Desaku yang Kucintai

 

Well, to the point. Kemaren itu hari pawai atau sering kita kenal arak-arakan agustusan di Kecamatan Cisalak – Subang. Jujur saya senang sekali ketika masa-masa ini dirasakan kembali. Sebuah pawai atau karnaval dalam memeriahkan hari ulang tahun kemerdekaan NKRI ke 72 tahun. Seneng banget! Jadi inget masa-masa dulu, by the way terakhir saya ikutan pawai ini kapan, ya? Kira-kira kelas 7 atau kelas 9 sih, saya lupa. Soalnya sejak SMA hingga lulus saya jarang ikut lagi berpatisipasi di acara HUT RI. Because, saya sekolah di Kota Kabupaten sedangkan rumah di Cisalak atau lebih tepatnya jauh sekali dari sekolahku. So, my school is far very very far~

Kemarin itu saya berangkat nonton dari pukul 9 pagi sampai waktu dzuhur. Tadinya nunggu Desa saya buat tampil tapi, berhubung Desa Cigadog the last yup, urutan terakhir yaitu ke 5. Jadi, saya hanya menonton Desa Cisalak dan Desa Mayang yang setengah nontonnya karena harus pulang untuk sholat Dzuhur. Oh iya, sebelumnya urutan pertama itu ada Desa Darmaga dan kedua Desa Cisalak. Makanya pawai di mulai jam 08:00 WIB dan saya baru nonton jam 9 so i am the late. Sempet liat sih pawai Desa Darmaga pas lewat rumahku di jalan saya sedang membeli kupat tahu. Ada kuda-kudaan bagus banget, lebih tepatnya unik sih. Terus motor hias, dangdong – dangdonnya juga lucu.

Saya sangat bersyukur bisa terlahir di bumi pertiwi ini, Cisalak. Ya, itulah nama daerah saya. Dan Kabupaten Subang menjadi Kota yang tak akan pernah saya lupakan sepanjang hayat. Kota Subang didirikian pada tanggal 5 April dan saya selalu ikut andil dalam memeriahkan hari lahirnya Kota kelahiran saya ini. Maka saya lebih aktif ketika HUT Kabupaten Subang ketimbang HUT RI pada saat sekolah puith abu dulu. HUT RI tak akan pernah kalah kemeriahannya juga walaupun saya tidak ikut. Karena, di sekolah itu kalau HUT RI selalu tanggal merah dan saya memilih untuk pulang ke kampung halaman lalu diam dirumah. HEHEHE

Sedangkan HUT Kabupaten Subang dimeriahkan ketika kalender normal dan khusus Kabupaten Subang semuanya menjadi bebas alias libur lalu saya masih berada di Subang dan ada waktu lah saat itu untuk ikut pawai atau karnaval. Lagian kalau HUT RI itu kan semua kalender tanggal merah, ya kan? Jadi ada alasan dah untuk pulang ke rumah wkwk. Ah pokoknya saya sangat merindukan Kota Subang dan sejuta bahkan semilyar kenangannya (agak sedikit lebay sih). But, that’s really really my beautiful memories in the self with so much experience and i never forget all until my life to the end. Seriously.

Sudah sampai di akhir cerita, saya akan memberikan dan membagikan gambaran-gambaran tentang Perayaan Pawai Pembangunan Kecamatan Cisalak. Semoga kalian mencintai daerahnya, ya. Karena kita tidak akan pernah terlepas dari kampung halaman yang sejuk dan damai. Apalagi tempat itu telah menjadikan tempat kita untuk lahir di dunia ini dan sampai saat ini kita bisa hidup sejahtera dari hasil bumi pertanian di desa-desa kita. Semoga Allah selalu memberikan perlindungan untuk Kabupaten Tercintaku yakni Subang dan khususnya untuk kampungku.

Terima Kasih, Ibu Pertiwi. Desaku yang kucintai. Pujaan hatiku…

 

 

 

 

 

Penulis: hanaftrni

Don't you be so arrogant! let the prayer your last have to bow from kneeling!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s