Posted in Campus

Potret Diri

Oleh : Dedet Setiadi

Inilah aku
Lahir dari kawah masa lalu di daratan miring
Sebelum tumbuh biji-biji salak pondoh

Matahari tak selamanya sengat. Bulan Mei awal tanam tembakau
Aku lebih suka langit yang terbakar
Lebih suka minta hujan bersama para hewan
ketimbang jadi tadah hujan buatan

Aku suka sawah. Benci hama tikus, wereng dan barisan kera
Tapi tak sanggup menolak apalagi mengutuknya
Sebab aku dan mereka selalu belajar sadar sebagai hamba

Selamatan adalah bahasaku. Mengepung-aminkan tumpeng
Adalah cara kami menampik bencana
Adalah puisi kami memuja semesta

Aku tak mengidap sakit ketinggian
Pagi sore manjat pohon kelapa. Ngobong kayu menyulap nira jadi
gula jawa
Merebus hidup bersama modin dan sesepuh desa

Bajak lembu adalah alat tulisku. Mengaduk rumus anti pestisida
Mencampur air kencing kambing dengan daunan kering
Kunfayakun tanah pun jadi subur tak ada hingga

Inilah aku
Suka piara kerbau tapi tak berarti sealur-pikir otak kerbau

 

Magelang, April 2010

Advertisements
Posted in Campus, Diary

Akhir Mei? So, interesting

Selamat siang menuju sore kawan – kawan. Gimana kabar puasa kalian semoga berjalan dengan lancar dan tidak ada gangguan yang terkutuk.

    Sekarang aku mau cerita tentang kemarin. Yups! Lebih tepatnya hari kemarin yang jatuh pada hari Rabu tanggal 31 Mei 2017 itu kalian pasti penasaran, kan? Apa sih yang bikin menariknya pada akhir bulan itu. Pertama, aku, ketemu –ngobrol langusung- sama, seseorang, siapa, lagi, kalau bukan dia HEHE. Pokoknya seneng deh! Walaupun itu hanya sebatas ya bukan pertemuan yang biasa tapi didalam keseriusan, benar sekali keadaannya formal bangeeet. Kalian tahu apa? Aku di interview sama dia, dia yang aku kagumkan (lebay parah). Oke gak apa – apa ini hanya suka biasa yang diterpa angin pun akan hilang. Layaknya debu dijalan ketika turun hujan lalu debu itu tertimpa butiran hujan akan menghilang yang entah kemana.

  Next, hal yang menarik lagi ialah acara buka bersama anak kelas yang super mendadak! Kalian mungkin akan mempersiapkan acara seperti itu lebih ‘wah’ atau ditempat yang layak ya, contohnya di rumah makan, restoran atau di cafe – cafe ternama. Mungkin, ini, lah kelas kami, agrtoteknologi 2015 IV/A yang mempunyai kriteria sikap tegas dan selalu mendadak –terkecuali saya- jujur saja. Ada alasan dibalik semua ini sebenarnya, yaitu jika hari Sabtu maka akan bentrok dengan bukber Himagi dan jika diundur minggu depan kami sedang UAS (ulangan akhir semester). Rencananya, sih setelah uas kami akan mengadakan lagi acara bukber^^

Akhirnya setelah obrolan chat grup di pagi hari merencanakan bukber, pada sore hari itu juga rencana itu pun terealisasi baik. Mantap, tidak?

Setelah itu, kami pun membuat cuci mulut berupa ice buah yang dimana buahnya Cuma 3 jenis, apel, limus dan semangka, sisanya kita ganti dengan sekoteng dan agar – agar (lebih hemat).

     Hingga diakhir acara kita membuat rapat sidang pleno awal tentang rencana Class Tour hingga pukul 21:00 WIB. Musyawarah ini dipimpin langsung oleh kosma langsung yaitu Mr. Fhandan yang mirip orang RRC sehingga kami memanggilnya dengan sebutan “koko”, mungkin lebih uniknya sebutan coco fhandan rasa strawberry 😀

IMG20170531192436
Sidang Pleno Tour
IMG20170531192431
Sidang Pleno Tour

   Cukup sekian cerita kali ini, mudah – mudahan dicerita selanjutnya bisa lebih bermanfaat lagi. Do’akan. Juga do’akan ingin bikin buku sendiri baik itu cerpen, novel, biografi maupun memoriam. Untuk buku pelajaran Alhamdulillah sudah dua kali menerbitkan 🙂

Don’t never gie up!

