Featured
Posted in Diary, Live

Bukit Pamoyanan – Subang

Nice to meet you all…

IMG-20170716-WA0011

Kali ini saya akan memberikan sedikit pengalaman ketika camping di Bukit Pamoyanan. Sejak beberapa bulan yang lalu tempat tersebut menjadi gencar dan terkenal di banyak media sosial, salah satunya yaitu Instagram. Saya waktu itu melihat sekilas di instagram yang di unggah oleh teman-teman saya. Ketika itu postingan-postingan mereka tentang Bukit Pamoyanan semakin ramai dan pastinya semakin menunjukan bahwa tempat itu indah sekali, asli. Disitulah rasa penasaran saya muncul dan semakin menjadi ingin segera kesana. Pasti kalian juga akan pensaran deh jika belum melihat sebelumnya, dijamin, asyik.

Seminggu setelah saya mengetahui bahwa Bukit Pamoyanan merupakan tempat wisata baru dan saya harus kesana untuk mengobati rasa penasaran, karena lokasi tempat wisata Bukit Pamoyanan tersebut tidak jauh dari rumah. Ada sahabat saya yang mengajak dan dia ingin sekali camp disana, alhasil rencana jadwal pun dibuat. Mempersiapkannya selama satu minggu itu waktu yang cukup lama menurutku karena kami ingin segera kesana tetapi kami masih ada jadwal kesibukan satu sama lain seperti sekolah, kuliah, kerja dan yang lainnya. Kami sepakat untuk berangkat waktu weekend tiba, yaitu hari Sabtu dan Minggu.

Sesampainya hari Sabtu, kami saling menanyakan perbekalan apa saja yang akan dibawa. Karena, kami akan menginap alias camp disana walau cuma satu malam. Pukul 15:00 dimana jadwal pemberangkatan menuju Bukit Pamoyanan akan segera meluncur. Kemudian saya mempersiapkan kebutuhan dan meminta izin ke orang tua lalu saya berangkat bersama sahabat saya. Ketika itu teman-teman yang ikut dari rombongan Kota Subang menggunakan mobil, sedangkan saya hanya membawa motor. Lalu kami janjian dulu di salah satu rumah sahabat saya yang dekat dengan lokasi Bukit Pamoyanan tersebut yaitu di Cimanggu.

Disana kami mempersiapkan kebutuhan makan seperti timbel, sambal dan ikan untuk di bakar. Setelah menunggu, rombongan dari Kota Subang pun akhirnya datang dengan perbekalan yang penuh dalam mobil seperti 3 buah tenda, karpet, senter dan ayam untuk dibakar. Kemudian kami langsung berangkat berbarengan sekitar pukul 19:00 WIB. Sampai di parkiran kami sangat antusias sekali karena sebentar lagi kami akan di tempat orang-orang yang ada di instagram tersebut di posting, ya, Bukit Pamoyanan. Lumayan jauh untuk menuju puncak saya merasa ngos-ngosan nafasnya, maklum sudah faktor usia dan menjadi anak pasca pramuka juga tidak menjamin semangat terus hehehehe.

Ditemukanlah tempat yang cukup luas untuk mendirikan tenda untuk kami istirahat. Disana kami membangun 2 tenda dom dan 1 tenda segitiga yang dibawa dari rombongan Kota Subang. Selesai mendirikan tenda kami akan makan bersama yang sebelumnya harus mencari kayu bakar untuk memanggang ikan dan ayam, yummy! Memakan waktu cukup lama sih untuk memanggang ayam 2 ekor tersebut tapi ikan sudah semua matang. Saat itu saya pergi ke tenda tetangga untuk mencari suasana baru dan tak lama kemudian waktu makan sudah siap dan saya bersama teman-teman yang lainnya menuju ke tenda utama untuk makan malam bersama. Nikmat.

