Naskah Drama “Kegelisahan dan Penyebabnya”

Alex adalah seorang anak yang sangat taat dalam menganut agamanya yaitu Kristen. Hari-harinya sibuk dengan ibadah, hingga membuat dirinya fanatik dan benci dengan agama lain. Namun di suatu hari terjadi peristiwa yang mengubah hidup dan kepercayaannya.

Hana    : “Alex, kok kamu sibuk terus sih? Kok jarang bareng sama kita?”.

Alex    : “Ah nggak apa-apa, aku hanya sibuk mendekatkan diri kepada Tuhanku”.

Gina    : “Emang harus sampai segitunya, ya ? Sadar nggak sih, kamu itu udah terperangkap dalam  dunia kamu sendiri.”

Alex    : “(Marah) denger ya Gina! Kamu itu nggak tahu apa-apa tentang agamaku. Persetan dengan agamamu yang kamu anut, kamu juga Han camkan itu !!”

Kemudian Alex meninggalkan Hana dan Gina, lalu tiba-tiba…

Hana   : “Eh Gin, liat Alex jatuh…”

Gina    : “Ah bodo, emang gua pikirin”.

Hana    : “Gin, ini dia nggak gerak-gerak Giiiiin”.

Gina    : “Ah, palingan dia acting”.

Hana    : “Nggak Gina, ini serius, ini dia berdarah”.

Gina    : “Serius Han ? Yaudah ayo kita bawa dia ke Rumah Sakit”.

***

            Meskipun benturan yang di alami Alex cukup parah, namun jiwanya masih tertolong, berangsur-angsur keadaan Alex mulai membaik, namun…

Mamah Alex   : “Nak, bagaimana kondisi kamu apakah ingatan kamu sudah membaik ?”

Alex                : “Aku belum bisa ingat semuanya, mah”.

Mamah Alex   : “Ya sudah ayo nak kita ke Gereja, barang kali akan memulihkan ingatan kamu”.

Alex                  : “Oh iya mah ayo”.

Sesampainya di gereja merekapun beribadah. Namun Alex tampak kebingungan, ketika ibunya menyebut nama Tuhan. Sesampainya dirumah…

Alex                : “Mah kalau nggak salah denger, tadi mamah menyebutkan tiga nama Tuhan ya, Mah ?”.

Mamah Alex    : “Iya nak, itu Tuhan kita, Tuhan yang selama ini kamu sembah”.

***

            Pernyataan itupun membuat Alex bingung dan gelisah, sehingga ia mencari tahu apa yang menjadi kegelisahannya itu. Di depan kelas…

Hana   : “Udah baikan, Lex ?”.

Alex    : “Iya sudah kok 🙂 ”.

Gina    : “(dari kejauhan berjalan menghampiri Alex) Eh Alex, inget aku nggak, Lex ? Hehe”.

Alex    : “(sambil tersenyum) ingat kok Gin”.

Gina    : “(ketawa puas) bagus…bagus…bagus”.

Hana   : “Eh aku duluan ya, ada keperluan”.

Alex    : “Mau kemana Han ?”.

Hana   : “Mau ke Wihara untuk ibadah, emangnya kenapa Lex ?”.

Alex    : “(berfikir sejenak) aku boleh ikut nggak ?”.

Hana   : “Yakin Lex kamu mau ikut ?”.

Alex    : “Iya Han”.

Hana   : “(agak sedikit ragu) yaudah yuk”.

***

            Sesampainya di Wihara Alex pun memperhatikan dengan penuh rasa penasaran. Setelah itu mereka pun pulang…

Hana   : “Yuk Lex aku udah selesai kita pulang”.

Alex    : “Oh iya ayo”.

Karena rasa kegelisahan yang belum terjawab, Alex pun berinisiatif untuk ikut Gina beribadah.  Pada pagi harinya Alex pun menemui Gina.

Alex    : “Eh Gin, lagi ngapain ?”.

Gina    : “Kamu nggak liat, di kantin kaya gini, ya lagi makan lah”.

Alex    : “Santailah Gin, aku cuma nanya”.

Gina    : “Abis pertanyaan kamu nggak masuk akal sih, to the point aja deh, kamu ada perlu apa ?”.

Alex    : “Gini Gin, aku boleh nggak ikut kamu ibadah (sambil terbata-bata)”.

Gina    : “Hah!! Yakin? Kamu mau ikut aku ibadah ? Bukanya dulu kamu nggak peduli banget sama agama lain”.

Alex    : “Itu kan dulu, dan sekarang aku benar-benar bingung dengan keadaanku seperti ini”.

Gina    : “Oke deh Lex, besok aku jemput”.

***

            Lagi-lagi rasa kegelisahan Alex belum terjawab dan membuatnya semakin ingin tahu. Sehingga ia memutuskan untuk terus menggali rasa keingintahuannya dengan cara membaca berbagai buku keagamaan. Hingga pada suatu saat…

Mamah Alex   : “Nak, ayo kita makan dulu”.

Alex                : “Iya mah, bentar dulu”.

Mamah Alex   : “Kamu baca buku apa ? (sambil menghampiri Alex yang sedang duduk ditempat tidurnya)”.

Alex                : “Cuman baca buku-buku ringan aja kok mah”.

Mamah Alex   : “Coba mamah liat (sambil mengambil buku). Apa-apaan ini Lex, buku apa ini ? (dengan nada sedikit kesal)”.

Alex                : “Maaf mah, semenjak kejadian itu dan setelah mamah ajak aku ke Gereja, perasaan aku jadi aneh mah, aku mulai merasakan kegelisahan dalam diri aku dan setelah itu aku memutuskan untuk mencari tahu penyebab dari  kegelisahan ku ini”.

