Pelantikan Asisten Praktikum

Hello everybody.

Alhamdulillah yang paling utama saya panjatkan rasa syukur tiada akhir kepada Allah subhana wa ta’ala. Ternyata satu tahap impianku mulai terkabul, impian dimana saat menjadi maba (mahasiswa baru) ingin rasanya seperti mereka yang duduk didepan -dekan, kajur, sekjur, asdos dan asprak- ketika hari kedua OPAK 2015 yang artinya saat itu pengenalan fakultas dan jurusan masing-masing. Hari itu aku duduk ditengah-tengah barisan teman lainnya, disana ku melihat para atasan di fakultas Sains dan Teknologi, pastinya ada Bapak Opik (Dekan). Setelah itu dipanggil lah satu persatu kajur+sekjur dari setiap jurusan, tiba saatnya jurusan Agroteknologi dikenalkan kajurnya yaitu Bapak Taufik dan sekjurnya Ibu Liberty. Nah setelah itu dipanggilah para dosen/asdosnya yang salah satunya membuat saya terinspirasi ingin seperti orang-orang dipanggil adalah Teh Fika, beliau inspirator saya, beliau semangat saya, jujur saya katakan.

Entah kenapa hanya kepada Teh Fika, waktu itu saya hanya menulis nama kajur, sekjur dan Teh Fika yang nama lengkapnya itu Frieska Mega Wahyuni. Sampai detik ini saya masih terinspirasi olehnya, dari pertemuan di aula lama pertama kenal sampai di praktikum selalu jadi panutan. Mungkin waktu itu jika asdosnya yang hadir bukan Teh Fika mungkin saya tidak akan sampai begini, bisa jadi saya terinspirasi oleh asdos semuanya. Inilah takdir-Mu yang selalu membuat saya terkagum-kagum.

Sejak dahulu saya selalu ingin menjadi atau mempunyai suatu kegiatan/organisasi penting seperti OSIS, MTsN dan MA saya sangat aktif mengikuti OSIS karena entah kenapa saya selalu semangat dengan organisasi apalagi OSIS. Kesannya itu punya banyak pengalaman, itu saja sih paling utama karena yang selebihnya seperti ilmu, kepemimpinan, relasi, keberanian, itu sekedar bonus. Niat dan dan semangat yang kuat bisa mencapai titik tersebut, di MTsN menjadi kabid 10 dan di MA menjadi sekbid 6. Senang? Lebih dari senang, guys.

Nah, ini dia bahasan paling utamanya, tadi hanya pembuka kenapa saya begini dan sangat menyukai kesibukan yang dimana teman-teman lainnya spesifiknya temen deket saya selalu memilih untuk di zona nyaman, sekolah hanya sekolah, belajar hanya sampai pukul 1, untuk kuliah seperti istilah ‘kupu-kupu’, pasti udah tau kepanjanganya yakkkkk. Pokoknya hari Jumat saya senang, titik.

Tidak akan menyangka sampai dititik ini – pengukuhan asisten – mulai dari pendaftaran, pengumpulan dokumen, wawancara, sampai dimasukan ke grup calon asisten yang dimana saya sudah diterima dan lulus di perekrutan dan anggota asisten praktikum.

Iklan

Kontaminasi (Browning) Pada Teknik Kultur Jaringan

Dalam bidang pertanian saat ini selain budidaya pertanian organik yang sedang digalakkan disamping itu untuk memanfaatkan perkembangan teknologi terbaru yang ada dalam bidang pertanian saat ini dan masa depan yaitu dengan teknik kultur jaringan. Kultur jaringan atau kultur in vitro atau tissue culture adalah suatu teknik untuk mengisolasi sel, jaringan, dan organ kemudian menumbuhkan bagian tersebut pada media buatan yang mengandung kaya nutrisi dan zat pengatur tumbuh pada kondisi aseptik sehingga bagian-bagian tersebut dapat memperbanyak diri dan berenegerasi menjadi tumbuhan sempurna kembali (Kristina et al, 2017). Menurut Erizka Fauzy (2017), kultur jaringan adalah suatu metode untuk mengisolasi bagian tanaman (daun muda, mata tunas, ujung akar, keping biji atau bagian lain yang bersifat meristematik) serta menumbuhkannya dalam media buatan yang kaya nutrisi dengan penambahan zat pengatur tumbuh (ZPT) secara aseptik (steril) dalam wadah in vitro yang tembus cahaya sehingga bagian-bagian tersebut dapat memperbanyak diri dan beregenerasi menjadi tanaman lengkap kembali. Kultur in vitro tidak hanya dapat digunakan untuk konservasi dan perbanyakan tanaman, melainkan dapat juga diterapkan untuk produksi metabolit sekunder (Anis dan Oetami, 2010). Namun, kontaminasi oleh mikroba merupakan salah satu masalah serius dalam kultur in vitro tanaman (Leifert dan Cassells, 2001).

