Tetap dalam diam mu

Tak usah kau ceritakan.

Tak usah banyak orang mengetahuinya.

Apalagi kita jelaskan siapa orangnya. Cukup simpan rapat-rapat dalam hatimu.

Dan, tak perlu tahu siapapun. Sekalipun pada seseorang yang paling di percayai di dunia ini.

Pada dasarnya manusia sering gagal pada ujian menahan. 

Menahan rasa, menahan hati, maupun menahan pikiran.

Dan, ingat kita adalah ujian bagi satu sama lain.

Allah, mempertemukan kita dengan dirinya itu pasti ada maksudnya, hidayah itu mutlak milik Allah. Tapi, kita tidak tahu lantaran siapa hidayah itu akan sampai kepada kita, bisa saja lantaran dirinya, kita menjadi lebih baik lagi, bisa saja dengan perkenalan dengan kita dirinya bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi, semua kemungkinan itu bisa terjadi.

Karena, seseorang dipertemukan itu untuk merubah hidup seseorang lainnya, lakukan peranmu sebaik mungkin. Tetap rendah hati, ya.

Ketika beribu kenangan datang, dilanjut beribu rindu itu menghampiri, biarkan beribu do’a kita yang membumbung ke Arsy-Nya, pun ditekankan apapun ujian kita jangan pernah tinggalkan Allah. Allah dulu. Allah lagi. Allah terus.

Saat kesulitan datang menghampiri, Allah perintahkan kita untuk shalat dan sabar. Allah ingin mengetahui seberapa besar, azzamnya kita dalam melibatkan Allah, seberapa besar kekuatan kita dalam meminta pertolongan Allah.

Tetap jaga prinsipmu wahai perempuan, tetap menjadi wanita yang mahal, jangan mudah mengobral cinta kesana kemari, tetap dalam diammu, sayang. Karena, muslimah itu dagangan Allah yang paling mahal.

Jika dia adalah pemuda baik, dia pasti tahu apa yang harus dia lakukan. Dan, jangan mudah terpengaruh oleh kebaikan-kebaikan laki-laki. Kita tahu sesungguhnya kebaikan laki-laki yang bisa terhitung oleh (ayah dan ibu) seorang perempuan hanyalah satu, yaitu melamar.

Jika ada seorang pemuda yang mengaku memperjuangkanmu tapi tidak melamarmu, tidak menikahimu, percayalah bahwa perjuangannya belum sepenuhnya. Sebaliknya, pun begitu dia yang (belum) berbuat apa-apa tetapi berani melamarmu, sesungguhnya dia telah melakukan segalanya.

Sebab, bukan perkara kecil bagi seorang pemuda untuk meminta perempuan dari orang tuanya. Tidak dua atau tiga kali dia bergelut dengan dirinya sendiri (terlebih dahulu).

Ada banyak risiko yang dia putuskan untuk ambil.

Ada sebongkah tanggung jawab besar yang tiba-tiba diangkatnya sendiri, hendak diletakannya di pundaknya sendiri.

Oleh sebab itu, janganlah kita mudah terhanyut dalam kebaikan-kebaikan yang (masih) semu. Semua itu akan kalah dengan dia yang melagkahkan kaki kepada Ayah kita nanti. Karena, ada banyak laki-laki baik, tetapi kebaikan laki-laki hanyalah satu. Maka, hitunglah kebaikan yang satu itu – hitung baik-baik –

Jadilah, wanita yang sulit didapatkan tetapi beruntung yang mendapatkannya. Sejatinya, wanita itu suka dipuji tetapi jangan tebar pesonamu, ya. Jangan biarkan obral perhatian sana-sini, jadilah putri yang cantik, anggun, shaleha dan mahal harganya. Bersabralah, biarkan cukup suami sajalah yang mengagumi dan memberi seribu pujian untuk kita.

Penulis: hanaftrni

Don't you be so arrogant! let the prayer your last have to bow from kneeling!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s