I wanna grow old with You

If I was married to the same age, I wanted to paint ‘Ali and Fathimatuzzahra stories. They both love other for their faith. The patient Fathima even though he returned home without any possessions, also Ali who remained responsible while working as a laborer on the salary of a handful of dates. Ah, it’s beautiful.

If I marry a younger man, I want to carve a story like Usman bin ‘Affan and Naila as-Syam. The two continued to love although one had grown gray and the other in her teens. Duhai, the best teacher is a good husband. So, Naila studied on the more mature Usman. Learing to increase his life pressure, until he gave up his fingers for holding back the sword of the enemy that was about to kill his husband. And after Usman died, she had rumpus clawing her beautiful face so no one would ever propose to her. He loved the sweetheart of his soul.

If I marry an older man, I want to carve love like a messenger of God and Khadija al-Kubra. Both loving and spreading love for each other. Khadija was the best wife ever, always comforting as a mother, in company as a true friend, sacrifing her possessions in order to promote her husband edibility. And truly just Khadija, the first love that the apostle never had honed.

Over marriage, age is no longer a problem. Because, marriage is the process of self-improvement, the process of self-improvement, and the process of self-mutilation. Once in a while, take our partners as teachers, we respect them. Every now and then, we make a couple of friends, we laugh together. Every now and then, we treat each other as brothers, we pamper them fully. Once again after marriage, it’s not about age but about what kind of journey. And make sure that our home journey is like a rainbow, with lots of colours shining.

Now Play :

  • I Wanna Grow Old With You – WestLife
  • Menua Bersama – Rahmania Astrini

 

Anggrek di Hari Kamis

Udara hari ini begitu berbeda dari biasanya. Semuanya begitu serba mendadak, serba mengejutkan dan sejenisnya. Ya, seharusnya hari Kamis adalah jadwalnya ngasisten Praktikum Pengolahan Pestisida di semester 6. Tapi, kali ini berbeda yaitu aku disuruh beli Anggrek oleh Bu Yati. Kemanapun yang penting dapat Bunga Anggrek yang sangat cantik, bagaimanapun caranya dan kemanapun belinya 😀 Akhirnya aku dan Kang Agung (Ketua Asisten) memutuskan untuk beli ditempat penjualan khusus Tanaman Hias di Cibeunying dan dekat dengan Cibeunying Park. 

Seperti yang terlihat digambar suasana salah satu kebun disana yang banyak menjual Bunga Anggrek. Rata-rata harganya cukup dikantong  antara Rp. 40.000,- sampai dengan Rp. 180.000,-/. Banyak sekali warna-warna yang cantik, tap ya begitulah harganya tidak sesuai budget 😀 Seperti bunga yang berwarna kuning atau putih corak itu diberi harga Rp. 175.000,- saja. Lalu kami pun -Kang Agung dan Hana- membeli 2 jenis Bunga Anggrek berwarna pink dan putih. Sangat cantik sekali 🙂 seperti aku *pedeamat*. Akhirnya perjalanan pulang akan dilalui, dan aku duduk diataas jok motor Kang Agung dengan memegang 2 pot bunga tersebut secara hati-hati diatas.

Diperjalanan pulang aku kagum dan sekaligus terenyuh melihat orang tak gentar dan pantang menyerah dipinggir jalan. Ia mengadukan nasibnya secara yakin pada semesta raya ini bahwa rizkinya ada di Bunga Anggrek. Yah itu tadi disaat hari Kamis ini aku harus beli bunga Anggrek sama Bu Yati. Tiba diwaktu perjalanan pulang itu juga ada seorang bapak yang berjualan Anggrek jenis bulan dipinggir trotoar jalan. Tak sengaja aku melihat beliau sedang duduk dibawah pohon demi menghindari pancaran sang mentari siang.