Ciri yang terdapat pada kontaminasi tersebut diantaranya pencoklatan pada eksplan ataupun media. Proses pembuatan kultur jaringan, komponen yang paling rentan terhadap kontaminasi mikroorganisme adalah media tumbuh dan eksplan Gunawan (1988). Berdasarkan hasil penelitian Anis dan Oetami (2010), penyebab dari kontaminasi (browning) akibat gejala yang ditimbulkan dari adanya serangan jamur adalah tumbuhnya hifa-hifa jamur pada permukaan media maupun eksplan setelah inokulasi selama rata-rata 4-10 hari setelah tanam. Di samping itu, mikrooganisme akan menyerang eksplan melalui luka-luka akibat pemotongan dan penanganan waktu sterilisasi sehingga mengakibatkan jaringan eksplan. Eksplan yang terkontaminasi akan menunjukkan gejala berwarna putih, biru, coklat atau krem yang disebabkan jamur dan bakteri. Media tumbuh dan eksplan dapat terkontaminasi oleh mikrooganisme karena keduanya dapat berfungsi sebagai subsrat yang baik bagi pertumbuhan mikroorganisme termasuk bakteri (Doods dan Roberts, 1983) dan jamur (Gunawan, 1987). Pandiangan (2003), mengatakan bahwa kontaminasi dapat terjadi dari eksplan baik eksternal maupun internal, mikroorganisme yang masuk kedalam media, botol kultur atau alat-alat tanam yang kurang steril, ruang kerja dan kultur yang kotor (mengandung spora di udara ruangan laboratorium) dan kecerobohan dalam pelaksanaan.

Selain itu, masalah lingkungan inkubator juga tidak bisa diabaiakan karena ini juga sering menjadi masalah. Suhu ruangan inkubator sangat menentukan optimasi pertumbuhan eksplan, suhu yang terlalu rendah atau tinggi dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan pada eksplan. Kebutuhan antara satu tananaman dengan tanaman yang lain berbeda, namun demikian solusinya sulit dilakukan mengingat umumnya ruangan inkubator suatu ruangan laboratorium kultur jaringan tidak bisa dibuat variasi antara satu ruangan dengan bagian ruangan yang lainnya.

 

 

Referensi :

Anis S dan Oetami Dwi H. 2010. Pengaruh Sterilan Dan Waktu Perendaman Pada Eksplan Daun Kencur (Kaemferia galanga L) Untuk Meningkatkan Keberhasilan Kultur Kalus. AGRITECH, Vol. XII (1) 11 – 29

Erizka F, Mansyur, dan Ali Husni. 2017. The Effect Of Using Murashige And Skoog Medium (Ms) And Vitamin To Callus Regeneration Of Napier Grass (Pennisetum Purpureum) Cv. Hawaii Post On Gamma Radiation Ld50 Doses (In Vitro). Fakultas Pertanian UNPAD, Vol. 1 (1) 1-22

Gunawan, L. W. 1987. Teknik Kultur Jaringan Tumbuhan. Departemen Pendidikan dan  Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Pusat Antar Universitas (PAU) Bioteknologi. Institut Pertanian Bogor. 36-101.

Kristina M, Oratmangun, Dingse P, dan Febby K. 2017. Deskripsi Jenis-Jenis Kontaminan Dari Kultur Kalus Catharanthus roseus (L.) G. Don. Jurnal Mipa Unsrat Online, Vol. 6 (1) 47—52

Litz, R. E. and D. J. Gray. 1995. Somatic Embryogenesis for Agricultural Improvement. World Journal Microbiology and Biotechnology. 11:416-425

Pinalti Keberuntungan

HAH? Goal?

Itulah pertanyaan yang langsung ada dalam pikiran pada saat itu.

Screenshot_2018-02-17-15-10-36-59
Yeay goaaaaallllllllllllllllllllllll

Hari ini adalah hari pelaksanaan acaranya para alumni yang sering dikenal dengan “Doledocleng Cup”. Kelasku yakni 2015/A mendapatkan bagian main hari pertama, ya hari Sabtu dan lawan mainnya adalah maba (mahasiswa baru) yakni 2017/B. Sebelum pertandingan tadi, kelas A itu penuh dengan ngadadak yang artinya serba mendadak, baik itu pemainnya, kostum, sepatu, kerudung dan lainnya. Itulah kelasku walaupun begitu kami tetap hebat dan berjalan saling bergandengan alias selalu bersama. *eaaaa*

Babak pertama pun dimulai, aku, Firda, Fuji, Hindun dan Maya masuk sebagai pemain. Ini juga ada yang lebih mendadak lho, kalian harus tahu kalau Maya itu nggak niat jadi kipper awalnya dan memang bukan pekerjaan dia menjadi seorang kipper. Tetapi dengan tekad dan kemauan yang membara itulah Maya memutuskan ingin menjadi kipper di beberapa jam sebelum pertandingan. Pada babak pertama ini aku dan Fuji ditempatkan di depan untuk menyerang. Aslinya, aku nggak bisa jadi penyerang lah ngoper bola aja masih kaku apalagi nge-shoot ke gawang L

Peluit babak pertama sudah berbunyi yang artinya pertandingan sudah selesai dan diharapkan kepada para pemain untuk istirahat dulu sejenak. Setelah beberapa saat dan posisi kami telah bertuakr dengan lawan, itulah babak kedua dimulai. Kata coach Agung entah Fhandan (aku lupa) aku dan Fuji dipindah tempat menjadi di belakang dan yang maju ke depan menjadi penyerang adalah Firda dan Fitra. Huft. Akhirnya lega bisa maen dibelakang lagi jadi back with my partner is Fuji.

