Berkunjung ke Loop Station dan Maen di UPI Bandung

Suasana siang kemarin sangat berbeda, rasanya senang sekali. Jujur saja tempat yang aku kunjungi kemarin itu sangatlah membuat mata ini terbelalak dan juga mulut sering berkata ‘wow’. Mungkin, ini biasa untuk orang-orang asli Bandung and apa emang aku yang kudet, banget. Nyatanya emang begitu guys, aku sangat beruntung bisa ke tempat itu yang awalnya aku mau ke gerai Telkomsel biasa di jalan A. H Nasution. Tetapi,  Allah mengurungkan niatku dan menjadi batal karena aku harus ke tempat yang lebih cocok dan tentunya mengagumkan yaitu, Loop Station Bandung. Ini sangat tidak dibayangkan sebelumnya rencana Engkau sungguh indah. Jadi, ceritanya aku beres perkuliahan mempunyai rencana buat ngebenerin id simcard yang udah jelek pokoknya dan pengen di upgrade ke 4G. Yay! Akhirnya aku rencanakan ke gerai Telkomsel biasa di jalan kampus yang tak begitu jauh. Dan sekalian juga pulang arah Lembang karena aku punya rencana lagi mau maen ke perpustakaan UPI dan berakhir di kosan Iqma – kembaran ceritanya – anak FPOK UPI punya. Dimulai hari Rabu aku akan pergi ke gerai pukul 1 siang, nyatanya emang males kalo berpergian jam segituan. Panas. Ngantuk. Sumpek.

Akhirnya aku tegaskan lagi niat untuk besok. Berhubung aku suka banget sama makaroni dan berencana buat bawain Iqeum (panggilan akrab) makaroni tersebut. Dia memesan rasa pedas, pedas banget katanya. So, aku meng-iya-kan karena itu bukan urusanku jika nanti nyatanya pedes itu berujung kenapa-kenapa. Lalu hari esoknya sepulang kuliah tidak seperti biasa nongkrong dulu depan fakultas tetapi aku langsung caw ke kosan untuk prepare. Ketika sampai dikosan aku lihat jam masih menunjukan angka 10 pagi, ya emang kepagian karena aku janji sama Iqeum buat otw pukul 1 siang. Di pikir-pikir daripada berangkat jam segitu pasti macet, mending sekarang biar waktu dijalannya santai dan aku lebih bisa menikmati perjalanan (gaya bet sih, Han). Tepat pukul 11:30 aku berangkat menuju depan kampus karena mau beli makaroni yang special itu. Sesampainya di depan kok nggak buka ya, aku dekatin lagi penglihatan dan ah yaa memang belum buka masih tertutup rapat guys. Rasa kecewa merasuki hatiku dan penyesalan telah menjanjikan untuk aku bawakan apa gantinya? Dengan niat yang tulus aku lanjutkan saja langsung naek angkot daripada memikirkan makanan apa gantinya buat Iqeum, berdoa saja supaya nanti ada makanan yang aneh di jalan. Dengan kelalaianku sendiri akhirnya gerai Telkomsel itu terlewat. Bagaimana ini rencana yang menurutku gagal dan mengecewakan itu sungguh menyedihkan.

Aku menerima saat makaroni masih tutup, gerai Telkomsel terlewat dan apakah aku harus gagal juga buat maen ke UPI dan kosan Iqeum. Karena tidak ada yang sia-sia di dunia ini setelah itu aku berusaha kembali, ikhlas. Mungkin belum saatnya aku memperbaiki id simcard tersebut. Belajar dari kesalahan aku tak boleh lalai kembali dan ya ketika ada penumpang turun di daerah Ujung Berung bahagia aku membaca dari dalam angkot tulisan “makaroni”. Tanpa pikir panjang lagi aku juga ikut turun walaupun sebenarnya tujuanku bukan disana, ah siapa yang tahu aku akan punya rencana aneh itu buat turun ditempat yang bukan tujuan awal. Tempatnya hampir sama seperti tempat  makaroni dilangganan aku dekat kampus, ada makaroni yang basah dan kering, tempat pencampuran bumbu dan daftar hargnya. Perbedaannya di tempat makaroni ini lebih luas dan hmm harganya pun berbeda, guys. Bedanya Cuma 1k kok nggak banyak-banyak hahaha kalo harganya lebih mahal 2 kali lipat dari makaroni langganan disana mungkin aku akan pura-pura salah tempat dan kelihatan bingung (biasa akting). Oh iya aku nggak sempet foto tempatnya karena malu bet, karyawannya juga pada fresh and ketjeh gitu. Disini mereka memakai seragam berwarna hitam berikut topi pelengkapnya dan juga tempat pembayarannya khusus alias ada kasirnya. It’s so good!

ngehe
Twitter : @Ngehe_Id
Instagram : @ngehe_id
Fb : makaroningeheofficial
Web : ngehe.com

Aku sebagai anti pedes memesan rasa balado dan untuk Iqeum aku pesankan pedaaaaaaas level akhir yaitu 5. Aku gak tahu sih seberapa pedes-pedesnya karena yang aku tahu hanya Iqeum memesan rasa pedes, banget. Daripada aku malu kok tumben yang rasa balado gak pake pedes kaya anak bocah aja hahaha mungkin ini cobaan dan akhirnya aku bilang tambah pedesnya level 1 (seperti biasa level  1). Seperti gambar diatas nama makaroni itu adalah “Mahe” kepanjangan dari makaroni ngehe. Entah apa maksudnya ngehe disana mungkin rasa yang enak dan membuat pembeli ketagihan untuk membeli lagi dan si pembeli ngehehehe deh karena bulak balik buat beli. It’s my opinion guys, jangan anggap bener apalagi serius, deal?

