Secepat Itukah ?

Pada pribadi diri seseorang telah mempunyai tiketnya masing-masing. Kita hanya bisa mempersiapkannya berupa banyak amal shaleh ketika kendaraan tujuan Surga itu datang, Cepat atau lambat? Seperti halnya yang terjadi pada teman baruku, yaitu Fitra Aziz Hidayah. Beliau yang menempati kelas I/A memiliki pribadi yang baik, sholeh dan berbakti.

Dalam keramaian kelas baruku, sedetik pun tak  pernah hening. Semuanya dipenuhi dengan canda tawa juga saling berkenalan. Sebuah keberuntungan bagiku untuk berada dikelas itu. Ya, namanya R 3.09 adalah kelas baruku. Disana aku dipertemukan dengan orang-orang yang sama sepertiku. Mereka beruntung bisa mendapatkan satu kursi dalam kelas itu. Aku masih ingat pada tanggal 01 September 2015 jadwal perkuliahan pertama itu dimulai, dimana semua mahasiswa duduk manis dikelas mendengarkan ocehan semua dosen sampai jam mata kuliah selesai. Namun, pada hari perdana itu aku ternyata kesiangan. Ya, mata kuliah tersebut ialah Matematika dan diampu oleh Pak Suryaman.

Aku berlari menuju lantai 3 dengan langkah kaki yang tak beraturan, dan akhirnya sampailah pada ruang kelas R3.09

“tok…tok…” suara pintu terdengar keras siapa lagi kalo bukan aku yang mengetuknya.

“boleh masuk pak?”

“oh iya silahkan” jawab pak dosen.

Bersyukur aku masih diizinkan masuk, karena waktu itu memang belum lebih dari 20 menit. Setelah masuk kelas langsung saja mataku melihat semua ruangan tersebut dan tentu saja mencari kursi yang kosong. Tak lama kemudian aku mengambil langkah menuju kursi kosong itu yang letaknya dekat dengan arah pintu.

Aku melirik sebelah kanan kiriku, tapi sebelah kiri hanyalah sebidang tembok yang menjulang tinggi dan lebar yang dijadikan pembatas antara kelas dan lorong kelas, sedangkan sebelah kananku ada seorang mahasiswi cantik yang menurutku baik, sholehah dan pendiam. Dalam hasrat ingin sekali berkenalan dengan dirinya, namun apa daya aku hanya tersenyum melihat dia yang sedang menggambar. Entah gambar apa yang dia tuangkan dalam akhir bukunya tersebut, barulah berjalan 3 bulan perkuliahan di semester pertama ini, aku mengenali perempuan itu bernama Intan.

Kelas A, ya itulah kelas kami, 3 bulan berlalu juga dimana kelas kami berduka. Kami telah kehilangan seorang teman begitu baik dan sholeh. Aku punya sedikit cerita tentang dimana aku dan almarhum awal bertemu, berkenalan lalu berbincang-bincang.

             ***

Tepatnya pada hari Senin bulan pertama perkuliahan dimana praktikum Fisika Dasar dimulai. Waktu itu, aku menunggu waktu shalat ashar di perpustakaan umum (Gedung Rachmat Djatnika) untuk sekedar refreshing mencari artikel-arikel yang menarik lalu suara adzan ashar telah berkumandang tandanya aku harus bersiap-siap menutup laptopku dan bergegas menuju masjid ikomah kampus. Tiba di lantai 2 masjid ikomah, akupun shalat dengan berjama’ah untuk mendapatkan ganjaran yang banyak dan berdo’a supaya tidak telat ketika akan masuk ruangan praktikum.

Seusai shalat aku berlari kecil menelusuri anak tangga dengan rasa was-was karena takut telat. Ya, telat telah menjadikan  aku trauma pada hari pertama aku masuk kuliah satu bulan yang lalu. Setelah beres memakai sepatu, aku melihat sekeliling kiranya ada teman sekelas, dan akhirnya aku menemukan salah seorang teman satu kelasku. Tanpa pikir panjang aku berniat untuk mengikutinya dan mengajaknya ke ruangan praktikum bersama. Walaupun aku mengenali wajahnya, namun aku tak tahu siapakah nama dibalik seseorang tersebut. (maklum maba :D).

Aku menghampirinya mengajak untuk berangkat bersama menuju gedung Laboratorium Terpadu (Gedung Solahudin Sanusi). Di trotoar jalan menuju gedung laboratorium aku berjalan sangat cepat dan seketika ia memberi saran.

“Jangan cepat-cepat, orang nyantai aja” ucap almarhum Fitra

Dan akupun tak menghiraukannya sama sekali. Mungkin sakit hati rasanya, ketika ada orang baik untuk menasehati tetapi kita tak menghiraukannya. Hal inilah yang membuatku  hingga sekarang merasa berdosa padanya. Andai saja dulu aku tak sepanik itu mungkin kita bisa berkenalan lebih akrab dan bisa mempunyai kenangan yang indah saat pertama masuk mata kuliah praktikum Fisika Dasar bersamanya.