Bola masuk ke gawang oleh Fitra! Good Job! Kedudukan 1-0 harus dipertahankan. Tapi saying ketika aku nendang dari lawan untuk diarahkan ke team, bola itu malah salah sasaran dan aku tidak bisa menahannya karena harus lari dari pinggir ke tengah lalu menahan bola itu rasanya capek (hehehe) dan Maya tidak bisa mengendalikan bolanya karena lumayan agak kenceng sih. Akhirnya goal terjadilah goal untuk angakatan 2017 kedudukan imbang menjadi 1-1.

Fifit –panggilan Fitra- sudah berusaha dengan semaksimal mungkin untuk bisa mencetak gola lagi tetapi belum waktunya, hingga bunyi peluit terdengar pertanda pertandingan sudah selesai. Kami pasrah, karena ini adalah babak penentuan siapa yang menang diantara kita. Kemudian coach Fhandan memberikan intruksi bahwa yang maju  untuk pinalti yang pertama Firda, kedua Fuji dan ketiga Fitra. Namun, mereka gagal alias tidak bisa memasukan bola satupun ke gawang karena selalu tertangkap oleh kipper.

Alhamdulillahnya angkatan 2017 juga tidak ada yang bisa memasukan satupun ke gawang kelas kami. Akhirnya penentuan ada dipemain terkahir, yakni adalah aku. Aku hanya berdoa dan berprinsip tidak akan memasukan ke tengah gawang dan akan memasukan ke sudut gawang. Dengan keberanian dan percaya diri, setelah peluit ditiup oleh wasit, akupun tidak lama beberapa detik kemudian menendang bolanya sampai di sudut gawang dan bola itu tidak tertahan oleh kipper lalu akhirnya bola itu lolos masuk ke gawang yang artinya GOAL.

Sempat tidak percaya tetapi kejadian barusan adalah kenyataan, iya maksudnya nggak percaya aja gitu bisa masukin bola ke gawang dan lebih kerennya lagi (menurutku) itu tuh lagi pinalti, penentuan antara pemenangnya siapa apakah angkatan 2015 atau 2017. Dan sejarah tadi menciptakan goal untuk saya. Banyak yang bilang itu keliatan bohongan, keliatan nggak nendang dan emang bukan tendangan yang baik. Tetapi percayalah aku hanya senang bisa mencetak goal yang tidak terduga dan mungkin apakah itu hanya sebuah keberuntungan?

Kenangan MAPAH di Kalijati

Kalijati is here…

Sekarang jam 00:42 WIB

____________________________________________________________________________________________

Cerita dimulai pada hari Jum’at sore pulang nganter Ami dari Jatos aku langsung mandi dan buru-buru packing terus keburu disamper Puja, deh. Udah gitu kita on the way-nya ba’da Magrib mau adzan Isya pokoknya. Nah, kita bareng sama rombongan yang lain juga pada bawa motor ada 12 motor #mantap #boaedan #pawaimotor.

Aku sama Puja bawa motornya gantian, di Bandung sampai Cijambe itu dibawa sama Puja dan di akhiran aku bawa dari Sindangpalay sampai lokasi tujuannya yaitu di Ponpes YAFATA Kalijati. Kalian harus tahu kalau kita itu dari Rumah Makan Pengkolan kehujanan lalu neduh dulu di warung yang depan RM Pengkolan dan kita nunggu lumayan lama sampai aku tidur nyenyak lah -________________-

Sudah sampai lokasi aku langsung tidur dah. Sabtu Subuh berjama’ah dan langsung kultum (kuliah tujuh menit) dengan materi 1 yang dibawakan oleh Asep Supriatna alias “Asep Dollar” (?) entahlah kenapa Dollar -_-“). Lanjut, materi ke-2 ada dari Ketua Umum HIMKAS yaitu  A Ibad. Yap, lanjut materi ke-3 ada “Group Discussion” yang dimana aku masuk ke kelompok 1 dan anggotanya ada Alawi, Iwan, Wulan, Linda, Sofi, Nurhayati dan pastinya ada aku jadi kita bertujuh orang. Materi ke-4 ada “Sejarah Subang”. Cihuy! Subang sejarahnya ternyata gitu toh yaks~