Waktu malam terus berjalan saya memilih tidur karena kondisi badan yang capek dan ingin beristirahat, sedangkan sahabat-sahabat yang lainnya memilih untuk bermain salah satu permainan di aplikasi handphone. Menjelang shubuh saya sudah bangun dan langsung menuju ke toilet umum, ingin tahu nggak? Pas sampai disana antri banget, guys. Hampir satu jam saya berdiri kuat menunggu giliran masuk toilet. Setelah dari toilet, saya dan sahabat-sahabat lainnya bergegas untuk menuju area utama dimana pemandangan samudra awan akan terlihat. Karena tak ingin membuang kesempatan kami rela mengantri lagi jika ingin naik ke menara untuk berfoto dan melihat pemandangan lebih jelas.

Sesampainya diatas menara saya bersyukur sekali kepada Tuhan, karena telah mengizinkan saya untuk berdiri diatas menara itu. Ternyata do’aku terkabul cepat, alhamdulillah. Puas berfoto-foto diatas menara sebelum turun saya mengabadikan betapa ramainya dibawah sana, orang-orangnya dan banyak juga tenda-tenda yang berdiri dibawah menara. Bukit Pamoyanan itu hanyalah kabut tebal yang membentuk lautan awan putih. Disana terdapat 1 menara dan 1 jembatan sebagai tempat-tempat instagramable. Setelah dari menara kami bergegas menuju jembatan karena kami tak akan menyia-nyiakan kesempatan mumpung ada disini, pikirnya.

Di menara maupun di jembatan sama-sama di waktu, lho. Dan sama-sama di batas orangnya. Karena menara dan jembatan tersebut dibuat dari bambu jadi kita harus berhati-hati jika banyak yang naik. Saya bersama 3 teman naik menara itu sebab batas maximal orang yang boleh naik hanya 4 orang begitupun di jembatan. Tetapi, itu semua nggak bikin saya kecewa saat saya dan teman-teman lain harusnya naik bersama ke menara itu, karena yang terpenting saya bisa naik di menara itu (jahatnya diriku). Disana terdapat antrian yang panjang jadi kami harus cepat-cepat untuk mengambil fotonya dan bagaimanapun hasilnya terimalah ketika difoto diburu-buru dan saat itu saya yang tak punya gaya difoto hanya seadanya, saja. Sedih.

Sudah puas naik menara dan jembatan akhirnya saya menemukan sunrise lalu berfoto sendirian dengan matahari tersebut (kasihan), ketika orang-orang berfoto sama pasangannya hahaha. Tak lama dari sana saya langsung pulang ke tenda dan prepare untuk pulang. Sebelumnya saya mengabadikan suasana tenda kami dan pemandangan gunung-gunungnya untuk kenang-kenangan. Lalu kami membuka tenda masing-masing dan pulang menuju arah area utama untuk sekali lagi berfoto ria. Itu lah pengalaman saya ketika camp di Bukit Pamoyanan demi mendapatkan view samudera awan dan berburu matahari terbit. Semoga tempat wisata ini akan selalu berkembang terus untuk memajukan Kabupaten Subang! Merdeka!

 

IMG20170716055624IMG20170716055627IMG20170716055629

Advertisements
Featured
Posted in Campus

Change the name of the building on the campus UIN SGD Bandung

Sekarang saya mau membahas acara besar yang telah dilaksanakan oleh Kampus UIN SGD. Walaupun acara tersebut sudah terlewat namun info yang tersampikan belum menyeluruh tersebar secara luas untuk khalayak umum diluar sana. Acara tersebut yakni bernama Dies Natalis UIN SGD Bandung ke-48

Dalam rangka acara Dies Natalies UIN SGD Bandung ke-48 ada banyak bermacam  kegiatan. Oke kalian pasti tidak tahu kapan acara tersebut dilaksanakan dan sampai kapan acara tersebut mencapai puncaknya. Setahu saya sebagai mahasiswi di semester II Jurusan Agroteknologi, acara Dies Nataslies ke-48 dimulai pada akhir bulan Maret, yap sekitar tanggal 28, 29, 30, 31, nah acara puncak terjadi pada tanggal 8 April 2016.

Dalam acara puncak tersebut yaitu pada tanggal 8 April 2016 ada Seminar Internasional yang mengundang tamu special yaitu bapak Menteri Agama Republik Indonesia, Lukman Hakim Saifuddin. Disini saya akan membagi sebagian hasil dari Seminar Internasional tersebut. Menurut baligo yang pernah saya baca bahwa seminar tersebut ada tamu undangan dari seluruh Rektor Universitas terkenal yang ada di Bandung, seperti ITB, UNPAD, UPI dll.

