Kepergian yang Berarti

Ku coba tersenyum saat kau pergi meninggalkan.

Diriku yang terdiam berdiri dibalik kaca.

Aku tak tau harus berbuat apa?

Ku hanya bisa tersenyum lebar walau air mata tak bisa ku hentikan.

 

Dirimu pergi dengan keceriaan sedangkan diriku tinggal dengan penuh kesedihan.

Ditempat itu aku memandangi sampai kau benar-benar tiada, dan akhirnya ku relakan.

Demi hati yang tersakiti, kenapa kau pergi di saat aku baru mengenal dirimu

dan di saat itu juga aku baru merasakan adanya rasa.

 

Setahun lebih sudah kau pergi tinggalkan.

Sekarang, saatnya ku juga harus pergi untuk menyusulmu, sahabat, teman, kakak, adik, terimakasih banyak atas segalanya yang telah kau berikan kepadaku.

Aku meminta do’anya agar aku bisa menyusul dia yang sudah pergi menjauh.

Kalian telah memberiku warna yang begitu indah, bahkan beribu-ribu keindahan warna telah kalian lukiskandalam hatiku.

 

Tak mungkin ku ucapkan dengan kata, aku akan pergi.

Kalianpun sudah pasti mengetahuinya bahwa aku akan pergi menyusul dia.

Aku berjanji akan Dharma santriku, kelak nanti ku pergi dan menyusulnya.

Dharma santri: Beriman dan bertakwa kepada allah untuk mendapat ridhonya, serta mempelajari, mengamalkan dan menegakansyariat islam.

Dan juga berilmu amaliyah beramal ilmiyah dengan cara yang hak.

 

Meski terpisahkan, namun kalian semua selalu ada dalam kenangan hatiku, dan pikiranku. Karena bagiku kalian semua seperti rumah dan keluarga kedua dalam hidupku.

 

ditulis di Ponpes Nurul Iman, Juni 2012

Penulis: hanaftrni

Don't you be so arrogant! let the prayer your last have to bow from kneeling!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s