Materi Sejarah ini dibawakan oleh A Ulul Fahmi Fauzi dan pokoknya dia kerja di OPPO Smartphone lalu diakhir materi kita dibagi-bagi pamflet handphone OPPO. Jadinya, aku kepengin beli hape baru deh, OPPO A39 hehehe terus jadinya mau OPPO lagi Han apa Sams*ng nich? *mikir keras*. Materi ke-5 adalah materi tentang “Fungsi Mahasiswa Terhadap Subang” yang dibawakan oleh Pak Subhan (staff ahli DPR), yang ditemani dengan Pak ALdo/Didin (sekwan). Next, kita belajar nyanyi dums, ya kita harus bisa nyanyi Mars HIMKAS and than ada materi 5 “Simulasi Sidang” oleh Kang Deden Fahruji. Nah pas malemnya baru lah keadaan sudah tidak kondusif lagi, asli. Banyak alumni pada datang dan judulnya itu katanya tentang “Rempug Alumni” sampai jam 10 malam deh (kalau tak salah).

Next,  ada penampilan inagurasi dari setiap kelompok (Y). Aku asli kangen koyol-konyolan pas inagurasi ini, because kita tuh pakai sarung semua anggota kelompok 1 lalu nyanyi “Manuk Dadali” it’s so funtastic aku tak peduli lagi penampilannya kayak gimana dan pokoknya aku enggak liat audience sama sekali. Asli suka lupa, ngebleng, parah deh malu-maluin kelakuan itu dan semua ide berasal dari Wulan Tupis (tukang pipis).

Selanjutnya kita sidang deh baru sampai jam 1 udah diganggu dan baru sampai BAB 1 padahaal (-_-“). Jam 3 kita dibangunin buat di uji mental (ceritanya) semuanya ada 4 pos. Pada pos 1 aku aman dan teman-teman yang lainnya juga. Eh, by the way di kelompok pos-posan ini kita beda lagi lah kelompoknya, jadi aku sama Saoqi, Yanti, Nurhayati, Sifa. Parah lah di pos selanjutnya tuh makin extrem apalagi pos 4 (zerem).

Pos 2 ini yaitu tentang Sejarah Subang yang dimarahin terus gara-gara enggak bener neranginnya katanya kaya anak SD? Lah terus kita nyeritainnya harus begimane kakak-kakak ku, harus pake bahasa isarat? Lucu nget nget. And than di pos 3 me and all diam tanpa kata (sepertinya kenal kaya judul lagu), sampai-sampai kita disamain seperti pohon karena enggak beda jauh diem mele wkwkwk (diem-diem bae, ngopi napa ngopi).

Tuh rasain aja dah nyampe capek, lagian pasti deh kalau dijawab juga serba salah ujungnya. Daripada nguras energi kakak-kakak semua dan kita juga, jadi mendingan aku diem saja until the end. Next, di pos 4 lebih parah lagi bahasanya itu, lho! But, be grateful enggak sampai dibanjur *tepuk tangan*. Selesai adzan subuh langsung pada mandi bersih-bersih and etc.

Pas mau lanjut sidang itu kita dipindah alias disuruh hijrah dari asalnya di Gor & KBIH jadi harusnya pindah ke ruangan kelas MTs. Jam 8-an kita selesaikan sidang sampai adzan Dzuhur+pemilihan ketua angkatan (ketung). Kemudian makan siang dan acara penutupan, deh. -The End-

Next, for go to Bandung jam 2-an and arrived in here jam 7 malam. Mantap, cyin 5 jam? Aku langsung tidur lagi aja dah soalnya enggak kuat pusing banget, niat mau ngeblog juga eh malah teler duluan. ASELI. 

Cukup segitu pengalaman MAPAH-nya. Aku harap bisa mengembangkan HIMKAS supaya lebih maju Kota Subang dan aku bisa punya banyak kenalan di Pemerintahan Subang khususnya dan umumnya se-Indonesia. Amiin Ya Allah.

 

Thank YOU for time~

 

 

National Futsal Agrochampionship 2017

1506172356902

Untuk yang pertama dan terakhir kalinya saya merasa snagat beruntung dan bersyukur karena telah menjadi bagian dari acara besar “National Futsal Agrochampionship 2017” sebuah acara besar dan perdana se-Jawa Barat yang diselenggarakan oleh bidang Minat dan Bakat HIMAGI UIN Sunan Gunung Djati. Nagib selaku Ketua Pelaksana serta ada Kang Ogi selaku Ketua Bidang, mereka berdua adalah official atau peribahasa lain adalah jantungnya futsal di jurusan Agroteknologi. Pada saat hari pelaksanaan, semua para peserta/pemain dan tidak lupa kepada pemain Timnas jurusan juga para panitia mengikuti upacara pembukaan dan meramaikan acara se-Jawa Barat tersebut. Acara ini berlangsung selama 2 hari yaitu di mulai dari hari Sabtu dan berakhir pada hari Minggu tepatnya pada tanggal 16 – 17 September 2017 yang bertempat di lapang futsal Zone 73. Tema yang diusungkan adalah “Lets Play Together Fair Play Our Game” .