Lanjut pada topik yang akan saya bagikan yaitu tentang perubahan nama-nama gedung di UIN SGD Bandung. Seperti yang saya jelaskan tadi perubahan nama-nama gedung diatas merupakan sebagian dari isi atau hasil seminar. Karena untuk seluruh isi dari seminar tersebut saya kurang mengetahuinya, disebabkan pada hari itu saya ada jadwal kuliah. Baik langsung saja saya sebutkan gedung-gedung mana saja yang menjadi perubahan nama sebagai tanda dari Dies Natalis ke-48 ini.

Inilah perubahan nama-nama gedung di UIN SGD Bandung

  1. Gedung Aula Multi Purpose             menjadi Gedung Anwar Musaddad
  2. Gedung Aula Lama                            menjadi Gedung Abjan Soelaeman
  3. Gedung Laboratorium Terpadu      menjadi Gedung Solahudin Sanuasi
  4. Gedung Al-Jamiah                              menjadi Gedung O. Djauharudin AR
  5. Gedung Perpustakaan                       menjadi Gedung Rachmat Djatnika

Menurut informasi yang saya dapatkan bahwa perubahan nama tersebut diambil dari nama-nama Rektor UIN Bandung yang telah wafat dan ditanda tangani oleh Menteri Agama Republik Indonesia, Lukman Hakim Saifuddin. Hanya itu yang bisa saya sampaikan.

Semoga bermanfaat khususnya untuk mahasiswa/i UIN SGD Bandung yang belum mengetahui atas perubahan nama gedung-gedung penting di kampus dan untuk mahasiswa/i baru untuk mengenali sebelum dan sesudah perubahan nama-nama gedung di kampus UIN SGD Bandung.

Berikut gambar dari gedung-gedung di UIN SGD Bandung yang dirubah namanya.

 

 

aula baru
Gedung Anwar Musaddad

 

 

 

aula lama
Gedung Abjan Soelaeman

 

 

 

lab
Gedung Solahudin Sanusi

 

 

 

aljamiah
Gedung O. Djauharudin AR

 

 

 

perpus
Gedung Rachmat Djatnika

 

Dokumentasi Pribadi

Copyright 2016

Posted in Campus

National Futsal Agrochampionship 2017

1506172356902

Untuk yang pertama dan terakhir kalinya saya merasa snagat beruntung dan bersyukur karena telah menjadi bagian dari acara besar “National Futsal Agrochampionship 2017” sebuah acara besar dan perdana se-Jawa Barat yang diselenggarakan oleh bidang Minat dan Bakat HIMAGI UIN Sunan Gunung Djati. Nagib selaku Ketua Pelaksana serta ada Kang Ogi selaku Ketua Bidang, mereka berdua adalah official atau peribahasa lain adalah jantungnya futsal di jurusan Agroteknologi. Pada saat hari pelaksanaan, semua para peserta/pemain dan tidak lupa kepada pemain Timnas jurusan juga para panitia mengikuti upacara pembukaan dan meramaikan acara se-Jawa Barat tersebut. Acara ini berlangsung selama 2 hari yaitu di mulai dari hari Sabtu dan berakhir pada hari Minggu tepatnya pada tanggal 16 – 17 September 2017 yang bertempat di lapang futsal Zone 73. Tema yang diusungkan adalah “Lets Play Together Fair Play Our Game” .