Smile you unforgettabble.

Bandung, 01 Juni 2017

Posted in Campus

Kunjungan ke Ewindo

Tidak seperti biasanya hari ini aku bangun sangat pagi dan menyiapkan semua bawaan, karena hari ini ada kelas kunjungan ke Purwakarta, Jawa Barat. Kami –Agroteknologi 2015– akan berkunjung ke dua tempat, yang pertama ke PT. EAST WEST INDONESIA (ewindo) atau kita kenal produknya dengan nama “CAP PANAH MERAH”. Kunjungan ini berlangsung selama satu hari dan lokasi PT. Ewindo ini terletak di Desa Banteng, Kecamatan Campaka – Purwakarta  41181. Ewindo adalah perusahaan benih sayuran terpadu di Indonesia yang menghasilkan benih unggul sayuran melalui kegiatan pemulia tanaman. Hasil penelitian dan pengembangan benih sayuran ini diproduksi, diproses dan dikemas serta di pasarkan untuk  petani Indonesia dengan merk dagang “CAP PANAH MERAH”.

Perusahaan Benih –> Riset Penelitian –> Teknologi Benih –> Packaging–> Marketing

East West menerapkan sistem DNA molekuler marker dan kini sudah mengeluarkan sebanyak 150 varietas. Pada tahun 2012 Ewindo mempersembahkan Tyto Alba yang dimana Deputi Direktur Seed Operation PT. East West Indonesia yakni Bapak Agung Subroto mengenalkan teknik pengendalian hama tikus dengan burung hantu (Tyto Alba) kepada petani di Desa Bumiharjo, Glenmore, Banyuwangi, Jawa Timur.

East West didirikan pada tahun 1990 dan diresmikan pada tanggal 11 Juni 1991 oleh Mneteri Pertanian RI dan sampai tahun 2017 saat ini Ewindo sudah membina petani sebanyak 7000 dan memiliki 35000 pegawai polinator. Untuk mengembangkan pengawasan terhadap mutu dari hulu sampai hilir proses manajemen agribisnis maka Departemen Quality Assurance adalah ujung tombaknya. Setiap proses produksi benih, Ewindo menghasilkan sebanyak 4 ton per hari.

Sampai disana kami disambut oleh pemandu perusahaan untuk memasuki wisma pertemuan dan ada beberapa sambutan untuk penerimaan rombongan. Setelah itu kami diberikan izin untuk bisa masuk ke ruangan processing dan di pandu oleh Bapak siapa ya, saya lupa lagi 😀 setelah itu adzan dzuhur kami selesai mengelilingi semua area processing tersebut. Selanjutnya kami foto bersama dan melaksanakan sholat Dzuhur lalu dilanjutkan dengan perjalanan ke dua yaitu ke Waduk Jatiluhur.

Bye, East West 🙂 sampai berjumpa kembali~

 

🍀🌸 – at PT East West Seed Indonesia

See on Path

Posted in Campus

Praktikum di Tahura

Praktikum 😑 – at Taman Hutan Raya goa jepang/goa belanda

1491798440288

Praktikum kali ini tentang stratifikasi tumbuhan yang dilaksanakan di Taman Hutan Raya Ir. H. Juanda – Dago. Hasil yang diperoleh dari pengamatan terdapat 4 termasuk Pohon, 3 Tiang, 3 Pancang dan 10 yang tergolong Semai. Menurut Rahardjanto (2004), untuk mengetahui semai, pancang, tiang dan pohon dapat dilihat berdasarkan tinggi pohon dan DBH. Kegunaan mengetahui DBH ini untuk mempelajari analisa vegetasi.

Analisis vegetasi adalah suatu cara mempelajari susunan dan atau komposisi vegetasi secara bentuk (struktur) dari tumbuhan. Unsur struktur vegetasi adalah bentuk pertumbuhan, stratifikasi dan penutupan tajuk (Surasana, 1990). Di Taman Hutan Raya (Tahura) Juanda ini mempunyai beragam kekayaan alam yang begitu menakjubkan seperti halnya pohon besar Ki Oray. Ki Oray tersebut memiliki DBH (Diameter Breast High) yang paling besar yaitu 114,65 cm dan sudah jelas masuk ke dalam stratifikasi pohon karena lebih dari 35 cm. Tingginya pun lebih dari 50 m yaitu sepanjang 60,5 m. Sedangkan untuk vegetasi kecil seperti semai mempunyai DBH sebesar 0,15 cm yang dimiliki oleh tumbuhan Cyperus kyllingia.