Sebagai acara perdana di jurusan Agroteknologi khususnya dan umumnya di fakultas Sains dan Teknologi saya sangat bangga sekali karena acara ini dilaksanakan tingkat wilayah provinsi Jawa Barat maka pialanya pun ada dari Disbudpora. Perjuangan dan hasil kerja keras para panitianya pun sangat luar biasa sekali, mulai dari Ketua Pelaksana, Sekretaris Umum, Bendahara Umum serta panitia yang lainnya juga sangat antusias mulai dari merumuskan konsep acara hingga pencairan proposal dana untuk memeriahkan dan mensukseskan acara tersebut. Ketika H-1 mereka  –panitia- sudah mulai beraksi melakukan berbagai persiapan yang matang untuk esok hari yaitu upacara pembukaan yang salah satunya adalah persiapan memasangkan baligho untuk photo booth. Mereka tidak mengenal lelah demi kesuksesan hajat besar ini. Salah satunya ialah Hasna selaku Sekretaris yang memberikan sedikit curahan hatinya bahwa “Awal-awal untuk perjuangin acara ini kayaknya cukup sulit dan sangat sulit, sampe berpikiran bahwa acara ini nggak akan landing. Tapi, karena semangat dari tim yang lain menggebu-gebu mendekati puncak acara, aku juga termotivasi buat menjadikan acara ini seru dan berkesan di masing-masing peserta maupun panitia. Pas acara landing di hari Sabtu, banyak kendala salah satunya aku yang ngaret dateng hehehe karena harus cari tali buat nametag, sampe harus naek ojek ke Zone untuk pertama kalinya bayar ojek sampe ceban. Pas udah mulai pertandingan satu satu tim main, ada kenangan ketika liat anak Faperta IPB nomer punggung 10. Pas dia sakit, pas dia break, pas dia liatin kita lagi ngobrol, pas temennya pinjem jarum dan semuanya hahaha. Seru dan ada pengalaman baru ketemu sama anak Faperta-faperta lain di univ se-nasional” jelasnya.

Upacara Pembukaan

Tepat pukul 08:30 WIB di Zone 73 lapangan 1 National Futsal Agrochampionship resmi dibuka langsung oleh Ketua Jurusan kita yakni Bapak Ir. Ahmad taofik, MP. Yang dimana beliau akan menendang bola futsal khusus warna oren yang telah disediakan oleh panitia untuk simbolis pembukaan acara ini. Sebelumnya di dalam upacara pembukaan ada beberapa sambutan mulai dari Ketua Pelaksana oleh Nagib, Ketua Bidang oleh Kang Ogi, Ketua Himpunan oleh Kang Aliza dan yang terakhir adalah Ketua Jurusan dan setelah menyelesaikan sambutannya beliau –Ketua Jurusan- menendang lalu memasukan bola tersebut ke dalam gawang maka secara resmi acara besar ini telah di buka lalu dilanjutkan dengan tepuk tangan riang gembira dari para peserta juga para panitia tersebut bergema di lapangan 1. Peserta yang mengikutinya sangat bervariasi dan dari berbagai daerah yang mewakili setiap jurusan atau intansi yang ada di Jawa Barat.

Konsep pertandingan yang digunakan yaitu sistm group, dimana menjadi ada 4 group yaitu Grup A, B, C dan D. Kick off pertama dilaksanakan pada pukul 09:00 WIB yang menempati lapangan 1 ada grup A dan tim yang akan bertanding adalah Agribisnis UNMA (Universitas Majalengka) vs Teknik Elektro UIN SGD kemudian di lapangan 2 tim yang akan bertanding yaitu Agroteknologi UNWIM (Universitas Winaya Mukti) vs Kimia UIN SGD yang berada dalam grup C tersebut. Kemudian permainan berlanjut sampai pukul 11:40 WIB yang digunakan untuk istirahat, sholat serta makan dan dilanjutkan untuk pertandingan ke-enam ada Grup D di lapangan 1 dan Grup B di lapangan 2. Untuk pembagian pemain Timnas jurusan terdapat 3 kategori yaitu, Agro A UIN, Agro B UIN dan Agro C UIN dan semuanya itu merupakan para pemain kelas atas.

Timnas Agro

Beberapa dari pemain Timnas Agro A UIN kebanyakan dari semester V yang sama dengan saya (seangkatan) tim ini mempunyai penjaga gawang/kiper andalan bernama bung Cepi Supriyadi dan di pimpin oleh seorang kapten bernama saudara Agung Robani. Menurut Agung ketika mengikuti acara ini sangat senang sekali “Sebagai pemain Agrochampionship saya cukup berpatisipasi atas kelangsungan acara ini, walau baru awal di gelar di jurusan Agroteknologi UIN SGD yang meliputi pertanin se-Jabar. Acaranya pun begitu bergengsi karena hadiah dan pesertanya pun lumayan mumpuni, berjamnya pertandingan pun lancar dan wasitnya memimpin dengan baik. Saya sebagai peserta begitu senang karena pertandingan yang mempertumkan mahasiswa se-Jabar menjadi pengulur tangan dalam silaturahim antar fakultas pertanian. Semoga acara ini dapat diselenggarakan kembali di setiap tahunnya dan mudah-mudahan peserta dan hadiahnya semkain banyak, biar makin menarik” ujar Agung yang saat ini menjabat sebagai Kosma (komanda kelas) tersebut.

