Bukan Dirinya

Semua umat pasti menilai seseorang hanya dari luar saja atau istilahnya fisik. Mungkinkah bahwa orang itu memiliki segudang rahasia didalamnya, terlihat manja namun anak ini pernah menjadi anggota Saka Bhayangkara, atlet dan juga yang pastinya Pramuka sejati. Ya anak itu adalah saya, merasa tersinggung dengan apa yang telah diucapkan oleh sahabat saya sendiri. Sebenarnya ini hanya hal sepele dan tidak begitu penting namun, saya sebagai remaja perempuan merasa tersentuh dan sempat amarah meluap. Cerita kita dimulai…

Ketika saya menjelajahi dunia maya yang pasti kalangan umat tentu memilikinya yaitu Facebook. Saya melihat teman saya ya bisa di bilang sahabat karena kamu sudah berteman sejak masa putih biru hingga sekarang. Masalahnya kalau libur sekolah atau semester saya selalu menawarkan ke tempat rekreasi atau dibilangnya bisa jalan-jalan dan kami suka itu. Tidak hanya saya yang begitu, dia pun selalu mengajak saya dan hanya sekedar jalan-jalan cuma-cuma. Tapi, waktunya suka tidak tepat karena mungkin jadwal saya lebih padat daripadanya sehingga kalau saya yang mengajak pasti dia selalu bisa namun giliran dia mengajak pasti tidak akan terwujud semua sebab saya jadwal lain yang lebih penting.

Dan pada saat kejadian itu, status yang melewati beranda saya baca dan saya juga kadang memilah dan memilih status yang bermutu. Melewatlah status teman saya itu dan isinya tentang dia dan temannya berenang ke tempat yang cukup terkenal, saya tidak akan menyebutkannya karena saya disini bukan untuk ajang promosi atau istilahnya iklan. Sempat ingin mengomentari statusnya namun anggap saja pura-pura acuh dan tidak melihatnya seakan tidak peduli. Tidak lama kemudian statusnya pun muncul lagi dihalaman beranda saya, niat untuk mengacuhkannnya lagi tapi saya ingin tahu kenapa dia tumben tidak mengajak saya.

Di komentarlah status tersebut, dan sudah saya translate dari bahasa Sunda ke dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar yah, karena kami kesehariannya menggunakan bahasa Sunda.

Hana    : “gak ajak-ajak nih”

Teman : “hee maaf na, emangnya mau jalan?”

Hana    : “jalan kaki?”

Teman : “dari *sensor* mulai”

Hana    : “yaelah deket lah segitu mah”

Teman : “ah kamu mah pasti gak bakalan kuat, anak manja. Jadi malu mau ngajaknya juga”

            Disini emosi saya sudah meluap-luap tak tertahankan!

Hana   : “dih menghina terus lah, anak Pramuka nih sama atlet lagi dilawan”

Teman : “subhanallah, jadi intinya berani jalan kaki? Btw atlet apa na?”

Hana    : “duh kamu dasar gak tahu”

Teman : “paling atlet congklak hehehe”

Puas lho ngehina nya yeee dasar sedeketpun kita sama teman kalau saling egois ya begitu, apalagi ini saya anggap sahabat lha. Maklum kalau kemana-mana itu saya suka bawa motor terus dia dibonceng sama saya, alasan kenapa saya dianggap gak bakalan berani buat jalan kaki, ya begitu kalau ngelihat dari sisi fisik orang gak bakalan percaya.

     Dari dulu saya memang cinta banget sama Pramuka, di SMP pun saya melanjutkannya dan suatu ketika ada gema disitulah saya mulai tak enak hati berasa tak dihargai kenapa semua anggota diikutsertakan dalam gema tersebut tetapi saya tidak? Mungkin orang mengganggap saya masih layaknya anak kecil manja yang kalau diajak kemah tidak akan betah. Tapi beranjak SMA saya tidak ambil diam, saya berusaha semaksimal mungkin karena kalau tingkat menengah atas yang akan mengikuti gema haruslah di seleksi terlebih dahulu dan tidak sembarang anggota yang bisa mengikutinya.

           Akhirnya, bulan September 2012 saya berhasil mewujudkannya untuk meletakkan kaki di Bumi Perkemahan Cadika setelah mengikuti beberapa tahap seleksi. Saya sempat heran kenapa yang ada seleksinya saya bisa ikut berkemah dan kenapa yang tidak ada seleksinya di SMP justru saya dianggap tidak ada, miris memang kenyataan hidup!

Intinya curhatan kali ini sangat bermakna bagi saya, karena apa? Karena saya masih mempunyai hak sebagai manusia yang ingin diajak dan bermusyawarah, hak sebagai anak berbakti kepada orang tua dan hak sebagai anggota yang berbakti kepada Pangkalannya.

1
Raimuna Cabang 2012
2
Raimuna Ranting 2013
3
Raimuna Madrasah 2014

 

 

Penulis: hanaftrni

Don't you be so arrogant! let the prayer your last have to bow from kneeling!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s