Taman Hutan Raya (Tahura) Juanda atau lebih dikenal dengan nama Dago Pakar adalah tempat wisata alam yang berada diantara kawasan Cicadas dan Lembang. Tempat pelaksanaan praktikum ini tidak terlalu jauh dari pusat Kota Bandung, yaitu berjarak 7 km jika melalui Jalan Ir. H. Djuanda atau dikenal Jalan Dago. Adapun kendala dalam praktikum kali ini yaitu kebanyakan di Tahura untuk stratifikasi pohon itu di dominasi oleh Mahoni Uganda sedangkan kita harus mencari 5 jenis spesies yang berbeda. Tetapi, kalau untuk stratifikasi semai banyak sekali macam spesiesnya.

 

1491797721502
Kang Agung (Dosen Praktikum)

 

 

IMG20170408155614
Me and Dedew

 

 

1491797264500
Masuk Gua

 

See on Path

Posted in Campus, Diary

Pelantikan HIMKAS

Pelantikan HIMKAS 💘 – at Aula PEMDA Subang

Hari ini merupakan hari bersejarah bagi HIMKAS (Himpunan Kabupaten Subang) karena ada pelaksanaan pelantikan pengurus. Selain itu dilanjutkan dengan kuliah umum yang dibawakan materinya oleh bapak Dadang (Dosen UIN).

Maka poin-poin penting yang saya catat ketika kuliah umum adalah sebagai berikut :

Peran Mahasiswa Terhadap Pembangunan Desa

  1. Kemampuan
  2. Kapasitas
  3. Keahlian/Kecakapan
  4. Pengetahuan/Wawasan
  5. Pengalaman
  6. Kemmapuan mengembangkan pengaruh
  7. Kemampuan menggalang solidaritas
  8. Kemampuan memecahkan masalah

Mindset Mahasiswa :

Think Globally, Act Locally, bahwa walaupun kita bertindak lokal (nasional), tetapi cara berpikirnya global (internasional)”

To KnowTo DoTo Be

Subang merupakan kota yang strategis karena terdapat lahan pertanian paling luas, laut yang berada di kawasan kaler, tempat wisata yang beragam sampai kesenian yang bersejarah sehingga kota Subang terkenal dengan julukan Kota Nanas dan Sisingaannya.

Maka  ini adalah program kerja pemerintah Kabupaten Subang yang menjadikan Subang semakin maju dan terdepan. Dengan penghargaan masing-masing gapura sebagai berikut:

  1. Gapura Permata (Pemerintah bermartabat)
  2. Gapura Intan (Infrastruktur berkelanjutan)
  3. Gapura Emas (Ekonomi masyarakat)
  4. Gapura Perak (Pendidikan rakyat)
  5. Gapura Serasi (Sehat, bersih dan indah)

Oleh karena itu peran kita sebagai mahasiswa selain menjadi agen perubahan (agen of change) kita harus bisa menyelesaikan segala permasalahan yang berada di desa masing-masing dan hal yang harus kita ubah untuk kemajuan masing-masing desa khususnya Kota Subang maka kita harus bisa membangun kapitalis ekonomi dan membuat ketahanan pangan tetap terjaga sampai anak cucu kita merasakannya.

 

1485609306424
Foto bersama Pak Dadang

 

See on Path

Posted in Campus

1484312683577

Akhirnya sampai di Solo~

Kota yang terkenal dengan ciri khas batiknya dan Kota Solo ini mempunyai dua nama yang dimana nama tersebut sama digunakan, yakni Solo serta Surakarta. Pada mulanya masyarakat sudah familiar dengan Desa Sala, maka banyak orang yang menyebut dengan Kraton Sala lalu jadilah penyebutan itu hingga sekarang. Nama Sala masih dipergunakan, dan nama Surakarta juga tetap dipakai. Namun, entah dimulai oleh siapa dan kapan, dan karena apa pula, kata Sala berubah penulisan serta pembacaannya menjadi Solo.

Tempat yang aku kunjungi di Kota ini adalah Universitas Negeri Sebelas Maret Surakarta terletak di Jalan Ir. Sutami 36 A, Surakarta, 57126. Aku kesana dalam rangka kegiatan Himpunan untuk silaturahmi ke Format (Forum Mahasiswa Agroteknologi) UNS. Kegiatannya berlangsung selama satu hari dan dilanjutkan ke UNIBA Surakarta.

🙌 – at Gedung B Fakultas Pertanian UNS

See on Path