Featured
Posted in Live

I’m Come Back!

Hi! Assalamu’alaikum semuanya, seneng bisa nge-blog lagi. Sudah sekian lamanya aku menghilang dari dunia ini dikarenakan beberapa hal. Pertama, awal semester 3 ada event besar di Jawa Barat yaitu PON XIX (Pekan Olahraga Nasional) dan Peparnas 2016 yang dimana aku ikut berkontribusi dalam event yang diadakan 4 tahun sekali tersebut. Aku mendaftar jadi relawan ticketing dan alhasil kuliahku harus dispen selama seminggu. Harusnya sih lebih dari satu minggu karena, acara tersebut berlangsung dari tanggal 19 – 28 September 2016. So, aku mikir ulang daripada ada absen 2 kali yang nggak masuk mendingan aku kabur saja dari tempat kerjaku di PON XIX tersebut. Maklum lah, masih mahasiswi yang polos mengingat tujuan utamanya kuliah dan akhirnya jatah untuk 3 hari pun dipotong. Tak apa yang penting aku mendapatkan pengalaman yang tak pernah orang lain punya.

Kegiatan kedua yaitu Agroteknologi Bina Desa 2016 yang diadakan pada tanggal 9 – 12 Desember 2016. Acara tersebut termasuk dalam kegiatan yang besar karena, kita turun langsung ke penduduk selama 3 hari. Istilah umumnya sih seperti KKN (Kerja Kuliah Nyata) tapi, ini versi himpunan exactly himpunan maahsiswa agroteknologi (Himagi). Disana aku mendapat posko yang lumayan jauh dari center of committee activity yakni posko “Lilly” . Tetapi, disana aku mendapatkan lagi pengalaman yang sungguh awesome. Menurutku, acara ini bagus sekali karena seperti melatih dari sekarang untuk nanti mengahadapi KKN asli. Well, aku bersyukur bisa berpartisipasi dalam acara tersebut.

Mungkin, selain dari 2 kegiatan besar diatas. Masih banyak lagi kegiatanku yang lainnya seperti kunjungan ke PT. East West Indonesia, Observasi Teknik Budidaya Nanas, Praktikum ke Tahura (Taman Hutan Raya), Observasi Manajemen Agribisnis, Latihan Angklung, Perform Angklung, dan yang lainnya biasa mengikuti kepanitiaan di lingkungan fakultas dan jurusan. Cukup padat, aku merasakan yang lebih dari semester III dan lebih extra padat di semester IV. It’s amazing bruh!

Oke, cukup sampai disini dulu untuk peng-aktif-an kembali alamat blog ini. Mudah-mudahan kalian tidak bosan untuk sering-sering menunggu cerita or pengalaman dari aku, wkwk. Karena, membaca itu jendelanya dunia ^_^

Dont never give up!

Life its struggle -_-)9

Posted in Diary, Live

Senja Kemarin di Kota Tercinta

Udara senja kemarin menjadi sangat berbeda karena ada pertemuan special anak-anak manusia cerdas kelahiran 90-an yang dinamakan “bukber”. Kalian pasti sudah tak asing dengan kosakata seperti itu, ya. Inilah dimana rasa kangen bercampur dengan rasa sedih disebabkan kemarin adalah hari kedua terakhir di bulan Ramadhan tahun sekarang, pendek kata kemaren adalah terawih terakhir juga di bulan Ramadhan 1438 H. Tempatnya tak jauh dari belahan bagian barat di Negara Indonesia yaitu, Jl. Otto Iskandardinata No. 191, Karanganyar, Kec. Subang, Kabupaten Subang, Jawa Barat 41211, Indonesia. Guys, ini bukan promosi or endorse but this is the full address where we bukber.

Aku berangkat bersama Burid, ya panggilannya seperti itu. Nama lengkapnya adalah Ridha Srirahayu Silvionie, nama yang cantik bukan sama halnya seperti oragnya yang anggun itu. Burid entah sejak kapan kami dipertemukan dengan dirinya, yang jelas kami kenalan di salah satu ekstrakurikuler di sekolah kami tercinta yaitu Pramuka. Dengan begitu sampai sekarang kita tak pernah lepas kontek karena kami terikat dalam Dewan Kehormatan Wiracakti~

Subang, ia adalah kota yang selalu kurindukan terutama di Jl. Sukamelang Perumahan Perum Subang Asri. Sungguh bersejarah. Sedih jadinya.