Terlihat cucuran keringatnya yang Ia usap dengan lap yang menggantung dilehernya. Terlihat perjuangan seseorang yang berjualan dengan menganggung beban dagangan dipundaknya itu. Dan, terlihat begitu sangat kelelahan. Sungguh menyedihkan dengan posisi disimpan tanggungan dagangannya didepan Ia duduk. Namun, Ia tetap semangat dengan Anggrek Bulan Putih yang menggoda membuat si penjual memancarkan semangatnya.

Pukul siang tengah hari bukannya tidak baik untuk kulit? Ya, Ia pun mengetahuinya untuk istirahat diwaktu tersebut. Namun, hanya duduk dan mengusap keringatnya yang Ia lakukan tanpa makan atau istirahat yang layaknya istirahat. Hanya sebatang pohon diatasnya itulah yang menjadi tempat ternyaman bagi istirahatnya. Aku sangat miris melihat Ia bersama Bunga Anggrek Putihnya.

Dan, entah bagaimana perasaannya melihat aku dengan 2 Bunga Anggrek yang disimpan diatas jok motor. Semoga Ia tidak memikirkan hal yang tidak-tidak, ku berharap begitu. Aku hanya melihat kegigihannya yang luar biasa seperti halnya ayahku dan ayah-ayah teman-teman semua bahwa mencari nafkah itu pengorbanannya tak kenal uisa, waktu dan ruang. Semoga disehatkan ayah kita semua sampai Ia melihat kita sukses Aamiin

 

Hari pertama PKL

Assalamu’alaikum BOGOR . . . . . . . . .

Ya Allah mulai hari ini sampai bulan depan aku ada di Bogor untuk memenuhi kewajiban studi. PKL di Lab Kultur Jaringan LIPI Kebun Raya. Mudah-mudahan berkah dan dilancarkan aamiin. Disini aku sekamar sama Nina si Bunda yang terkenal rajin sepanjang UIN 😀

Oh iya mau ngabarin tadi aku enggak nyoblos karena nothing available for formulir A5-KWK 😦 ini kesalahan kamu lagi, Han! Sudah mahasiswa nih masa masih begini ? Padahal tinggal minta ke Desa/KPU Bandung 😦 this is my false again.

Pelajarannya adalah ayolah Han, sudah semester 7 nih! Tunjukkin kepercayaan dirimu dan berani bertindak, tidak segan sama orang, kan bisa nanya. Bismillah…

#PILKADASERENTAK #RINDUJUARA #SIAPPKLLIPIBOGOR

Awal April-ku

Alhamdulillah ini sudah bulan April 🙂

Aku semakin tua dan entah berapa banyak amal baik/buruk yang terus bertambah? Hamba mohon supaya aku semakin melakukan kebaikan, Aamiin. Kemaren, aku ke Bogor dan dipertemukan dengan Mang Didi di Esha Flora dengan izin Allah Sang Maha Creator Terbaik sepanjang Masa. Beliau bercerita banyak walaupun waktunya yang singkat. Hal yang aku garis bawahi dari cerita Mang Didi adalah selalu menghidupkan serta istiqomahkan sholat-sholat sunnah seperti Duha dan Tahajud. Menurut beliau bahwa Sholat Duha itu jalan untuk membuka pintu-pintu di akhirat mana yang akan kita pilih dan bisa sesuka hati, karena sudah terbuka semua pintunya dengan Duha. Yaitu maksud pintu itu adalah Pintu Rezeki.

Subhanallah sekali aku mendengarnya yang semakin yakin dan percaya pada kekuatan Sholat Duha tersebut. Aku ingin terus bersama Al-Qur’an untuk terus menghafal. Pokoknya aku harus bisa menghafal Al-Qur’an sampai akhir. Aku ingin mempersembahkan sebuah Mahkota untuk kedua orang tuaku. Karena kalian tak pernah absen menyebut namaku dalam untaian do’a-do’a yang dipanjatkan untuk selalu mendo’akanku yang terbaik. Ma, terima kasih tak terhingga. Pak, maafkan jika masih belum sempurna hijabku.