Sebagai acara perdana di jurusan Agroteknologi khususnya dan umumnya di fakultas Sains dan Teknologi saya sangat bangga sekali karena acara ini dilaksanakan tingkat wilayah provinsi Jawa Barat maka pialanya pun ada dari Disbudpora. Perjuangan dan hasil kerja keras para panitianya pun sangat luar biasa sekali, mulai dari Ketua Pelaksana, Sekretaris Umum, Bendahara Umum serta panitia yang lainnya juga sangat antusias mulai dari merumuskan konsep acara hingga pencairan proposal dana untuk memeriahkan dan mensukseskan acara tersebut. Ketika H-1 mereka  –panitia- sudah mulai beraksi melakukan berbagai persiapan yang matang untuk esok hari yaitu upacara pembukaan yang salah satunya adalah persiapan memasangkan baligho untuk photo booth. Mereka tidak mengenal lelah demi kesuksesan hajat besar ini. Salah satunya ialah Hasna selaku Sekretaris yang memberikan sedikit curahan hatinya bahwa “Awal-awal untuk perjuangin acara ini kayaknya cukup sulit dan sangat sulit, sampe berpikiran bahwa acara ini nggak akan landing. Tapi, karena semangat dari tim yang lain menggebu-gebu mendekati puncak acara, aku juga termotivasi buat menjadikan acara ini seru dan berkesan di masing-masing peserta maupun panitia. Pas acara landing di hari Sabtu, banyak kendala salah satunya aku yang ngaret dateng hehehe karena harus cari tali buat nametag, sampe harus naek ojek ke Zone untuk pertama kalinya bayar ojek sampe ceban. Pas udah mulai pertandingan satu satu tim main, ada kenangan ketika liat anak Faperta IPB nomer punggung 10. Pas dia sakit, pas dia break, pas dia liatin kita lagi ngobrol, pas temennya pinjem jarum dan semuanya hahaha. Seru dan ada pengalaman baru ketemu sama anak Faperta-faperta lain di univ se-nasional” jelasnya.

Upacara Pembukaan

Tepat pukul 08:30 WIB di Zone 73 lapangan 1 National Futsal Agrochampionship resmi dibuka langsung oleh Ketua Jurusan kita yakni Bapak Ir. Ahmad taofik, MP. Yang dimana beliau akan menendang bola futsal khusus warna oren yang telah disediakan oleh panitia untuk simbolis pembukaan acara ini. Sebelumnya di dalam upacara pembukaan ada beberapa sambutan mulai dari Ketua Pelaksana oleh Nagib, Ketua Bidang oleh Kang Ogi, Ketua Himpunan oleh Kang Aliza dan yang terakhir adalah Ketua Jurusan dan setelah menyelesaikan sambutannya beliau –Ketua Jurusan- menendang lalu memasukan bola tersebut ke dalam gawang maka secara resmi acara besar ini telah di buka lalu dilanjutkan dengan tepuk tangan riang gembira dari para peserta juga para panitia tersebut bergema di lapangan 1. Peserta yang mengikutinya sangat bervariasi dan dari berbagai daerah yang mewakili setiap jurusan atau intansi yang ada di Jawa Barat.

Konsep pertandingan yang digunakan yaitu sistm group, dimana menjadi ada 4 group yaitu Grup A, B, C dan D. Kick off pertama dilaksanakan pada pukul 09:00 WIB yang menempati lapangan 1 ada grup A dan tim yang akan bertanding adalah Agribisnis UNMA (Universitas Majalengka) vs Teknik Elektro UIN SGD kemudian di lapangan 2 tim yang akan bertanding yaitu Agroteknologi UNWIM (Universitas Winaya Mukti) vs Kimia UIN SGD yang berada dalam grup C tersebut. Kemudian permainan berlanjut sampai pukul 11:40 WIB yang digunakan untuk istirahat, sholat serta makan dan dilanjutkan untuk pertandingan ke-enam ada Grup D di lapangan 1 dan Grup B di lapangan 2. Untuk pembagian pemain Timnas jurusan terdapat 3 kategori yaitu, Agro A UIN, Agro B UIN dan Agro C UIN dan semuanya itu merupakan para pemain kelas atas.

