Anggrek di Hari Kamis

Udara hari ini begitu berbeda dari biasanya. Semuanya begitu serba mendadak, serba mengejutkan dan sejenisnya. Ya, seharusnya hari Kamis adalah jadwalnya ngasisten Praktikum Pengolahan Pestisida di semester 6. Tapi, kali ini berbeda yaitu aku disuruh beli Anggrek oleh Bu Yati. Kemanapun yang penting dapat Bunga Anggrek yang sangat cantik, bagaimanapun caranya dan kemanapun belinya 😀 Akhirnya aku dan Kang Agung (Ketua Asisten) memutuskan untuk beli ditempat penjualan khusus Tanaman Hias di Cibeunying dan dekat dengan Cibeunying Park. 

Seperti yang terlihat digambar suasana salah satu kebun disana yang banyak menjual Bunga Anggrek. Rata-rata harganya cukup dikantong  antara Rp. 40.000,- sampai dengan Rp. 180.000,-/. Banyak sekali warna-warna yang cantik, tap ya begitulah harganya tidak sesuai budget 😀 Seperti bunga yang berwarna kuning atau putih corak itu diberi harga Rp. 175.000,- saja. Lalu kami pun -Kang Agung dan Hana- membeli 2 jenis Bunga Anggrek berwarna pink dan putih. Sangat cantik sekali 🙂 seperti aku *pedeamat*. Akhirnya perjalanan pulang akan dilalui, dan aku duduk diataas jok motor Kang Agung dengan memegang 2 pot bunga tersebut secara hati-hati diatas.

Diperjalanan pulang aku kagum dan sekaligus terenyuh melihat orang tak gentar dan pantang menyerah dipinggir jalan. Ia mengadukan nasibnya secara yakin pada semesta raya ini bahwa rizkinya ada di Bunga Anggrek. Yah itu tadi disaat hari Kamis ini aku harus beli bunga Anggrek sama Bu Yati. Tiba diwaktu perjalanan pulang itu juga ada seorang bapak yang berjualan Anggrek jenis bulan dipinggir trotoar jalan. Tak sengaja aku melihat beliau sedang duduk dibawah pohon demi menghindari pancaran sang mentari siang.

Terlihat cucuran keringatnya yang Ia usap dengan lap yang menggantung dilehernya. Terlihat perjuangan seseorang yang berjualan dengan menganggung beban dagangan dipundaknya itu. Dan, terlihat begitu sangat kelelahan. Sungguh menyedihkan dengan posisi disimpan tanggungan dagangannya didepan Ia duduk. Namun, Ia tetap semangat dengan Anggrek Bulan Putih yang menggoda membuat si penjual memancarkan semangatnya.

Pukul siang tengah hari bukannya tidak baik untuk kulit? Ya, Ia pun mengetahuinya untuk istirahat diwaktu tersebut. Namun, hanya duduk dan mengusap keringatnya yang Ia lakukan tanpa makan atau istirahat yang layaknya istirahat. Hanya sebatang pohon diatasnya itulah yang menjadi tempat ternyaman bagi istirahatnya. Aku sangat miris melihat Ia bersama Bunga Anggrek Putihnya.

Dan, entah bagaimana perasaannya melihat aku dengan 2 Bunga Anggrek yang disimpan diatas jok motor. Semoga Ia tidak memikirkan hal yang tidak-tidak, ku berharap begitu. Aku hanya melihat kegigihannya yang luar biasa seperti halnya ayahku dan ayah-ayah teman-teman semua bahwa mencari nafkah itu pengorbanannya tak kenal uisa, waktu dan ruang. Semoga disehatkan ayah kita semua sampai Ia melihat kita sukses Aamiin

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s