***

Seperti biasanya jadwal kami banyak sekali praktikum, dan suatu hari aku lupa yang terpenting pagi hari itu adalah jadwal praktikum Kimia Dasar. Kebetulan kuota ku habis dan tidak bisa akses internet yang dimana aku tidak tahu info di grup kelas untuk mengetahui ruangan praktikum dimana dan jam berapa praktikum dimulai. Untuk mensiasati supaya tidak telat, hingga akhirnya aku bernagkat sangat pagi sekali waktu itu.

Kemudian aku menunggu di tempat duduk pinggir lab untuk menunggu teman-teman yang lainnya dan teman yang datang pertama yaitu saudara Fitra. Disitu aku biasa saja karena, berharap teman yang datang pertama inginnya perempuan, tapi tak apa. Beliau tersenyum saja entah bicara apa waktu itu aku sudah lupa, aku hanya menjawab “iya nih, aku nggak punya kuota jadi datangnya pagi HEHE”. Setelah itu kami saling diam karena kami belum saling kenal :’)

Bagiku sulit untuk memahami pelajaran exact, mungkin bisa dibilang agak lambat sehingga aku lebih memilih duduk dibelakang. Dan akhirnya seseorang yang ku temui di masjid ikomah beberapa hari lalu juga lebih memilih duduk dibelakang. Tak tahu tujuan apa ia mengambil barisan paling belakang, yang jelas aku hanya menghindari tunjukan jari dosen ketika harus mengisi latihan di papan tulis. Mungkin tak hanya itu, aku akan mendalami hobiku yaitu menulis.

Berganti mata kuliah setelah Fisika Dasar I akhirnya masuklah dosen PKN yang cantik dan ramah. Menurutku itu dosen favoritku karena beliau sangat berbaur dan mencoba untuk akrab pada kami mahasiswa didiknya. Perkuliahan berlangsung dan sesi tanya jawab pun dibuka, aku melihat ke arah kiri yang mana ada seorang laki-laki yang aku kenali di mesjid ikomah kampus dan ditinggalkan di trotoar waktu itu.

Aku tak habis pikir ternyata beliau orangnya sangat pintar sekali dan aktif walaupun selalu terbata-bata dalam berbicara bahasa Indonesia yang baik dan benar. Maklum, dia asli Jawa dan dibesarkan disana. Mungkin hampir tak ada kekurangan dalam dirinya. Hingga suatu saat pada mata kuliah PKN lagi seseorang aktif itu telah tiada, tentu saja dosen yang bersangkutan merasa kehilangan dan akhirnya menetesakn air mata setelah mendoakan beliau.

      ***

Cerita ini dimulai pada saat malam Jum’at dimana aku rutin untuk selalu membaca surat Yasiin atau kita kenal dengan Yasinan. Saat itu tidak seperti biasanya karena tak kuat dan tak terbendung lagi ketika sedang membaca hadiah yang akan kukirimi untuk almarhum dan almarhumah. Merasa aneh kenapa sampai menangis seperti ini, untuk biasanya tidak sama sekali. Disitu aku mulai merasa ada yang kehilangan, dan mungkin itu adalah pertanda.

Pagi harinya, seperti biasa hari Jum’at adalah mata kuliah bahasa Arab. Dikelas semua orang tak biasanya hening, tentram dan damai. Hingga aku merasa aneh, dan seseorang telah berkata:

“Fitra udah nggak ada”

Aku tak menanggapi serius perkataan tersebut, tetapi batinku memberi jawaban kenapa waktu malam ketika aku berdoa untuk almarhum almarhumah aku menangis terisak-isak, ya mungkin itu pertanda. Perasaanku saat itu campur aduk, karena aku belum sempat meminta maaf dan aku hanya bisa berdoa untuknya memberikan yang terbaik bagi almarhum.

Ternyata beliau mempunyai penyakit yang sudah lama menyerang tubuhnya. Batinku sangat terpukul dan mungkin bisa dikatakan tak menerima atas takdir yang Allah kehendaki. Mungkin Allah kasihan dan sayang kepadanya, sehingga ia dipanggil lebih dahulu ke surga-Nya.

Diciptakan pada hari Jum’at, 4 Desember 2015

 

Semoga cerpen ini dapat dijadikan pelajaran bagi siapapun yang mempunyai teman sholeh maupun sholehah jangan dibiarkan dan disia-siakan begitu saja. Rangkulah dia dan diajak bergabung, siapa tahu dia menjadikan kita sebagai teman baiknya ketika dia telah tiada, begitupun sebaliknya. Karena, umur manusia tidak ada yang tahu!

almarhum 2almarhum

 

Penulis: hanaftrni

Don't you be so arrogant! let the prayer your last have to bow from kneeling!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s