 24 Juni 2017

I’m Come Back!

Hi! Assalamu’alaikum semuanya, seneng bisa nge-blog lagi. Sudah sekian lamanya aku menghilang dari dunia ini dikarenakan beberapa hal. Pertama, awal semester 3 ada event besar di Jawa Barat yaitu PON XIX (Pekan Olahraga Nasional) dan Peparnas 2016 yang dimana aku ikut berkontribusi dalam event yang diadakan 4 tahun sekali tersebut. Aku mendaftar jadi relawan ticketing dan alhasil kuliahku harus dispen selama seminggu. Harusnya sih lebih dari satu minggu karena, acara tersebut berlangsung dari tanggal 19 – 28 September 2016. So, aku mikir ulang daripada ada absen 2 kali yang nggak masuk mendingan aku kabur saja dari tempat kerjaku di PON XIX tersebut. Maklum lah, masih mahasiswi yang polos mengingat tujuan utamanya kuliah dan akhirnya jatah untuk 3 hari pun dipotong. Tak apa yang penting aku mendapatkan pengalaman yang tak pernah orang lain punya.

Kegiatan kedua yaitu Agroteknologi Bina Desa 2016 yang diadakan pada tanggal 9 – 12 Desember 2016. Acara tersebut termasuk dalam kegiatan yang besar karena, kita turun langsung ke penduduk selama 3 hari. Istilah umumnya sih seperti KKN (Kerja Kuliah Nyata) tapi, ini versi himpunan exactly himpunan maahsiswa agroteknologi (Himagi). Disana aku mendapat posko yang lumayan jauh dari center of committee activity yakni posko “Lilly” . Tetapi, disana aku mendapatkan lagi pengalaman yang sungguh awesome. Menurutku, acara ini bagus sekali karena seperti melatih dari sekarang untuk nanti mengahadapi KKN asli. Well, aku bersyukur bisa berpartisipasi dalam acara tersebut.

Mungkin, selain dari 2 kegiatan besar diatas. Masih banyak lagi kegiatanku yang lainnya seperti kunjungan ke PT. East West Indonesia, Observasi Teknik Budidaya Nanas, Praktikum ke Tahura (Taman Hutan Raya), Observasi Manajemen Agribisnis, Latihan Angklung, Perform Angklung, dan yang lainnya biasa mengikuti kepanitiaan di lingkungan fakultas dan jurusan. Cukup padat, aku merasakan yang lebih dari semester III dan lebih extra padat di semester IV. It’s amazing bruh!

Oke, cukup sampai disini dulu untuk peng-aktif-an kembali alamat blog ini. Mudah-mudahan kalian tidak bosan untuk sering-sering menunggu cerita or pengalaman dari aku, wkwk. Karena, membaca itu jendelanya dunia ^_^

Dont never give up!

Life its struggle -_-)9

Gumuk Pasir Wediombo

Senja merapat di Wediombo

Gelapnya menjadi penanda waktu

Menutup jiwa diselimuti nafsu

 

Tak ada lagi yang peduli menjaga pantai ini

Merajut lingkungan asri tanpa melukai

Menggores senyum pada bumi

 

Mesti kubisikkan disetiap telinga

Agar mereka peduli

Menjaga dan menata

Dengan rasa cinta

 

Senja merapat di Wediombo

Ada orang menjaja kepedulian

Demi sekarung rupiah dengan dalih penataan

 

Yogyakarta, Januari 2017

See on Path