Awal April-ku

Alhamdulillah ini sudah bulan April 🙂

Aku semakin tua dan entah berapa banyak amal baik/buruk yang terus bertambah? Hamba mohon supaya aku semakin melakukan kebaikan, Aamiin. Kemaren, aku ke Bogor dan dipertemukan dengan Mang Didi di Esha Flora dengan izin Allah Sang Maha Creator Terbaik sepanjang Masa. Beliau bercerita banyak walaupun waktunya yang singkat. Hal yang aku garis bawahi dari cerita Mang Didi adalah selalu menghidupkan serta istiqomahkan sholat-sholat sunnah seperti Duha dan Tahajud. Menurut beliau bahwa Sholat Duha itu jalan untuk membuka pintu-pintu di akhirat mana yang akan kita pilih dan bisa sesuka hati, karena sudah terbuka semua pintunya dengan Duha. Yaitu maksud pintu itu adalah Pintu Rezeki.

Subhanallah sekali aku mendengarnya yang semakin yakin dan percaya pada kekuatan Sholat Duha tersebut. Aku ingin terus bersama Al-Qur’an untuk terus menghafal. Pokoknya aku harus bisa menghafal Al-Qur’an sampai akhir. Aku ingin mempersembahkan sebuah Mahkota untuk kedua orang tuaku. Karena kalian tak pernah absen menyebut namaku dalam untaian do’a-do’a yang dipanjatkan untuk selalu mendo’akanku yang terbaik. Ma, terima kasih tak terhingga. Pak, maafkan jika masih belum sempurna hijabku.

Iklan

Penyesalan

Ya Allah ini semua karena ke-egoisanmu. Seharusnya kamu sudah bisa membedakan mana yang lebih penting!!! Kamu harus dewasa, Han! Kamu sudah 21 tahun lho. Sudah saatnya punya pemikiran dewasa, ini masih ceroboh belum bisa mengambil keputusan yang terbaik. Masih ragu-ragu, masih egois!!! Ingat Han. Prioritaskan orang tua, sekali lagi ini mah utamakan orang tua!!! Please!!! Kejadian kemarin harus jadi pelajaran seumur hidup, ingat itu ya Hanaku. Kamu cerdas, kamu baik, murah senyumlah dan selalu berdo’a serta bersyukur 🙂

 

Start a new life~

Akhirnya air mata ini keluar dan membasahi pipi. Setelah sekian lama terakhir aku menangis akibat musibah kapan ya, yang jelas aku baru merasakannya lagi menangis seperti ini. Sakit hati. Dulu yang hilang itu flashdisk dan disitu ada data-data kuliah dan juga albumku yang banyak itu hilang di perpus pusat karena kecorobohan dan sebal wifi-nya tidak nyambung-nyambung. Akhirnya aku pulang dan si flashdisk jatuh dari laptop. Sekarang, musibah sama dan lebih dari flashdisk hilang, semua data di laptop baik itu data kuliah, album masa sekolah, album keluarga, music, video, semuanya hilang seketika akibat ketidaksabaranku, Ya Allah. Ini semua sudah terjadi maka aku harus ikhlas 🙂

Seminggu yang lalu hati ini sudah gundah sekali, menunggu info laptop apakah bisa di downgrade atau tidak. Sebelumnya aku pernah kehilangan semua file laptop karena dijual oleh kakak dan sampai saat ini aku masih bisa memaafkan dan bertahan untuk tidak mengingat masa lalu kenangan di laptop tersebut. Lalu saat ini kejadian sama dengan hilangnya semua file di laptop, aku harus bisa memaafkan terutama ikhlas dan aku pasti bisa hidup tanpa masa lalu. Sedih sekali. Jika ini yang terbaik untuk ku yang dimana aku harus MOVE ON dari masalalu dan aku harus membuka lembaran baru di laptop ini dan dengan semangat impian yang indah, maka aku harus meng-ikhlaskannya.

Aku harus bisa hidup tanpa banyak kenangan kala itu, foto-foto zaman MTs, kenangan nge-journey kesana kemari, album keluarga yang susah ngumpulinnya, dan masih banyak lagi. Ya Allah aku harus bisa, aku harus kuat!!!

Jika ini yang terbaik, aku terima, karena semuanya itu tidak akan dibawa ke akhirat. Semuanya akan musnah, hilang, tenggelam tidak akan kembali lagi seperti file-file yang ada di laptopku, and all the lost. Except, hanya Allah yang bisa berkehendak atas bumi ini, kita hanya menumpang. Berfikir positive akan lebih baik, ya, Han. Karena, Allah akan memberikan ujian yang sesuai dengan kemampuan hamba-Nya. Alhamdulillah….

So, don’t be panic and thinking positive about all, because the earth and all will come back to the Creator is Allah Subhana wa ta’ala.

Bersyukur setiap waktu

Karena, setiap insna manusia telah mempunyai jalan kehidupannya masing-masing. Ada yang lurus mulus-mulus saja dan ada juga yang berlika-liku untuk sampai pada puncak yang tertinggi -kesuksesan-. Demikian itu tidaklah mudah, Han. Mungkin ini jalan yang terbaik untuk aku. Untuk bisa menjadi pribadi yang lebih baik. Belajar ikhlas dan sabar itu mudah jika kita mampu berusaha dan yakin hanya kepada Allah kita berpasrah. Selalu berdo’a dan jangan lupa untuk selalu bersyukur. Everytime…

Mengenal Politik

Hari ini tepatnya malam minggu aku mendapatkan pelajaran dan pengalaman berharga lagi. Dengan takdir Allah yang begitu indah dan surprise ini aku dipertemukan dengan seorang tukang ojek yang tidak sembarangan. Namanya Pak Deden asal dari Tasik, beliau kelahiran 65 yang mempunyai usaha penggilingan beras dan pabrik kerupuk dengan nama dagangnya yaitu Eka Sari. Beliau mulai bercerita dari bisnisnya, tentang rumah tangganya sampai cerita unek-uneknya terhadap pemerintah setempat.

Rumahnya digusur oleh proyek Toll Cisumdawu dan kini uang ganti belum juga turun akibat ada kelainan harga jual. Pak Deden menginginkan total ganti rugi semuanya sebesar 24 miliyar dari total keseluruha, sedangkan pemerintah menawarkan hanya sejumlah 17 miliyar. Menurutku itu dikatakan lumayan karena ya memang pemerintah sudah membagi dengan sebaik mungkin dan menghitung se-rata mungkin, tetapi masyarakat menolak selain harga yang tidak sesuai faktor utama adalah kebudayaan alias sejarah desa itu sendiri, penuh dengan sejarah dan kenangan. Akibatnya mereka belum melaksanakan pembayaran yang ‘deal‘ untuk membereskan masalah tersebut.

Saya kaget ketika beliau mengatakan bahwa anaknya baru punya satu dan itupun baru sekolah di PAUD karena Istri beliau umurnya jauh lebih muda perbedaannya hampir 20 tahunan karena kelahiran tahun 92. Akhirnya mereka baru di karuniai seorang anak perempuan dan yang bernama Aesha Putri Nugraha. Istrinya alumni IKOPIN dan sekarang sedang bekerja di Bank BJB Sumedang lalu setelah pulang kerja Istrinya itu ketika siang dilanjutkan dengan bantu-bantu di pabrik kerupuk.

 

Terimakasih, Pak Deden.
Sudah mengantarkan ku sampai ke rumah dengan selamat :)))