Benih Hidupku

Aku tersenyum . . .

Memperhatikan betapa menawannya diriku dalam ciptaan-Mu

Oh Tuhan . . . kau ciptakan aku bagai benih yang dengan kehendak-Mu aku tumbuh

Kau tiupkan tetesan hydrogen, hingga aku menjadi bibit

Tetesan dari transpiransi  yang telah kau tuliskan dalam Lauhul Mahfudz-Mu membuatku tumbuh . . . tumbuh . . . tumbuh . . . tumbuh . . .

 

Oh Tuhan . . . jika tidak kehendak-Mu dalam proses hidupku

Aku bagaikan sawah tanpa irigasi

Bagaikan tumbuhan tanpa klorofil

Bagaikan bernafas tanpa oksigen

 

Oh Tuhan . . . dengan kehendak-Mu kau ciptakan masalah

Aku bagaikan sayuran terserang gulma

Bagaikan padi terserang wereng

Bagaikan kultur jaringan terserang kontaminasi

 

Namun, aku ikhlas.

Aku percaya akan Firman-Mu

Lalu aku jadikan doa

Bagai pestisida yang melindungiku

Dan, bagai herbisida yang menjagaku.

 

Oh Tuhan . . . jika tiba saatnya aku bertanspirasi untuk menggugurkan diri

Akan ku tanam benih dalam paradigmaku

Bahwa aku percaya pada anugerah nutrisi dalam hidupku.

 

 

Puisi ini diciptakan dari gabungan beberapa karya dan merupakan salah satu Tugas Bahasa Indonesia.

Penulis: hanaftrni

Don't you be so arrogant! let the prayer your last have to bow from kneeling!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s