Subang, janganlah engkau berubah. Karena, disetiap panjang jalan, banyaknya bangunan, deretan pohon telah menyimpan sejuta kenangan tentang diri ini.

Subang, aku berjanji akan menjadikan kau kota dan kabupaten yang lebih baik dan terkenal melebihi nanas simadu dan jaipongnya. Tekadku besar untuk merubah mu, Subangku!

 

IMG20170623173041IMG20170623173051IMG20170623173054

Cisalak, 24 Juni 2017

Posted in Diary, Live

Gumuk Pasir Wediombo

Senja merapat di Wediombo

Gelapnya menjadi penanda waktu

Menutup jiwa diselimuti nafsu

 

Tak ada lagi yang peduli menjaga pantai ini

Merajut lingkungan asri tanpa melukai

Menggores senyum pada bumi

 

Mesti kubisikkan disetiap telinga

Agar mereka peduli

Menjaga dan menata

Dengan rasa cinta

 

Senja merapat di Wediombo

Ada orang menjaja kepedulian

Demi sekarung rupiah dengan dalih penataan

 

 

Yogyakarta, Januari 2017

 

Posted in Campus, Diary

Akhir Mei? So, interesting

Selamat siang menuju sore kawan – kawan. Gimana kabar puasa kalian semoga berjalan dengan lancar dan tidak ada gangguan yang terkutuk.

    Sekarang aku mau cerita tentang kemarin. Yups! Lebih tepatnya hari kemarin yang jatuh pada hari Rabu tanggal 31 Mei 2017 itu kalian pasti penasaran, kan? Apa sih yang bikin menariknya pada akhir bulan itu. Pertama, aku, ketemu –ngobrol langusung- sama, seseorang, siapa, lagi, kalau bukan dia HEHE. Pokoknya seneng deh! Walaupun itu hanya sebatas ya bukan pertemuan yang biasa tapi didalam keseriusan, benar sekali keadaannya formal bangeeet. Kalian tahu apa? Aku di interview sama dia, dia yang aku kagumkan (lebay parah). Oke gak apa – apa ini hanya suka biasa yang diterpa angin pun akan hilang. Layaknya debu dijalan ketika turun hujan lalu debu itu tertimpa butiran hujan akan menghilang yang entah kemana.

  Next, hal yang menarik lagi ialah acara buka bersama anak kelas yang super mendadak! Kalian mungkin akan mempersiapkan acara seperti itu lebih ‘wah’ atau ditempat yang layak ya, contohnya di rumah makan, restoran atau di cafe – cafe ternama. Mungkin, ini, lah kelas kami, agrtoteknologi 2015 IV/A yang mempunyai kriteria sikap tegas dan selalu mendadak –terkecuali saya- jujur saja. Ada alasan dibalik semua ini sebenarnya, yaitu jika hari Sabtu maka akan bentrok dengan bukber Himagi dan jika diundur minggu depan kami sedang UAS (ulangan akhir semester). Rencananya, sih setelah uas kami akan mengadakan lagi acara bukber^^

Akhirnya setelah obrolan chat grup di pagi hari merencanakan bukber, pada sore hari itu juga rencana itu pun terealisasi baik. Mantap, tidak?

Setelah itu, kami pun membuat cuci mulut berupa ice buah yang dimana buahnya Cuma 3 jenis, apel, limus dan semangka, sisanya kita ganti dengan sekoteng dan agar – agar (lebih hemat).

     Hingga diakhir acara kita membuat rapat sidang pleno awal tentang rencana Class Tour hingga pukul 21:00 WIB. Musyawarah ini dipimpin langsung oleh kosma langsung yaitu Mr. Fhandan yang mirip orang RRC sehingga kami memanggilnya dengan sebutan “koko”, mungkin lebih uniknya sebutan coco fhandan rasa strawberry 😀

IMG20170531192436
Sidang Pleno Tour
IMG20170531192431
Sidang Pleno Tour

   Cukup sekian cerita kali ini, mudah – mudahan dicerita selanjutnya bisa lebih bermanfaat lagi. Do’akan. Juga do’akan ingin bikin buku sendiri baik itu cerpen, novel, biografi maupun memoriam. Untuk buku pelajaran Alhamdulillah sudah dua kali menerbitkan 🙂

Don’t never gie up!