Timnas Agro

Beberapa dari pemain Timnas Agro A UIN kebanyakan dari semester V yang sama dengan saya (seangkatan) tim ini mempunyai penjaga gawang/kiper andalan bernama bung Cepi Supriyadi dan di pimpin oleh seorang kapten bernama saudara Agung Robani. Menurut Agung ketika mengikuti acara ini sangat senang sekali “Sebagai pemain Agrochampionship saya cukup berpatisipasi atas kelangsungan acara ini, walau baru awal di gelar di jurusan Agroteknologi UIN SGD yang meliputi pertanin se-Jabar. Acaranya pun begitu bergengsi karena hadiah dan pesertanya pun lumayan mumpuni, berjamnya pertandingan pun lancar dan wasitnya memimpin dengan baik. Saya sebagai peserta begitu senang karena pertandingan yang mempertumkan mahasiswa se-Jabar menjadi pengulur tangan dalam silaturahim antar fakultas pertanian. Semoga acara ini dapat diselenggarakan kembali di setiap tahunnya dan mudah-mudahan peserta dan hadiahnya semkain banyak, biar makin menarik” ujar Agung yang saat ini menjabat sebagai Kosma (komanda kelas) tersebut.

Seperti yang telah dipaparkan oleh Agung bahwa acara ini selain untuk merebutkan hadiah total senilai 5 juta rupiah tersebut bermakna sebagai pengulur tangan dalam silaturahim antar fakultas pertanian khususnya dan umunya untuk semua jurusan. Selanjutnya selain hadiah yang bergengsi wasitnya pun di datangkan langsung dari Jepang berdasrkan pemaparan Ketua Pelaksana saat rapat terkahir di Sekretariat Kelas V B. Maka, mereka –wasit- memimpin pertandingan dengan sangat baik dan fokus. Babak penyisihan dilanjutkan pada hari Minggu mulai pukul 08:00 sampai dnegan final yaitu pukul 12:00 WIB dan yang masuk babak final ini ada dari Faperta IPB, Agribisnis IPB, Agroteknologi UNMA, dan Kimia UIN SGD. Kemudian yang berhasil merebut Piala Utama dan hadiah sebesar 2 juta rupiah dimenangkan oleh Faperta (Fakultas Pertanian) IPB Bogor sebagai juara 1.

Pemberian Juara 1, 2, 3 dan Top Score

Dilanjutkan kedudukan juara 2 diraih oleh Kimia UIN SGD yang mendapatkan hadiah sebesar Rp. 1.500.000,- dan juara 3 hadiah sebesar Rp. 1000.000,- dimenangkan oleh Agroteknologi UNMA (Universitas Majalengka). Selain hadiah tim ada juga hadiah khusus yaitu Top Score sebesar Rp. 300.000,- sebagai pencetak goal terbanyak. Top score ini diberikan untuk semua para pemain yang dapat mencetak goal dengan jumlah yang sangat banyak dan Top Score ini berhasil diraih dari peserta/pemain Matematika UIN SGD dan Agroteknologi UIN SGD yang masing-masing telah memasukan bola ke gawang dengan jumlah sebanyak 10 dan 11 kali. dan acara terakhir yaitu foto bareng semua panitia/crew sebagai hadiah dari jerih payah dan kenang-kenangan dari kesuksesan acara ini. Namun, saat terakhir saya tidak mengikuti sampai akhir karena ada orang tua menjenguk.

Juara 1 Faperta IPB
Juara 1 Faperta IPB Bogor
Juara 2 Kimia UIN
Juara 2 Kimia UIN SGD
Juara 3 Agroteknologi UNMA
Juara 3 Agroteknologi UNMA
 All Crew
Posted in Campus

Potret Diri

Oleh : Dedet Setiadi

Inilah aku
Lahir dari kawah masa lalu di daratan miring
Sebelum tumbuh biji-biji salak pondoh

Matahari tak selamanya sengat. Bulan Mei awal tanam tembakau
Aku lebih suka langit yang terbakar
Lebih suka minta hujan bersama para hewan
ketimbang jadi tadah hujan buatan

Aku suka sawah. Benci hama tikus, wereng dan barisan kera
Tapi tak sanggup menolak apalagi mengutuknya
Sebab aku dan mereka selalu belajar sadar sebagai hamba

Selamatan adalah bahasaku. Mengepung-aminkan tumpeng
Adalah cara kami menampik bencana
Adalah puisi kami memuja semesta

Aku tak mengidap sakit ketinggian
Pagi sore manjat pohon kelapa. Ngobong kayu menyulap nira jadi
gula jawa
Merebus hidup bersama modin dan sesepuh desa