Seperti yang telah dipaparkan oleh Agung bahwa acara ini selain untuk merebutkan hadiah total senilai 5 juta rupiah tersebut bermakna sebagai pengulur tangan dalam silaturahim antar fakultas pertanian khususnya dan umunya untuk semua jurusan. Selanjutnya selain hadiah yang bergengsi wasitnya pun di datangkan langsung dari Jepang berdasrkan pemaparan Ketua Pelaksana saat rapat terkahir di Sekretariat Kelas V B. Maka, mereka –wasit- memimpin pertandingan dengan sangat baik dan fokus. Babak penyisihan dilanjutkan pada hari Minggu mulai pukul 08:00 sampai dnegan final yaitu pukul 12:00 WIB dan yang masuk babak final ini ada dari Faperta IPB, Agribisnis IPB, Agroteknologi UNMA, dan Kimia UIN SGD. Kemudian yang berhasil merebut Piala Utama dan hadiah sebesar 2 juta rupiah dimenangkan oleh Faperta (Fakultas Pertanian) IPB Bogor sebagai juara 1.

Pemberian Juara 1, 2, 3 dan Top Score

Dilanjutkan kedudukan juara 2 diraih oleh Kimia UIN SGD yang mendapatkan hadiah sebesar Rp. 1.500.000,- dan juara 3 hadiah sebesar Rp. 1000.000,- dimenangkan oleh Agroteknologi UNMA (Universitas Majalengka). Selain hadiah tim ada juga hadiah khusus yaitu Top Score sebesar Rp. 300.000,- sebagai pencetak goal terbanyak. Top score ini diberikan untuk semua para pemain yang dapat mencetak goal dengan jumlah yang sangat banyak dan Top Score ini berhasil diraih dari peserta/pemain Matematika UIN SGD dan Agroteknologi UIN SGD yang masing-masing telah memasukan bola ke gawang dengan jumlah sebanyak 10 dan 11 kali. dan acara terakhir yaitu foto bareng semua panitia/crew sebagai hadiah dari jerih payah dan kenang-kenangan dari kesuksesan acara ini. Namun, saat terakhir saya tidak mengikuti sampai akhir karena ada orang tua menjenguk.

Juara 1 Faperta IPB
Juara 1 Faperta IPB Bogor
Juara 2 Kimia UIN
Juara 2 Kimia UIN SGD
Juara 3 Agroteknologi UNMA
Juara 3 Agroteknologi UNMA
 All Crew

Darurat Agraria

darurat agraria

Pada pembahasan pendahuluan praktikum Budidaya Tanaman Pangan Utama dan praktikum Pengelolaan Air kali ini diadakan seminar atau sharing dan diskusi terbuka bersama Wanggi Hoed (Seniman dan Pemerhati Isu Lingkungan dan Agraria). Beliau lahir di Cirebon tepatnya tanggal 24 Mei 1988 lalu merupakan Alumni STSI atau sekarang kita kenal dengan ISBI Bandung dan lulus tahun 2012. Aktif berkarya dan berproses kreatif di dunia seni pertujunkan sejak tahun 2004 sebagai alumnus jurusan teater tersebut beliau sekarang produktif berkarya di berbagai ruang publik dan ruang budaya. Wanggi Hoediyatno begitu nama aslinya adalah Seniman Pantomime Indonesia. Selalu menggunakan bahasa perdamaian dalam aksinya. 

darurat wanggi
Wanggi Hoed

Sebelum dimulai ke sesi diskusi dan sharing kami disajikan 2 buah film tentang kasus ke-agraria-an. Film pertama yang berjudul “SAMIN vs SEMEN” dan film kedua adalah “KASUS LANGKAT 3”. Pada intro film pertama ditayangkan luas lahan pertanian daerah Jawa Timur yang selanjutnya luas pabrik semen (Gresik/Indocement) sisa penggerukan. Awal mulanya PT. Indocement akan membangun di wilayah orang Samin, akan tetapi penolakan orang Samin begitu kuat sehingga berhasil pindah ke daerah lain yaitu ke Rembang tepatnya di Kecamatan Gunen. Sejak zaman dahulu juga orang-orang Samin memang selalu menentang apa saja terhadap pemerintah Belanda seperti contohnya enggan membayar pajak. Lalu dengan penolakan orang Samin pabrik semen terhambat. “Sedulur Sikep” itulah motto dari orang-orang Samin.

