Raimuna Kanira ke-43

Jadi begini good readers, kita berangkat waktu hari Sabtu yang bertepatan pada tanggal 14 September 2013. Pas sudah sampai ditempat perkemahannya itu rasanya bangga sekali karena, aku terpilih dan bisa mengikutinya lagi 🙂 . Letak tendanya kita ada diurutan ketiga lho deket toren (sumber air). Iyaaa benar sekali jadi dekat sama sumber air deh. Eits tapi jangan senang dulu, banyak hambatannya juga, diantaranya adalah hampir setiap hari bahkan jam, menit hingga detik itu ngantriiiiiiiiiiiiiii yang gak ada hentinya. Posisi di sebelah kanan ada tenda dari SMK Pasundan dan posisi di sebelah kiri ada tenda dari SMK PGRI. Tak lupa walau begitu kami tetap bersyukur wkwk

            Menurutku pada perkemahan kali ini hal yang paling berkesan itu adalah ketika berada di materi Dirgantara *-*. Rasanya ingin setiap hari begitu dan terus berulang-ulang (masaaaa -_____-). Oiyaaa materi di stand Dirgantara ada 2, yang pertama pas waktu malam-malam itu saya dan Puja. Dalam materi itu bapak Komandan menyuruh kita untuk ke depan, entah gak tahu kenapa saya dan Puja langsung ditunjuk saja, terus satu laginya yaitu si Varga (temen di Saka Bhayangkara). Jadi, kita bertiga deh  ada Hana, Puja dan Varga. Kita bertiga disuruh bapak Komandan itu buat ngucapin kata “raket karet karpet”  dalam waktu yang secepat mungkin alias gancang sebanyak 3 kali berturut-turut. Untuk yang pertama dimulai oleh Puja selanjutnya Varga lalu yang terakhir sudah jelas saya. Karena, waktu itu entah kenapa suara saya seperti kodok (serak) ditambah Flu jadinya tidak bisa cepat-cepat.

 

gancang han” ucap Varga.

 

Selanjutnya buat kata yang kedua itu ada “kepala digaruk, kelapa diparut”. Bapak Komandan yang menjadi pembawa acaranya itu bernama Kapten Jatmico. Huh pokoknya bapak itu akan selalu diingat terus dah wkwkw

 

         Pada stand Dirgantara yang kedua itu kegiatannya waktu siang hari, kami berangkat menuju stand bertiga yaitu, Alicia, Barkah dan saya. Karena agak telat akhirnya kami tidak kebagian buat masuk kedalam tenda. Lalu kita memutuskan untuk duduk diluar tenda saja. Tak lama kemudian, Kapten Jatmico berbicara,

 

“itu yang diluar masuk ke dalam aja masih kosong”

 

Yasudah kita menerima ajakannya Kapten tersebut untuk pindah kedalam tenda yang tepatnya di tengah-tengah teman yang lainnya. Sudah sampai didalam dilihat lah orang-orang yang ada di sekelilingnya, mereka adalah teman-teman dari SMKN 2 Subang.

Pertamanya sih biasa saja kita saling acuh tapi, pas ada permainan yang dimana kita jadi dibagi kelompok atau istilah dalam Pramuka yaitu Sangga.  Berhubung kita ini letak duduknya dekat sama anak-anak dari SMKN 2 Subang tersebut jadinya kami satu Sangga bersama mereka. Gabungan kelompok dari MAN Subang dan SMKN 2 Subang itu bernama Sangga Penegas!

Penasaran dalam sangga itu ada siapa aja? Kita sebutin yuk satu-satu. Pertama dari kaum hawa ada teh Nia, teh Sutianah, teh Nina, Mina, Alicia, Barkah dan yang terkahir yaitu saya sendiri. Untuk kaum adam sendiri ada 4 orang yaitu ada a Rudi, a Yanto, a Fuji dan yang terkahir si Diki. Jadi jumlah kami semua ada 11 orang. Dalam kegiatan kelompok disana kami disuruh membuat yel-yel yang berhubungan sama nama sangga masing-masing kelompok. Kemudian ada yang lebih menantang lagi, yaitu disuruh membikin sinopsis tentang Saka Dirgantara.

Dan hal yang sangat berkesan yang terakhir diakhir acara Raimuna tersebut adalah saat saya dan Barkah, dia adalah teman setia dari SMP sampai sekarang kuliah masuk universitas yang sama, dulu dia itu menjabat sebagai Pradani. Yaaa saat kita mencari tanda tangan untuk kartu kuning, yaitu kartu agenda kegiatan yang harus diisi ketika sudah melakukan kegiatan seharusnya, namun karena waktu itu sama-sama lupa jadinya kita minta tanda tangan khusus. Karena sudah sore jadi orang-orangnya pun sudah tidak ada, hanya stand Dirgantara saja yang stand by, langsung lah saya dan Barkah menuju stand tersebut dan langsung meminta tanda tangan.

Setelah selesai aksi kita untuk minta tanda tangan, pas mau pulang ada anak-anak Saka Bhayangkara mengajak foto bareng, so disitu kita berasa artis deh hahaha. Siapa yang gak nolak dong ada yang ngajak foto bareng gitu. Langsung saja kita ambil posisi lalu aku berada disamping pak Hero (ketua Dirgantara). Nah pas sesi foto kedua Cuma saya bersama pak Hero saja, saya juga bingung kenapa pak Hero pengen foto berdua, ya? wkwk

Selesai lah acara berfoto ria lalu kamipun berpamitan dan diantara mereka ada yang menitipkan salam untuk teman-teman di tenda dan ada juga yang mengajak berkenalan seperti menanyakan nama dll. Sungguh hari itu sangatlah berkesan! Mungkin itu sedikit cerita tentang salah satu pengalamanku berkemah dalam kegiatan Raimuna Kanira yang ke 43 kota Subang. Maaf jika ada nama dan intansi yang tidak sopan dalam cerita tersebut dan semoga ikut senang. 

 

Date of production : Wednesday, 18th of September 2013

Date of edited : Thursday, 18th of August 2016

Oh iya dokumentasinya hilang di laptop yang dulu, saya lupa mindahin sebelum di jual dan dulu juga saya belum punya yang namanya flashdisk si benda kecil tapi isinya banyak wkwk sedih banget cuma kehilangan dokumentasi juga apalagi kehilangan kamu ckckck *malahbaper*

 

Tapi, untungnya ada sebagian dokumentasi dari kakak Humayroch. Terimakasih kak Humay!

 

raimuna

raimuna 2raimuna 3

Penulis: hanaftrni

Don't you be so arrogant! let the prayer your last have to bow from kneeling!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s