Potret Diri

Oleh : Dedet Setiadi

Inilah aku
Lahir dari kawah masa lalu di daratan miring
Sebelum tumbuh biji-biji salak pondoh

Matahari tak selamanya sengat. Bulan Mei awal tanam tembakau
Aku lebih suka langit yang terbakar
Lebih suka minta hujan bersama para hewan
ketimbang jadi tadah hujan buatan

Aku suka sawah. Benci hama tikus, wereng dan barisan kera
Tapi tak sanggup menolak apalagi mengutuknya
Sebab aku dan mereka selalu belajar sadar sebagai hamba

Selamatan adalah bahasaku. Mengepung-aminkan tumpeng
Adalah cara kami menampik bencana
Adalah puisi kami memuja semesta

Aku tak mengidap sakit ketinggian
Pagi sore manjat pohon kelapa. Ngobong kayu menyulap nira jadi
gula jawa
Merebus hidup bersama modin dan sesepuh desa

Bajak lembu adalah alat tulisku. Mengaduk rumus anti pestisida
Mencampur air kencing kambing dengan daunan kering
Kunfayakun tanah pun jadi subur tak ada hingga

Inilah aku
Suka piara kerbau tapi tak berarti sealur-pikir otak kerbau

 

Magelang, April 2010

Penulis: hanaftrni

Don't you be so arrogant! let the prayer your last have to bow from kneeling!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s