Mamah Alex   : “Tapi kenapa kamu lakukan dengan cara yang seperti ini, kamu harus tahu Alex, bahwa agama yang paling benar itu adalah agama yang di bawa oleh nenek moyang kita terdahulu. Pokoknya mamah nggak mau tahu, buku-buku ini kamu buang atau mamah sendiri yang akan membuangnya!! (semakin kesal)”.

Alex                : “Tapi mah…”

Mamah Alex : “Nggak ada tapi-tapian pokoknya buku-buku itu harus kamu buang (lalu pergi meninggalkan Alex)”.

***

            Kegelisahan Alex semakin memuncak, apalagi setelah ibunya tahu bahwa selama ini Alex mempelajari agama-agama lain. Namun pada suatu hari di kelasnya ada mahasiswa baru.

Dosen  : “Mohon perhatian semunya hari ini kita kedatangna mahasiswa baru, dia bernama Moslem. Silahkan duduk (Dosen langsung mempersilahkan duduk Moslem)”.

Alex       : “Hey, kenalin nama aku Alex (sambil mengulurkan tangannya)”.

Moslem  : “Moslem (menjawab sambil tersenyum)”.

Alex       : “Asal kamu dari mana ?”.

Moslem  : “Asal saya dari Sukabumi”.

Alex       : “Kok kamu pindah kesini ?”.

Moslem  : “Soalnya ayahku bekerja sebagai pemandu haji di kota ini”.

Alex       : “Haji itu apa lim ?”.

Moslem  : “Masa nggak tahu… Upss, maaf maksudnya haji itu salah satu ibadah dari agamaku yaitu Islam”.

Alex       : “Islam ?????????? (dengan muka yang penuh tanda tanya)”.

Moslem  : “Iya Lex itu agamaku, memangnya agama yang kamu anut apa ?”.

Alex       : “Agamaku Kristen, tapi sekarang ini aku gelisah semenjak…            (Alex menceritakan semuanya)”.

Moslem  : “Ya sudah kalau begitu, kamu mau ikut aku, Lex ?”.

Alex       : “Kemana lim ?”.

Moslem  : “Udah ikut aja nanti oke…”

Alex       : “Oke deh”.

Setelah mata kuliah selesai mereka pergi, saat dijalan Alex bertanya…

Alex       : “Jadi agama Islam yang kamu anut itu gimana Moslem ?”.

Moslem  : “Kami punya keyakinan bahwa Tuhan kami Esa, tunggal dan Dia bernama Allah SWT”.

Alex       : “Terus prinsip dari agama kamu itu bagaimana ?”.

Moslem : “Jadi prinsip Islam itu penuh dengan toleransi, kami menghormati agama lain namun kami juga tetap teguh pendirian akan apa yang kami anut. Pedoman kami adalah Al-Qur’an dan  As-Sunnah, dan kami menyembah Allah SWT yang kami imani”.

Alex       : “Oh begitu ya 🙂 (dengan kesenangan yang telah ia dengarkan)”.

            Saat mereka bercakap-cakap terdengar suara adzan dan Moslem pun pergi ke masjid, namun saat di mesjid Alex hanya memandangi Moslem dari kejauhan. Tampak wajah Alex yang semakin penasaran. Setalah Moslem sholat…

Alex      : “Eh yang kamu sembah apa lim, kok beda dengan agama-agama lain ?”

Moslem  : “Itulah cara Islam beribadah, karena kami yakin bahwa Allah itu ada dan beda dengan makhluknya”.

Alex       : “Tapi kan kamu nggak pernah liat Tuhan kamu”.

Moslem  : “Yah begitulah yang kami yakini Lex, kami selalu merasa diawasi dan dilindungi oleh Allah SWT. Tuhan yang Maha Kuasa, Maha Melihat dan Maha Mendengar”.

Alex       : “(terdiam dan merenung)”

Moslem  :”Eh malah bengong ayo kita berangkat ?”.

Alex       : “Oh iya ayo”.

***

           Mereka pun pergi, dan ternyata Moslem mengajak Alex kerumahnya, sesampainya dirumah Moslem pun menunjukan sesuatu kepada Alex.

Moslem : “Kalau kamu masih penasaran dengan apa yang aku jelaskan tadi, inilah kitab kami yang tadi aku bilang (sambil menunjukan Al-Quran). Disinilah segala sesuatu tentang   Tuhan kami, pedoman hidup dan petunjuk bagi kami untuk mencapai hidayah kehidupan yang bermanfaat”.

Alex       : “Boleh aku melihatnya ?”

Moslem  : “Oh boleh boleh…”

Alex        : “Kok tulisannya kaya gini lim, aku nggak bisa membacanya ?”.

Moslem  : “Sini aku beri tahu (sambil mengambil Al-Quran dari tangannya Alex kemudian Moslem membacakannya)”.

 

            Alex yang begitu fokus melihat dan mendengar bacaan Al-Qurannya Moslem, terlihat tetesan air mata di wajahnya yang seakan-akan tak terbendung lagi dan ketenangan pun dirasakan dalam dirinya. Dari situlah Alex mulai berfikir bahwa apa yang selama ini ia cari atas kegelisahannya itu telah terjawabkan, dan dihari selanjutnya Alex pun memutuskan untuk mengucapkan tiga kalimat syahadat…           الحمدلله رب العلمين

Selesai

 

Pemeran       Andi Muhfi Zandi                sebagai Alex

                          Depi Ipadoh                          sebagai Mamah Alex

Fhandan Bhagaskara          sebagai Moslem

Gina Amaliah                       sebagai Gina

Hana Fitriani                        sebagai  Hana

                          Umar (kakak tingkat)           sebagai Dosen

 

 

Penulis: hanaftrni

Don't you be so arrogant! let the prayer your last have to bow from kneeling!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s