Selesai beli makaroni dan hatiku sangat L E G A karena janjiku ke Iqma telah ditepati. Selanjutnya aku melanjutkan perjalanan dengan naek angkot (lagi). Sampai di Terminal Caheum aku bingung akan kemana selanjutnya antara ke gerai Telkomsel yang baru direncanakan atau mampir dulu di Toko Buku setiap hari diskon yaitu “Toga Mas”. Hmm dipikir ulang kalo mau berhenti dulu di disana berarti aku harus membeli 1 atau 2 buku dan sayang ongkos kalo nggak beli. Well, aku putuskan untuk lain kali ke Toga Mas karena baru-baru ini aku udah memborong buku di toko buku online. Walaupun aku harus beli walaupun 1 buku saja, uang dari mana deh ini juga pas-pasan banget dah buat pulang (jujur amat si gua).

Setelah aku nyari-nyari di mbah segala tahu (Google), aku mendapatkan macam-macam gerai Telkomsel di Bandung dan dipilih lah gerai id simcard yang sesuai dengan jenis kartu yaitu Loop Station di jalan Dipenogoro No. 41 Bandung. Gembira banget gak bohong karena tempat itu sebelumnya aku idamkan-idamkan karena sesuai sama id simcard aku, Simpati Loop. Setelah turun dari angkot lalu aku masuk ke gerbang stationnya, rasanya disitu dag dig dug antara senang, terharu dan deg-degan baru pertama kali. Ketika melihat sekeliling termasuk ada pos satpam aku tersenyum kaku karena baru pertama kali dan takut ditanya hahaha. Setelah itu aku masuk dan WOW suasananya sangat berbeda dari apa yang aku pikirkan sebelumnya, guys.

Lihat lantainya kaya rumah yang jarang ditempati semacam jalanan diluar atau lebih tepatnya jalan raya soalnya nggak pakai keramik, lucu kan. Kemudian yang bikin aku WOW lagi itu tempat layanan service-nya ada diatas, guys. Dibawah itu tempat komunitas dan juga ada banyak permainan beberapa yang aku tahu ada ruangan pees, permainan bola dimeja, skateboard, billliard, catur, tempat foto, tempat nongkrong, tempat pentas dan masih banyak lagi. Speechles banget semuanya lengkap ada mushola nya juga didalem walaupun kecil pun tapi penataannya bagus beud. Ruangan dan bangunannya zaman dulu banget tapi isinya serba modern. Kalian harus coba kesana gengs! Oh iya aku kebagian antrian no 09 lho, lumayan dah nggak terlalu lama nunggu u,u

nomor antrian

Cuma beberapa menit menunggu akhirnya id simcard ku sudah beres, yeay! Jadi bisa dipakai nano dan juga mikro. Next trip go to campus UPI guys, dan lagi-lagi aku menunggu angkot (lagi) untuk menuju sana. Sesampainya di UPI aku bingung mau kemana aku ini, wkwk. Melihat sekeliling sepi banget deh jarang dijumpai orang berjalan, kebanyakannya pakai mobil. Untung ada se-geng mahasiswi yang sedang menuju atas melewati gedung isola. Tak menunggu waktu lama aku langsung mengikuti jejak mereka kemana jalan untuk bisa keatas dan menuju gedung museum. Tujuan awal sih perpustakaan tapi berhubung aku nggak tahu dimana letaknya aku putuskan untuk jalan-jalan saja. Sampai lah di gedung museum UPI dan ragu-ragu untuk masuk akhirnya aku duduk saja di keong-keongan dan membuka sebuah buku novel.

Tepat pukul 16:00 Iqeum ada menghubungi untuk menanyakan keberadaan aku. So, aku langsung menutup buku dan makaroni yang sedang aku makan dipegang saja karena tinggal sedikit lagi. Perasaan senang mengahmpiri lagi ketika aku bertemu dengan Iqeum – my kembaran – tak lama dari itu kita menuju kosannya dibelakang kampus. Ternyata letak perpustakaan itu ada didalam sebelah kiri, hmm. Di ujung kampus ada fakultas Iqeum yaitu FPOK (Fakultas Penjas Olahraga dan Kesehatan) dengan banyak fasilitasnya seperti gelanggang kolam renang, stadion, lapangan, gymnasium dan yang lainnya. Setelah melewati jalan gang yang berbelok belok lebih bingung dari jalan gang menuju kosan aku, bre. Sampai dirumah tingkat dan kosan Iqeum itu terletak diatasnya. Hari kemarin menjadi sangat istimewa bagiku. Alhamdulillah. Berjalan sesuai dengan rencana.

Pertama, buat ngebenerin id simcard di gerai yang sangat unik, wonderfull, kreatif dan semacamnya sulit aku katakan karena saking bagus sekali, asli. Kedua, keajaiban tempat makaroni yang ada gantinya lebih kece dan pokoknya sesuai tujuan deh buat beli makaroni. Ketiga, bisa jalan-jalan di kampus UPI walaupun nggak jadi masuk ke perpustakaannya, ya setidaknya jadi tahu posisi dan letak perpustakaan UPI. The last, keempat jadi tahu kosan Iqeum dan bisa menginap disana sekaligus nambah-nambah silaturahim yegak. Aku menginap dikosan Iqeum dari sore sampai pagi, malam harinya kita maen ke jalan geger kalong buat beli makan malam. Kita beli sepakat membeli kwietaw. Tepat pukul 07:00 aku pulang sambil menikmati suasana pagi dikampus UPI menuju terminal Ledeng, karena Mama sudah menunggu dirumah 🙂

Penulis: hanaftrni

Don't you be so arrogant! let the prayer your last have to bow from kneeling!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s