 

Selain di Rembang, aksi penolakan terhadap pembangunan semen juga terjadi di Pati Kecamatan Tambakromo. Mereka – para petani Jawa – sangat sedih jika tanah nenek moyangnya di alih fungsikan menjadi lahan industri. Karena, lahan pertanian masyarakat Jawa Timur jauh lebih penting untuk menyambung kehidupannya dan akan menjadi harta warisan untuk anak cucu mereka. Disana lebih diutamakan menjadi petani dan pantang untuk menjadi pedagang apalagi untuk menjadi orang yang terpandang. Sebuah kutipan yang saya ambil dari film pertama yaitu dari masyarakat Jawa Timur adalah

 

Lebih baik meperbaiki tindakan dan ucapan, tidak mengejar harta, pangkat serta jabatan” tutur Ketua Desa.

 

        Selanjutnya dari film pertama tersebut kita diberikan rasa kemanusiaan dan kepedulian terhadap perjuangan masyarakat Jawa terhadap perlawanan para aparat keamanan serta oknum yang pro terhadap pembangunan semen. Diantara masyarakat yang kontra terhadap pembangunan semen rela pagi, siang, sore untuk melawan para petugas penjaga gerbang sampai membuat tenda-tenda di pinggir jalan lalu setiap malam harinya selalu mengaji dan bershalawat sambil menangis. Perjuangan mereka sangat hebat sekali dan luar biasa hingga membuat para pekerja seni tersentuh hati nuraninya untuk melihat dan pastinya untuk menyemangati aksi tersebut. Salah satunya yaitu Melanie Subono, beliau banyak mewawancarai termasuk tukang ojek yang mengantarkannya ke tempat peristiwa penolakan pembangunan pabrik semen.

 

Dalam wawancaranya Melanie menanyakan berapa luas lahan yang diambil/digunakan PT. Indocement lalu menurut pernyataan tukang ojek tersebut lahan yang terkena penjualan/pembuatan untuk pabrik semen sebesar 180 hektar yang dimiliki dari 156 orang. Sesampainya disana, Melanie dan rombongan disambut dengan para ibu yang semangat menyanyikan lagu kemenangan yang dipimpin oleh Kepala Desa. Namanya tanah air, masa kita punya tanah tapi nggak punya air”, begitu pendapat Melanie setelah melihat semangat nyanyian para ibu di Pati. Selain itu, Melanie berpendapat bahwa semangat yang luar biasa itu telah mengantarkan dia ke tanah Jawa ini.

 

Semangat para wanita yang luar biasa di kampung ini, tidak seperti wanita di kota yang banyak nyeleneh dan mengeluh” jelasnya.

 

Selain di Rembang dan Pati sebelumnya pembuatan pabrik semen juga terjadi di Tuban. Kemudian para petani disana mengeluh akan dampak pengaruh negatif yang tercemar dari pembuangan pabrik semen. Mereka menginginkan segera ditutup pabrik tersebut tetapi sampai sekarang masih beroperasi saja. Menurut penuturan bapak petani di Tuban yang awalnya mereka di iming-imingi lahan pekerjaan setelah lahan budidayanya dijual. Namun, kenyataannya tidak sesuai dengan perjanjian lalu bapak tersebut merasa menyesal serta rekan-rekan yang lainnya pun merasakan hal yang sama.

 

Lebih baik tanah pertanian dapat menghasilkan sampai akhir hayat dari pada uang hanya sesaat dan pasti bakal hilang” tutur bapak tersebut.

 

Contohnya adalah anak bapak petani sendiri yaitu hasil dari penjualan lahan hanya dihargai sebesar Rp. 600.000,- per meter dan langsung dibelikan 2 buah sepeda motor oleh anaknya dan sampai sekarang motor tersebut semuanya rusak.

 

            Wawancara dengan bapak petani tadi menutup dari film pertama dan diakhiri dengan aksi nyata masyarakat Jawa khususnya orang-orang Samin. Walaupun mereka baru mendapatkan tanda pengenal negeri yaitu KTP (Kartu Tanda Penduduk) tetapi semangat berjuang untuk menghadapi perlawanan dari zaman Kolonial Belanda sampai sekarang masih kuat. Dilihat dari atas menggunakan bantuan drone, masyarakat petani Jawa membuat sebuah tulisan pembelaan terhadap penolakan pembuatan pabrik semen “TOLAK PABRIK SEMEN DI JAWA”. Film ini didokumentasikan oleh Tim Ekspedisi Indonesia Biru karya Dandhy Laksono dan Ucok. Menurut saya, film ini sangat bagus sekali karena ada unsur humornya dan membuat persuasif seseorang termasuk saya. Cara pengambilan gambar yang keren dan memadukan musiknya dengan tepat.