Smile you unforgettabble.

Bandung, 01 Juni 2017

Posted in Diary

Puasa di Bandung

Jujur saja waktu hari kemarin aku nangis nggak tahu kenapa, insom banget lah, gelisah pokoknya. Dari hati yang paling sih rasanya pingin balik lagi ke rumah, asli. Nekat banget kalau sampai terjadi, duh! Untung saja masih punya harga diri dan rasa malu wkwk and yang lebih penting adalah punya rasa tanggung jawab or responibility, dear. Sudah nangis gitu kantuk pun melanda, hingga suara orang yang membangunkan sahur terasa sedikit agak  kesal karena mengganggu waktu tidur ku yang baru akan dimulai yaitu pukul 03:30 kurang lebih. Btw aku nangis itu mulai pukul 02:00 sampai selesai, hehe.

Satu sisi aku juga ingat waktunya sahur tetapi, sebelah kiri ku berbisik

“sudah lah tidur dulu sebentar, masih ada waktu kok han, lagian kamu sudah terbiasa kalau puasa nggak sahur”

So, well. Aku hanya menuruti isi hatiku yang sudah kerasukan bisikan makhluk menyebalkan tersebut. Hingga suara adzan terdengar aku merasa kaget karena, belum sahur sama sekali 😥

Lalu, aku hanya bisa menarik nafas dalam – dalam sambil berkata

“Ya Allah maafkan hana, aku nggak bermaksud untuk ridak sahur. Aku hanya belum siap untuk menjalani puasa di sini (read: kosan) sendirian. Aku masih rindu mama, masakannya mama, rindu teraweh dirumah, rindu segala – galanya”.

And for next time, seperti sekarang ini aku mencoba kuat dan lebih mandiri dari hari – hari sebelumnya karena ini hari yang lebih extream dari biasanya.

Sampai jumpa dilain waktu, ini ceritanya mau mengerjakan tugas jurnal. Yah, apa boleh buat jika si malas lebih kuat godaannya dan lebih memilih berselancar di dunia maya seperti halnya curhat di blog ini wkwkwkwkwk!

Senin, 29 Mei 2017

Posted in Family

Teruntuk yang Terkasih

Ayah ibu,
Maafkan si bungsu yang masih sering mengeluh sakit.
Maafkan si bungsu yang masih meninggikan nada suaraku di hadapan mu, si bungsu yang masih membantah.

Maafkan si bungsu mu ini,
Jika sekiranya kesuksesan dunia tak dapat ku raih.

Tetapi saat dunia tak dapat ku raih, percayalah si bungsu akan berusaha meraih ridho-Nya dan membuat mu bahagia.

Maafkan si bungsu mu ini,
Ketika sering membuat mu malu ketika si bungsu tak bisa bersalaman kepada teman-teman ayah dan ibu.

Si bungsu hanya ingin memberikan kalian kebahagiaan akhirat.
Tapi apalah dayaku ketika ayah ibu kakak belum bisa menerima hijrah ini.

Apalah daya si bungsu ketika kalian masih mencemooh teman-teman ku yang seperti diriku.

Ayah, ibu dan kakak,
Si bungsu memang sudah berubah, tapi perubahan ku hanyalah semata-mata untuk menyelamatkan ayah dari api neraka.

Tak ingin kalian jatuh ke lubang yang panas lalu ku biarkan kalian didalam menangis sedangkan aku bahagia.
Tidak, aku tidak ingin seperti itu.
Bukan juga berarti aku sudah yakin akan bahagia di akhirat tapi setidaknya aku mencoba untuk meraih-Nya.

Si bungsu kini sudah dewasa, sudah mampu memilih yang baik dan salah, sudah jatuh cinta dan sudah mudah galau.

Ayah ibu,
Si bungsu kelak akan menjadi orang tua dan akan merasakan bahagianya punya anak.
Lalu meninggalkan ayah ibu di rumah dan hidupku selanjutnya bergantung pada imam ku, begitupun kakak yang kelak akan berumah tangga.

Ayah ibu,
Sibungsu rindu akan masa kecil itu.
Maafkan si bungsu yang belum bisa membuat kalian tersenyum lebar karena hasilku.

 

 

Dari si bungsu,
`

 

                                                                                                                Bandung, 29 Mei 2016