Bajak lembu adalah alat tulisku. Mengaduk rumus anti pestisida
Mencampur air kencing kambing dengan daunan kering
Kunfayakun tanah pun jadi subur tak ada hingga

Inilah aku
Suka piara kerbau tapi tak berarti sealur-pikir otak kerbau

 

Magelang, April 2010

Posted in Diary, Live

Senja Kemarin di Kota Tercinta

Udara senja kemarin menjadi sangat berbeda karena ada pertemuan special anak-anak manusia cerdas kelahiran 90-an yang dinamakan “bukber”. Kalian pasti sudah tak asing dengan kosakata seperti itu, ya. Inilah dimana rasa kangen bercampur dengan rasa sedih disebabkan kemarin adalah hari kedua terakhir di bulan Ramadhan tahun sekarang, pendek kata kemaren adalah terawih terakhir juga di bulan Ramadhan 1438 H. Tempatnya tak jauh dari belahan bagian barat di Negara Indonesia yaitu, Jl. Otto Iskandardinata No. 191, Karanganyar, Kec. Subang, Kabupaten Subang, Jawa Barat 41211, Indonesia. Guys, ini bukan promosi or endorse but this is the full address where we bukber.

Aku berangkat bersama Burid, ya panggilannya seperti itu. Nama lengkapnya adalah Ridha Srirahayu Silvionie, nama yang cantik bukan sama halnya seperti oragnya yang anggun itu. Burid entah sejak kapan kami dipertemukan dengan dirinya, yang jelas kami kenalan di salah satu ekstrakurikuler di sekolah kami tercinta yaitu Pramuka. Dengan begitu sampai sekarang kita tak pernah lepas kontek karena kami terikat dalam Dewan Kehormatan Wiracakti~

Subang, ia adalah kota yang selalu kurindukan terutama di Jl. Sukamelang Perumahan Perum Subang Asri. Sungguh bersejarah. Sedih jadinya.

Subang, janganlah engkau berubah. Karena, disetiap panjang jalan, banyaknya bangunan, deretan pohon telah menyimpan sejuta kenangan tentang diri ini.

Subang, aku berjanji akan menjadikan kau kota dan kabupaten yang lebih baik dan terkenal melebihi nanas simadu dan jaipongnya. Tekadku besar untuk merubah mu, Subangku!

 

IMG20170623173041IMG20170623173051IMG20170623173054

Cisalak, 24 Juni 2017

Posted in Campus, Diary

Bukber edisi 2

1497531040118

Tadi, kita makan-makan lagi di rumah mantan kosma siapa lagi kalau bukan di rumah Edo *tepuk tangan* yang meriah yaa. Acara ini untuk merayakan bukber+bucat bisul alias tadi hari UAS terakhir di semester 4.

Alhamdulillah semester 4 is done!

Hallo semester 5 !!

Be fine, be dilligent, be smart~

 

 

1497531048287
Selamat Idul Fitri 1439 H

1497531037341

 

Posted in Campus, Diary

Akhir Mei? So, interesting

Selamat siang menuju sore kawan – kawan. Gimana kabar puasa kalian semoga berjalan dengan lancar dan tidak ada gangguan yang terkutuk.

    Sekarang aku mau cerita tentang kemarin. Yups! Lebih tepatnya hari kemarin yang jatuh pada hari Rabu tanggal 31 Mei 2017 itu kalian pasti penasaran, kan? Apa sih yang bikin menariknya pada akhir bulan itu. Pertama, aku, ketemu –ngobrol langusung- sama, seseorang, siapa, lagi, kalau bukan dia HEHE. Pokoknya seneng deh! Walaupun itu hanya sebatas ya bukan pertemuan yang biasa tapi didalam keseriusan, benar sekali keadaannya formal bangeeet. Kalian tahu apa? Aku di interview sama dia, dia yang aku kagumkan (lebay parah). Oke gak apa – apa ini hanya suka biasa yang diterpa angin pun akan hilang. Layaknya debu dijalan ketika turun hujan lalu debu itu tertimpa butiran hujan akan menghilang yang entah kemana.