 

darurat 2
Film SAMIN vs SEMEN

Film kedua ini menceritakan hal yang serupa tentang darurat agraria yaitu pengalihan lahan sawit di Tanjunglangkat Sumatera Utara. Lalu membuat seorang aktor Rio Dewanto tergugah menuju kesana disela-sela proyek shooting film Filosofi Kopi 2 dan disana beliau langsung disambut oleh Tim SPI (Serikat Pertanian Indonesia). Sama seperti orang-orang Samin di Sumatera mereka menolak pengalihannlahan di PTPN II. Disini mereka lebih parah perlawanannya karena sampai ada yang dilempari batu oleh petugas keamanan sampai berdarah. Rio mewawancarai banyak termasuk Sekretaris Umum SPI. Jumlah areal luas lahan yang dialih fungsikan yaitu seluas 554 hektar menurut anggota SPI yang telah diwawancarai oleh Rio.

Setelah itu, dilahan yang dipermasalahkan mereka mendirikan tenda untuk mengaji bersama sekaligus untuk penyambutan kedatangan aktor terpandang – Rio Dewanto – atas partisipasinya untuk menyempatkan hadir di Tanjunglangkat tepatnya di Desa Mekar Jaya. Pertemuan diawali dengan sambutan bapak Kepala Desa dilanjutkan pidato dan aksi perlawanan yang terkait. Masyarakat disana menginginkan ucapan dari Presiden Joko Widodo tahun lalu tersebut sesuai yaitu akan membagikan kepada setiap petani lahan seluas 2 hektar untuk pertanian dan 0,25 hektar untuk pemukiman setiap satu rumah. Semoga ter-realisasi dengan baik. Menurut saya di film kedua ini memfokuskan wawancara masyarakat dan wawancara khusus bersama anggota SPI. Tetapi melalui video karya Rio Dewanto tersebut dapat menjadi video dokumenter yang persuasif dimana bisa mengubah serta menghasut kita sebagai mahasiswa untuk mampu seperti beliau yaitu peduli dan peka tehadap kedaruratan agraria.

darurat wanggi najwa
Wanggi Hoed di acara Mata Najwa

Setelah film kedua selesai selanjutnya dimulai sesi diskusi setiap kelompok. Berdasarkan pemaparan narasumber bahwa kia sebagai Agent of Change harus bisa menuntaskan masalah darurat agraria seperti 2 film yang telah ditayangkan. Bisa lebih peka terhadap problem seputar pertanian khususnya dan umumnya untuk semuanya. Kita sebagai mahasiswa harus mempunyai inovasi dan memperbanyak ilmu-ilmu seperti kesenian, hukum yang ada UU dan sebagainya. Contohnya seperti di Tuban ada pabrik semen yang sudah beroperasi sudah lama dan akan ditutup lalu bagaimana caranya agar segera ditutup/dihilangkanpabrik tersebut. Maka, kita sebagai mahasiswa harus mempunyai inovasi, ide dan gagasan se-efektif mungkin. Intinya kita harus bisa dan ahli dalam semua bidang keilmuan dan menjaga harta warisan Ibu Pertiwi yaitu lahan pertanian tanah air Indonesia. 

darurat

Rio-Dewanto-Film-Dokumenter

Sertijab Kelas

Besok udah mau hari Sabtu lagi. Kuliah berarti baru 1 minggu. Alhamdulillah…

Oh iya, disini gue mau nyeritain pemilu kelas alias pemilihan kosma dan kabinet-kabinetnya yanng baru. Pemilihan secara langsung ditunjuk oleh masyarakat kelas secara mufakat, yaitu Agung bapak alias Agung Robani. Selamat! semoga bisa memimpin lebih baik lagi untuk setahun kedepan. Acara serah terima jabatan ini pun dilaksanakan dengan simple aja, hanya berjabat tangan.

IMG20170904085558
Sambutan kosma baru

Next, untuk pemilihan Sekretaris dan Bendahara yang dilakukan dengan ditunjuk juga oleh kosma baru *cieee*. Tadaaaaaaaaa pengganti aku adalah Fitra F.U alias Fajriah Ulfah. Selamaaat Fifit :* semoga amanah dan selalu sabar jika disuruh-suruh yang berkaitan dengan menulis HAHAHA akhirnya aku bisa bernafas lega syekali.

Menjadi masyarakat biasa enak sekali rasanya nggak ada beban sedikitpun. Tapi, sebelumnya aku ingin mengucapkan beribu terima kasih yang sudah memilih dan mendukung saya dahulu, satu tahun kebelakang kepada yang sudah mempercayai aku sebagai seorang Sekretaris kelas generasi kedua yaitu ahun 2016.

Mudah-mudahan dan semoga aku bisa menjabat sebagai Sekretaris ditingkat Nasional yaitu Kementrian dan Lembaga. Allahuma Aaamiin…

____________________________________________________________________________

Tahun                          Kosma                             Sekretaris                            Bendahara

2015                        Fedora Gusti                       Bela Eka P                            Herni M

2016                         Fhandan B                          Hana F                                  Herni M

2017                        Agung R                               Fitra F U                                Fegyanti S