Don’t give up!

ipm

Kemarin Minggu, 2 Maret 2013 aku udah selesai mengikuti acara LDK nih, kepanjangan dari Latihan Dasar Kepemimpinan dalam organisasi IPM (Ikatan Pelajar Muslim) Kab. Subang. Acara itu dilaksanakan didaerah Panaruban-Ciater, letaknya di Curug Sadim. Iya Curug Sadim itu lho!

Ya Allah. Subhanallah. Pemandangan curugnya itu sangat jarang sekali kita temui di sekeliling kita. Indahnya 🙂 karunia alam dari sang Maha Pencipta. Disana aku belajar untuk tidak terus mengeluh dan belajar bertanggung jawab. Seperti halnya seorang pemimpin, andaikan kita jadi seorang pemimpin (Aamiin) itu harus adil dan bijaksana. Aku telah mempelajarinya itu semua pada acara LDK tersebut. Oh iya, aku juga disana telah belajar arti dari KESABARAN.

Pada waktu tengah malam yang sangat gelap gulita itu. Kita semua di uji dalam arti sebuah kesabaran untuk memasukan benang pada lubang jarumnya. Pikirku itu hal yang mudah, dan ternyata pemikiranku salah besar, guys. Itu lumayan sangat sulit, lho. Karena, gelapnya malam membuat kita susah untuk melihat benda yang kecil, seperti halnya lubang jarum itu yang sangat kecil. Aku mencoba, dan terus mencoba! Ternyata tetap saja susah.

Tidak lama kemudian ada seseorang yang sudah berhasil memasukan benangnya, yaitu Teh Dewila (Teh = panggilan untuk kakak perempuan) dan hadiahnya itu dari Aby. Aby adalah Ketua IPM dan menjadi pemimpin di LDK tersebut, maka Aby telah memutuskan bagi siapa yang berhasil memasukan pertama akan mendapatkan sebuah buku yang berjudul “Chairul Tanjung si anak singkong”. Ya Allah Teh Dewila bisa, berarti itu hal yang biasa. Kenapa aku tidak bisa?

Aku terus, terus dan terus mencoba. Aku juga mencoba untuk sabar. Tapi, susah sekali untuk mendapatkan kesabaran itu. Ketika waktu terus berjalan dan cukup lama ada 2 orang lagi yang berhasil, yaitu Teh Novianti dan Teh Julaeha. Saat beberapa orang yang telah berhasil itu. Akhirnya ku menyerah dan tak ada lagi harapan 😦 hingga ku putuskan untuk tidur saja (mengantuk). Tidak lama kemudian Patriot juga berhasil.

Pada saat itu juga aku langsung terbangun dari kepasrahan niat tidur tersebut dan mulai bangkit. Karena, seorang demi seorang telah bisa melewati kesabaran itu. Aku tidak boleh kalah, aku harus dan mesti bisa menyusul mereka yang telah berhasil. Akhirnya, ku putuskan aku berkata “bisa” dan tak lama kemudian aku berhasil memasukan benang itu kedalam lubang jarum yang sangat kecil itu. Allahu Akbar!

 

Ternyata, aku bisa dan berhasil alhamdulillah. Dengan kesabaran dan tekad yang kuat itu aku akhirnya bisa melewati tantangan tersebut dengan menjadi orang ke-5 yang berhasil. Selamat, Han!

 

Intinya, kita tidak boleh berputus asa dan mengeluh. Ketika kita dilanda musibah maupun ujian seharusnya kita lebih mendekatkan diri kepada sang Pencipta, apalagi curhat sampai air mata membasahi pipi kita saat sedang qiyamul lail, subhanallah. Dan, ketika tertinggal jauh dari perjuangan keras teman lainnya kita tidak boleh berhenti berjuang dan terus bekerja keras untuk mengejar ketertinggalan kita dalam hal pengetahuan pun untuk menjemput cita-cita kita semua.

 

 

With love,

 

ipm 2

ipm 3

ipm 4

 

Penulis: hanaftrni

Don't you be so arrogant! let the prayer your last have to bow from kneeling!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s