Scout History of MTsN Cisalak

   mts

      MTsN Cisalak berasal dari sekolah PGA (Pendidikan Guru Agama) selama empat tahun berdiri pada tahun 1968 yang pastinya di Cisalak. Lokasinya sekarang terdapat bangunan MA Al-Husna. Itu lah sebagian dari tanahnya hasil infak dari keluarga Alm. H. Akbar dan sebagian lagi hasil kerja guru agama sekecamatan Cisalak. Kalau dulu kecamatan Cisalak tersebut mencakup 3 kecamatan seperti sekarang; Kec. Cisalak, Kec. Tanjung Siang dan Kec. Kasomalang. 

Apa hubungannya Pramuka MTsN Cisalak dengan semua itu…???

      Di PGA itu ada Pasukan Pandu yang lambangnya adalah kitri berbingkai Ka’bah. Nama pasukannya “Khalid bin Walid” dan lambing pasukannya dua buah pedang yang ditengahnya terdapat kitab suci Al-qur’an.

        Kisaran tahun 1975 kelas I di PGA hanya ada 18 orang, 10 orang laki-laki dan 8 orang perempuan. Pada tahun tersebut, Pasukan Pandu merubah menjadi “Pramuka” dengan gudep 16.32. Sementara itu ada pangkalan lain namanya SMP PGRI Cisalak nah kami sering bersaing lho dalam segala hal. Sekedar mengingat SMP PGRI itu dulunya berlokasi yang sekarang dipakai oleh di SDN Cisalak 3, jadi bukan SMP yang ada di Kapuknahun ya guys.

         Kisaran tahun 1976 diadakan gema Pramuka saat itu pasukan Khalid bin Walid juga ikut serta. Tapi, saat itu sama sekali belum memakai tenda seperti sekarang, apalagi kompor gas wkwk Tahu gak? Tendanya pakai apa? Huhuy… Prikitiwww tendanya terbuat dari ilalang di rangkai sendiri lagi, karenanya mudah terbakar hingga banyak tenda yang nyatanya terbakar. Kalian patut bersyukur menjadi Pramuka masa kini yang se-modern sekali. Apalagi saat itu masaknya memakai kayu bakar dan lokasinya juga bukan di Ranggawulung sebelah utara seperti sekarang, melainkan di sebelah selatan yang jelas lebih ekstrim dan menantang. Ditambah pada saat itu belum ada jalan dua seperti sekarang.

      Pada tahun 1977 diadakan Jambore tingkat Nasional untuk yang pertama kalinya. Letaknya di Sibolangit, Provinsi Sumatera Utara. Kecamatan Cisalak di pinta mengirikan pasukannya untuk diseleksi sejumlah 10 orang, begitupun dengan kecamatan-kecamatan yang lainnya. Tapi yang dibawa untuk mengikuti kegiatan Jambore itu hanya 30 orang. Hitung saja ya waktu itu Kabupaten Subang terbagi menjadi 23 Kecamatan, khusus SMP 1 Cisalak 10 orang.

         Mengapa ya SMP 1 Cisalak perwakilannya lebih banyak? Karena pada saat itu anu gaduhna / juragan SMP 1 Cisalak adalah Kak Kwarcab Subang namanya bapak H. Acu Samsudin, yaitu bapak Bupati Subang. Dikenal sebagai Bapak Pramuka Subang, salah satu jasa beliau adalah mendirikan CADIKA, di Indonesia Cuma ada 4 lho! Subang hebatkan?

         Sepuluh orang peserta Jambore dari 240 orang salah satunya adalah dari pasukan Khalid bin Walid, yaitu bapak Agus Gunawan, dan dari Kecamatan Cisalak itu hanya ada dua orang saja, yang satunya lagi dari SMP 1 Tanjungsiang namanya Dadang ‘saja’. Tahu gak kenapa beliau dipanggil Dadang saja? Karena, waktu beliau ditanya namanya siapa, beliau menjawab “Dadang” kemudian bapak Kwarcab kembali bertanya “Dadang apa?” dan beliau hanya menjawab “Dadang saja”.

        Sebagai salah satu cara mendapatkan nomer gudep sekaligus mengabdikan jasa anak-anak Pramuka Kabupaten Subang di setiap pangkalannya diadakan kegiatan jeritan malam yang ditempuh melalui jalan kaki dari CADIKA ke Ranggawulung jam 12 malam sendiri-sendiri lagi ukh…serem…! Mereka harus mendapatkan nomer gudep dan Lambang bagi Pangkalan regu masing-masing, dan pasukan Khalid bin Walid mendapatkan nomer gudep 11.081-11.082 dan sebagai lambangnya ialah burung Rajawali serta bunga Melati yang dapat ditemui di makam Santiong Subang.

       Sejak saat itu Pasukan Khalid bin Walid mengikuti peraturan Pramuka yang ditetapkan oleh Kwarcab. Diantaranya harus bercelana dan ber-rok pendek, untuk perempuan tidak boleh berkerudung, memakai kacu dan menggunakan Lambang yang sesuai dengan gerakan Pramuka. Akhirnya, Pramuka MTsN Cisalak dimulai pada tahun 1977 bisa kalian tepuk tangan.

          Pada tahun 1977 juga ada edaran dari Menteri Agama menyatakan siswa kelas 3 PGA boleh mengikuti ujian yang yang dinamakan ujian Tsanawiyah, dan kelas 4 PGA boleh mengikuti ujian Negara PGA 4 tahun. Maka sejak saat itu berdirilah :

Madrasah Tsanawiyah Negeri Cisalak (MTsN) dan hilanglah sekolah PGA 4 tahun.

Tahukah anda semua siswa pertama MTsN Cisalak pertama kali ada berapa? Siswa kels VII ada 9 orang, kelas VIII ada 13 orang, dab kelas IX ada 17 orang.

Kalian jika ingin tahu trik prestasi dari sekolahku tercinta ini?

  1. Selalu mengikuti kegiatan Jambore Nasional, sampai sekarang kecuali yang ke 9 di Sulawesi  Selatan. Alasannya kenapa bisa tidak berpartisipasi? Sampai saat ini saya belum menemukan jawabnnya.
  2. Selalu memimpin senam, untuk para alumni MTsN Cisalak dan juga alumni MAN Subang sudah tidak aneh dengan bapak yang bernama H. Jijib Mujiburohman. Beliau selalu memimpin senam di Ranggawulung lho, mewakili semua peserta kegiatan Gema Pramuka.

Jadi, mulai dari anak didik sampai guru selalu menjadi prang penting atau menjadi anggota bahkan panitia dalam kegiatan gerakan Pramuka dari tingkat Kwarcab sampai Kwarda. Ini salah satu peraihan 3 medali penghargaan :

  • 2 jasa penghargaan bintang 5 (Jendral Pramuka)
  • 1 jasa penghargaan bintang 2 (Kapten)

Nah, karena itu kita harus aktif dalam Pramuka? Mengapa? Sebab dengan Pramuka kita bisa banyak teman yang paling utama, tahu negeri orang, bermental baja dan dikenang sepanjang masa…

So, siapa disini yang anak Pramuka banget boleh komentar, mengkritik serta saran atau sekedar berbagi pengalaman dibawah kolom ‘comment’ tersebut 🙂

Cisalak, 6 Maret 2013

mts 4