  Next, hal yang menarik lagi ialah acara buka bersama anak kelas yang super mendadak! Kalian mungkin akan mempersiapkan acara seperti itu lebih ‘wah’ atau ditempat yang layak ya, contohnya di rumah makan, restoran atau di cafe – cafe ternama. Mungkin, ini, lah kelas kami, agrtoteknologi 2015 IV/A yang mempunyai kriteria sikap tegas dan selalu mendadak –terkecuali saya- jujur saja. Ada alasan dibalik semua ini sebenarnya, yaitu jika hari Sabtu maka akan bentrok dengan bukber Himagi dan jika diundur minggu depan kami sedang UAS (ulangan akhir semester). Rencananya, sih setelah uas kami akan mengadakan lagi acara bukber^^

Akhirnya setelah obrolan chat grup di pagi hari merencanakan bukber, pada sore hari itu juga rencana itu pun terealisasi baik. Mantap, tidak?

Setelah itu, kami pun membuat cuci mulut berupa ice buah yang dimana buahnya Cuma 3 jenis, apel, limus dan semangka, sisanya kita ganti dengan sekoteng dan agar – agar (lebih hemat).

     Hingga diakhir acara kita membuat rapat sidang pleno awal tentang rencana Class Tour hingga pukul 21:00 WIB. Musyawarah ini dipimpin langsung oleh kosma langsung yaitu Mr. Fhandan yang mirip orang RRC sehingga kami memanggilnya dengan sebutan “koko”, mungkin lebih uniknya sebutan coco fhandan rasa strawberry 😀

IMG20170531192436
Sidang Pleno Tour
IMG20170531192431
Sidang Pleno Tour

   Cukup sekian cerita kali ini, mudah – mudahan dicerita selanjutnya bisa lebih bermanfaat lagi. Do’akan. Juga do’akan ingin bikin buku sendiri baik itu cerpen, novel, biografi maupun memoriam. Untuk buku pelajaran Alhamdulillah sudah dua kali menerbitkan 🙂

Don’t never gie up!

Smile you unforgettabble.

Bandung, 01 Juni 2017

Posted in Diary

Puasa di Bandung

Jujur saja waktu hari kemarin aku nangis nggak tahu kenapa, insom banget lah, gelisah pokoknya. Dari hati yang paling sih rasanya pingin balik lagi ke rumah, asli. Nekat banget kalau sampai terjadi, duh! Untung saja masih punya harga diri dan rasa malu wkwk and yang lebih penting adalah punya rasa tanggung jawab or responibility, dear. Sudah nangis gitu kantuk pun melanda, hingga suara orang yang membangunkan sahur terasa sedikit agak  kesal karena mengganggu waktu tidur ku yang baru akan dimulai yaitu pukul 03:30 kurang lebih. Btw aku nangis itu mulai pukul 02:00 sampai selesai, hehe.

Satu sisi aku juga ingat waktunya sahur tetapi, sebelah kiri ku berbisik

“sudah lah tidur dulu sebentar, masih ada waktu kok han, lagian kamu sudah terbiasa kalau puasa nggak sahur”

So, well. Aku hanya menuruti isi hatiku yang sudah kerasukan bisikan makhluk menyebalkan tersebut. Hingga suara adzan terdengar aku merasa kaget karena, belum sahur sama sekali 😥

Lalu, aku hanya bisa menarik nafas dalam – dalam sambil berkata

“Ya Allah maafkan hana, aku nggak bermaksud untuk ridak sahur. Aku hanya belum siap untuk menjalani puasa di sini (read: kosan) sendirian. Aku masih rindu mama, masakannya mama, rindu teraweh dirumah, rindu segala – galanya”.

And for next time, seperti sekarang ini aku mencoba kuat dan lebih mandiri dari hari – hari sebelumnya karena ini hari yang lebih extream dari biasanya.

Sampai jumpa dilain waktu, ini ceritanya mau mengerjakan tugas jurnal. Yah, apa boleh buat jika si malas lebih kuat godaannya dan lebih memilih berselancar di dunia maya seperti halnya curhat di blog ini wkwkwkwkwk!

Senin, 29 Mei 2017